Siaga Bencana, Pemkab Bolmong Apel Gelar Pasukan

0
0
Pemkab Bolmong saat melaksanaka apel gelar pasukan dalam rangka antisipasi bencana alam.

TNews, BOLMONG — Dalam rangka mengantisipasi bencana alam Hidrometeorologi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melaksanakan apel kesiapsiagaan dan gelar pasukan/peralatan.

Kegiatan yang diprakarsai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut dikuti Polres Bolmong yang dilaksanakan dihalam Kantor Bupati, di Lolak, Selasa (26/10/2021).

Apel itu dilakukan pemkab berdasarkan release dari BMKG, saat ini terdeteksi dua bibit siklon tropis yang tumbuh di belahan Bumi Utara (BBU) Indonesia yaitu Bibit Siklon Tropis 98W yang tumbuh di Samudera Pasifik Barat sebelah Timur Filipina tepatnya pada Koordinat 13.5 LU, 140.2. BT dengan kecepatan angin maksimum 30 Knots (54 Km/Jam) dan tekanan udara dipusatnya mencapai 1006 hPa.

Sementara Bibit Tropis 99W yang tumbuh di Laut Cina Selatan tepatnya 10.5 LU, 117.8 BT dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 Knots (37 Km/Jam) dan tekanan udara pusatnya mencapai 1007 hPa.

Kedua Bibit Siklon tropis ini bergerak ke arah Utara Barat Laut menjauhi Indonesia dan diperkirakan intensitas keduanya meningkat dalam 24 Jam Kedepan.

Keberadaan 2 bibit siklon tropis ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia khususnya Sulawesi Utara yang berpotensi terjadinya Gelombang Laut dengan ketinggian 1.25-2.5 Meter di Samudera Pasifik Timur Filipina dan berdampak juga pada kondisi cuaca yang berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Asisten I Deker Rompas saat memberikan sambutan pada apel gelar pasukan tersebut, mengatakan demi mengantisipasi cuaca ekstrim dampak dari adanya 2 bibit siklon tropis, pemkab Polres Bolmong melaksanakan apel untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kapasitas sumber daya yang dimiliki daerah maupun dukungan peralatan.

“Sehingga langkah prefentif dapat dilakukan sedini mungkin untuk meminimalisir kerugian maupun jatuhnya korban jiwa yang diakibatkan oleh bencana,” ungkap Deker.

Masyarakat dihimbau untuk lebih peka terhadap tanda tanda alam dan siap siaga dalam menghadapi setiap potensi ancaman bencana.

“Khususnya bagi masyarakat yang bermukim di pesisir pantai, bantaran sungai, perbukitan serta pegunungan,” ujar Rompas.

Imran Asiaw

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.