SPBU di Kotamobagu Diduga Memainkan Meteran

0
682
Meteran SPBU
Meteran SPBU

TOTABUANEWS.COM, Kotamobagu – Persoalan pasokan BBM di Kotamobagu yang selalu menimbulan antrian panjang di sejumlah SPBU, menjadi lebih sempurna dengan beredarnya khabar tentang mulai ada SPBU yang nakal. Lantaran diduga mulai memainkan meteran BBM.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, ada beberapa orang yang baru saja mengisi BBM di SPBU, namun ketika sampai di rumah dan diukur lagi, ternyata jumlahnya sudah sudah berkurang jauh. “Setelah diperhitungkan dengan pemakaian di jalan, ternyata masih berkurang jauh,” kata seorang warga.

Selain itu, ada juga permainan nakal dari pihak SPBU yang dilakukan oleh oknum petugas pengisian. Di mana ada petugas SPBU yang terkesan melegalkan par acalo BBM, yang sengaja membeli BBM untuk dijual lagi.

Modusnya, petugas SPBU ini menagih sejumah uang dari mobil yang sudah diketahuinya sengaja mengisi BBM untuk dijual lagi.

Modus ini sebagaimana dituturkan oleh seorang pengemudi mobil yang selalu melajukan pengisian BBM untuk kemduian dijual lagi seharga Rp 7000 sampai Rp 8000 per meter.

“Dorang so kanal pa torang. Jadi kalau saya giliran mengisi BBM, karyawan di sana so tahu bahwa BBM jenis bensin yang saya beli ini untuk dijual lagi. Dorang so kase kode, kalau setiap kali isi tangki penuh 45 liter, kita musti mo tambah bayar Rp 30 ribu. Yang penting kwa so baku mangarti,” kata seorang pengendara mobil.

Setelah dihitung-hitung, rupanya ia tak rugi dengan memberi fee Rp 30 ribu tersebut. Sebab, ia menjual lagi premium dengan harga Rp 7000 per botol yang terkadang juga isinya tak pas satu liter. “Untungnya Rp 2500 per liter. Jadi kalau 45 liter, untungnya Rp 100 ribu lebih. Dikurang Rp 30 ribu untuk fee ke karyawan SPBU, untuk untuk satu ret saja ba antri bisa lebih dari Rp 70 ribu. Sementara rata-rata satu mobil ba antri bisa dua sampai tiga kali,” kata warga lainnya yang mencoba menghitung-hitung keuntungan bila berjualan BBM eceran.

Permainan nakal dari SPBU tersebut sempat disorot oleh Ketua LSM Balangket Kotamobagu Drs Hi Dolfie Paath. Sekaligus mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pengumpul BBM tersebut.

Sedangkan Pemkot KK melalui Dinas Perindagkop-PM Hamzah Kastur pernah berjanji akan melakukan pemeriksaan terhadap SPBU terkait dengan banyaknya keluhan warga, baik tentang tak akuratnya takaran BBM maupun perilaku karaywan yang meminta fee kepada pembeli BBM. “Jika terbukti, tentu SPBU itu harus ditindaktegas,” kata Kastur. (Eking/Jm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.