Aliansi Mahasiswa Merah Maron UNG Kecam Wacana Kenaikan Harga BBM

0
84
Aksi Mahasiswa UNG menolak wacana kenaikan harga BBM. (Foto : Gean)

TNews, GORONTALO – Wacana kenaikan BBM masih menjadi buah bibir dan polemik disejumlah kalangan baik itu masyarakat maupun Mahasiswa.

Seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG)  yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Merah Maroon yang dimotori langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (BEM-UNG) Jumat (2/9/2022)

Aksi yang dilakukan hari ini merupakan suatu bentuk pengecaman kepada pihak pemerintah yang akan berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan september ini.

Dea Rahmawaty Hasan, Presiden BEM UNG saat diwawancarai menuturkan bahwa, aksi yang dilakukan pada hari ini adalah suatu respon atas wacana dari pemerintah yang akan menaikkan harga BBM seperti yang santer diberitakan di Beberapa media bahwa BBM akan dinaikkan pada bulan september ini, namun sampai dengan hari ini belum statement atau pernyataan sikap secara resmi dari pemerintah terkait kepastian kenaikkan harga BBM, oleh karenanya BEM-UNG berangkat dari problematika yang ada akan selalu mengawal terkait kebijakan yang akan diberlakukan oleh pemerintah.

Dalam aksi yang dilakukan oleh Aliansi Merah Maroon yang menjadi point tuntutan yang bersifat urgensi adalah menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi. Sebagaimana yang dituturkan oleh Presiden BEM-UNG bahwa, tidak lain dan tidak bukan adalah menolak kenaikan harga BBM Bersubsidi.

Dalam aksi yang digelar pada hari ini melibatkan sejumlah masa aksi yang berasal dari Mahasiswa UNG yang tergabung langsung dalam Aliansi Merah Maroon serta juga melibatkan beberapa organisasi external kampus yang notabene juga adalah mahasiswa UNG.

sebagaimana yang dituturkan oleh Presiden BEM-UNG, Sejumlah masa aksi yang tergabung pada hari ini adalah Mahasiswa UNG yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Maroon, dan adapun unsur organisasi external juga yang terlibat namun notabenenya adalah tetap Mahasiswa UNG.

Lebih lanjut lagi Presiden BEM-UNG mengatakan bahwa, pihaknya dan seluruh Aliansi Merah Maroon mengaku kecewa atas tidak hadirnya pucuk pimpinan tertinggi yakni Ketua DPRD Provinsi Gorontalo untuk menandatangani pakta integritas dan pihaknya mengaku akan kembali melakukan gelombang aksi jilid 2 yang akan membawa jumlah masa aksi yang lebih besar.

“Kami dari Aliansi Merah Maroon kecewa sekaligus mengecam atas tidak hadirnya Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ditengah-tengah masa aksi untuk menandatangani pakta integritas yang kami bawa, dan kami berjanji pula akan kembali datang dengan gelombang aksi  serta jumlah massa yang lebih besar akibat dengan tidak hadirnya Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ditengah-tengah masa aksi” Tutupnya.

Reporter : Gean Bakit

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.