Sejak Dirilis, Puspaga Tampung Berbagai Soalan Perempuan

0
98
Sitti Rafiqa Bora

TOTABUAN.NEWS, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kotamobagu, terus menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kotamobagu.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu, dengan dibuatnya fasilitas Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang dirilis sejak 2016. Dikatakan Kepala Dinas DP3A Rafiqa Bora, Kamis (12/07/2018)..

“Upaya-upaya dan berbagai inovasi yang dibuat untuk menekan angka KDRT itu seperti pusat pembelajaran keluarga yang saat ini sedang eksis dikotamobagu. Puspaga juga menjadi wadah dimana untuk menekan angka perceraian dalam bentuk pencegahan,” jelasnya

Dikatakannya, Puspaga juga berfungsi menjadi pusat pembekalan bagi Calon Pasangan Suami Istri (Pasutri) sebelum mendaftar ke KUA.

“Nah, ini juga untuk menekan angka perseraian di Kotamobagu, sehingga sebelum calon pengantin (Capin) dicatatkan nikah di KUA wajib memiliki rekomendasi puspaga. Kalau belum ada rekomendasi KUA pasti di tolak. Karena calon pengantin diberikan pembekalan dari psikologinya,” jelas Kadis

Selain Puspaga lanjut Kadis, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, pihaknyq juga tengah menerapkan gerakan 18.20.

“Yaitu gerakan Pukul 18.00 WITA sampai 20.00 WITA itu adalah waktu untuk keluarga. Sementara dua jam itu kita gunakan untuk bagaimana membina hubungan yang harmonis, berkomunikasi baik dengan si Anak, sehingga anak tidak akan haus dengan perhatian.

Melainkan dia ikut merasakan perhatian dan kasih sayang,” ungkap Rafiqa.

Menurutnya, Kesadaran atas kekerasan terhadap anak, biasanya ketidak pahaman terhadap hak anak, yang mungkin juga terpengaruh dengan teknologi. Untuk itu orang tua dan pihak terkait harus paham yang dimaksud anak tersebut.

“Karena ada juga hal-hal penyebab utama anak-anak yaitu, ada yang salah jalan, artinya yang berhubungan dengan benda mati juga sosial media salah satu penyebabnya. Sehingganya orangtua harus menyentuh hati nurani anak, seperti perhatian dan kasih sayang,” pungkasnya.

Peliput: Neno Karlina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.