Mulai Sepi, Begini Kondisi Pasar di Kotamobagu

0
55
ilustrasi
Loading...

TNews, KOTAMOBAGU – Tak seperti biasanya. Sejumlah pasar di Kotamobagu mulai terlihat sepi setelah pemerintah mengeluarkan imbauan terkait larangan berada di keramaian untuk menekan penyebarluasan Corona.

Pantauan TNews, Selasa, (24/03/2020), tak hanya pembeli bahkan jumlah pedagang pun berkurang signifikan. Kedai-kedai jual yang biasanya dipenuhi dagangan banyak yang tutup.

“Iya. Memang dampak corona ini sangat terasa. Pasar mendadak sangat sepi, yang jualan juga tak sebanyak biasanya. Barangkali mereka juga takut,” jelas Amirudin (47) pedagang bumbu dapur di Pasar Serasi, asal Gorontalo.

Menurutnya, pasar hanya terlihat sedikit ramai pada hari Minggu pagi – Senin sore (23/03).

“Itu pun masyatakat membeli kebutuhan dalam jumlah yang banyak. Barangkali memang mereka sengaja membeli kebutuhan selama bertahan dan tinggal di dalam rumah,” ucapnya.

Sebagai seorang pedagang, lanjutnya, dirinya tetap kuatir dan takut terjangkit, hanya saja dia tak banyak pilihan agar keluarganya tetap bisa makan.

“Saya lebih takut anak istri saya mati kelaparan daripada corona. Mau bagaimana, kalau berdiam di rumah itu artinya anak isteri tidak bisa makan. Jadi harus tetap jualan walau kuatir, yang penting tetap hati-hati. Pake masker dan jangan berjabat tangan dengan pembeli. Selebihnya saya tawakkal,” imbuhnya.

Senada, Husna Ibrahim (35), pedagang ikan di pasar Poyowa, juga mengungkapkan tidak bisa banyak berbuat dengan kondisi ini.

“Ya kita makan dari berdagang. Pemerintah juga kasihan. Mereka mengimbau agar situasi bisa lebih baik. Tapi kami juga butuh makan, ujarnya.

Corona tidak terlalu menjadi momok baginya, tetapi yang ditakutkan adalah semisal pasar harus ditutup sementara.

“Dengar dari sesama pedagang seperti itu. Kalau sampai terjadi mau bagaimana,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DisdagkopUKM) Herman Aray, mengatakan pasar akan tetap seperti biasanya.

“Pasar tidak boleh ditutup karena itu adalah pelayanan publik dan tetap ada aktivitas, tetapi konsumen tidak boleh lama-lama dipasar,” ungkap Aray, Minggu (22/03/2020).

Aray mengatakan, terkait pencegahan penyebaran virus corona ini, pihaknya juga selaku pemerintah sudah mengimbau, agar konsumen silahkan melakukan aktivitas di pasar namun menjaga jarak dan kontak fisik.

“Menjaga dan mencegah itu lebih baik. Sehingga kami mengimbau masyarakat silahkan melakukan aktivitas jual beli dipasar, namun tetap harus waspada dengan menggunakan masker, apabila ada transaksi uang, maka jangan lupa cuci tangan kemudian yang paling penting adalah menghindari kontak fisik dan hindari tempat-tempat keramaian,” pungkasnya.

Neno Karlina

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.