Tari Adat Menjemput Tamu Kabela ‘Mengakar’ di SDN 1 Motbes

0
156
SEMANGAT: siswa-siswi SDN 1 Motbes melakukan latihan Tari Kabela, meski tanpa guru pendamping, (Foto: Non/TOTABUANEWS).
Loading...

TOTABUANEWS, KOTAMOBAGU – Siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kelurahan Motoboi Besar (Motbes), Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, terus melestarikan Tari Kabela, yang merupakan tarian adat penjemput tamu agung, di masa kerajaan Bolaang Mongondow.

Berdasarkan pantauan TOTABUANEWS, siswa-siswi beranggotakan 7 orang, terbagi atas 3 penari, dan 4 pemain alat musik ini, melakukan latihan Tari Kabela dengan mandiri, tanpa pelatih, pada jam istirahat sekolah.

“Ini untuk persiapan menari, di acara nikahan besok malam. Jadi, walau tanpa guru, kami memperbagus penampilan dengan latihan, biar tidak salah-salah,” kata Nadira Aulia Mokagow, siswi kelas 6, yang berperan sebagai peniup suling, Senin (09/04/2018).

Kepada TOTABUANEWS, dirinya mengaku, sudah belajar meniup suling, dan bergabung dengan kelompok tari ini, sejak duduk di bangku kelas 3.

Tergabung di Sanggar Kayu Bulan, siswa-siswi SDN 1 Motbes lestarikan Tari Kabela, (Foto: Non/TOTABUANEWS).

“Tiga tahun yang lalu, saya diajak dan dilatih untuk bisa meniup suling asli, sampai sekarang ini,” jelasnya malu-malu.

Terpisah, Kepala SDN 1 Motbes, Sunarty Mosu S.Pd guru pendamping, Fadilla Sugeha mengatakan, jika para siswa ini, juga termasuk dalam sanggar Kayu Bulan asuhan bapak Syafi’ii Makalalag.

“Mereka ini dilatih oleh bapak Syafi’ii. Tapi, untuk mengisi waktu luang, biasanya para siswa ini berinisatif untuk latihan sendiri. Apalagi, kalau diundang tampil, atau ikut lomba,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, tak hanya tarian yang dilestarikan, tapi keaslian alat musik dan pemainnya, juga sangat diperhatikan.

“Yang membuat kami sedikit berbeda, kami mengutamakan pemakaian alat musik yang original, suling masih dari bambu, kolintang, dan juga gendangnya. Kami sangat menghindari, menggukan pakai alat bantu media Handphone (Hp). Karna, itu akan mematikan kratifitas, khususnya bagi para pemain alat musik pengiring tarian,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan regenerasi yang dilakukan tak hanya untuk penari, tapi juga untuk pengiring, dapat turut melestarikan tarian adat kebanggan masyarakat Kotamobagu, dan Bolaang Mongondow Raya pada umumnya.

“Harus, agar kita tidak kehilangan identitas. Kalau di SD lain saya tidak tahu. Namun, kalau di sini, kami terus melakukan regenerasi sejak anak-anak duduk di bangku kelas 3. Supaya, ketika yang lain lulus, ada yang menggantikan,” tutupnya.

Diketahui, Tari Kabela adalah tarian yang digunakan untuk menjemput tamu, yang terdiri dari 3 penari, atau lebih tapi harus jumlah ganjil. Sekarang  tari ini telah resmi masuk sebagi tarian penjemput tamu di provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dan telah banyak dikreasikan.

Peliput: Neno Karlina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.