Menepis Stigma Buruk di TPA Bonawang dengan Kopi Kompos dan Sunset

0
64
Pemandangan di taman TPA Bonawang Kota Kotamobagu saat menjelang sore, (Foto: TNews/Neno Karlina).

TNews, KOTAMOBAGU – Terletak di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bonawang, Kota Kotamobagu berinovasi dan membawa daya pikat tersendiri.

Berjarak 100 meter dari jalan AKD, TPA Bonawang selalu dijaga keasrian lingkungannya. Pepohonan menjuntai hijau mewarnai sepanjang pandangan mata.

Sebuah taman dibuat dengan memanfaatkan sampah plastik bakas. Dari taman ini, pesona matahari terbenam (Sunset) tidak bisa terelak saat sore hari. Kilauan warna keemasan seolah menghujani pegunungan Monsi di depan taman. Tak hanya itu, seduhan kopi khas Kotamobagu yang diberi nama kopi kompos bisa dipesan.

Gerembolan burung putih serupa bangau mulai berterbangan saat sore, seolah membuka pagelaran sebelum senja berlangsung. Suatu pemandangan yang tak biasa untuk sebuah pembuangan sampah.

Suasana ini membuat TPA Bonawang menjadi special. Bayangan tentang sampah kotor, dan stigma buruk aroma tak sedapnya, langsung bisa ditepis. “Iya, selama ini TPA itu lekat dengan stigma buruk. Sehingga saya memang sengaja membuat TPA ini menjadi lebih sehat. Menjadi TPA Mosehat dan Mobondu (Sehat dan harum), agar TPA ini bisa jadi tempat rileksasi, sehingga pengunjungnya bisa sembuh dari kepenatan setelah sibuk kerja sekalian,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotamobagu, Irawan Bambang Ginoga, Selasa (29/10/2019).

Menurutnya, Walikota telah memberikan kepercayaan untuk berinovasi, dan memberikan hal yang terbaik.”Iya, bagaimana segalanya dilakukan dengan baik dan sepenuh hati. Selama ini, TPA itu cenderung lekat dengan kotor dan bau, itu yang ingin saya perlahan ubah,” ujarnya.

Dirinya berharap, apa yang ada dilakukannya bisa memberi kontribusi positif, termasuk contoh bahwa tidak yang tidak mungki selagi kita berusaha. “Sesuatu yang kotor dan bau ternyata bisa menjadi lebih bernilai, sehat dan harum ketika memang diupayakan dengan serius dari hati,” pungkasnya.

 

Neno Karlina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.