Kabupaten Bolmong Raih Peringkat Dua Kategori Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Tingkat Provinsi

0
9
Kepala DPPKB I Ketut Kolak saat menerima piagam penghargaan dari Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Pusat.

TNews, BOLMONG — Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) berhasil meraih peringkat kedua kategori total capaian pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Prestasi tersebut diumumkan pada kegiatan pelayanan KB serentak sejuta akseptor dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 tahun 2021.

Piagam penghargaan itu diserahkan oleh Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Pusat, dan diterima langsung oleh Kepala DPPKB Bolmong I Ketut Kolak.

I Ketut Kolak menerima penghargaan tersebut pada saat kegiatan launching sosialisasi hasil pendataan keluarga dan review program bangga kencana tahun 2021, di Luwansa Hotel Manado.

Kepala DPPKB Bolmong I Ketut Kolak mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas capaian ini. Dia terus berupaya maksimal dalam memberikan sosialisasi serta pelayanan MKJP bagi masyarakat di Kabupaten Bolmong.

Kolak Menjelaskan, MKJP adalah alat kontrasepsi jangka panjang yang aman dan efektif digunakan oleh pasangan Usia Subur (PUS) untuk menunda, menjaga jarak kehamilan, meningkatkan kesehatan reproduksi, melahirkan generasi sehat dan cerdas menuju bebas stunting.

Indonesia kata dia, merupakan negara yang dilihat dari jumlah penduduknya ada pada posisi keempat di dunia, dengan laju pertambahan penduduk yang masih relatif tinggi.

“Esensi tugas program KB dalam hal ini telah jelas yaitu menurunkan Total Fertility Rate (TFR), agar nantinya dapat mengurangi beban pembangunan demi terwujudnya kebahagian dan kesejahteraan bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” ungkap Kolak, Jumat (19/11/2021).

Dia menjelaskan, pelayanan program KB pelaksanaannya senantiasa terintergrasi dengan kegiatan kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak. Serta penanggulangan masalah kesehatan dan kesetaraan gender sebagai salah satu upaya pemecahan hak-hak reproduksi kepada masyarakat.

“Jadi, pemakaian MKJP memiliki banyak keuntungan. Baik dilihat dari segi program, maupun dari segi pemakai. Disamping mempercepat penurunan TFR, pengguna kontrasepsi MKJP juga lebih efisien karena dapat dipakai dalam waktu yang lama serta lebih aman dan efektif,” ujarnya.

Untuk Kabupaten Bolmong lanjut dia, capaian peserta KB aktif ada di angka 80,42 persen, dengan rincian jumlah pasangan Usia Subur (PUS) yakni 27.239.

Capaian tersebut melampaui target yang diberikan. Karena target yang diberikan peserta KB aktif 75 persen dari total PUS yang ada. Sisanya yang belum mengikuti KB adalah pasangan usia subur yang ingin anak segera pada umumnya pasangan pengantin baru.

“Ini sudah saatnya kita kembali ke hal yang paling mendasar dari keluarga, yaitu cinta keluarga, dan membangun keluarga dengan cinta terencana. Untuk itu kita berharap program ini akan lebih maksimal kedepannya,” ucap Kolak. (Imran Asiaw)

Berikut Data Capaian Peserta KB Aktif yang Mencapai 80,42 Persen atau 21.907 dari Jumlah PUS 27.239:

IUD: 491

OW: 554

OP : 29

Implan: 5943

Suntik: 10.217

PIL: 4.612

Total: 21.907 (80.42.%)

(Sumber: DPPKB Bolmong)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.