Silangen : Sering Tersisah bahkan Mubasir, Anggaran MaMi DPRD Sulut Akan Dipangkas

0
8
Fransiskus Silangen
  • TNews, Sulut – Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen mengatakan sudah saatnya dilakukan penghematan untuk anggaran Makan dan Minum (MaMi) di APBD 2023, hal ini disampaikan Silangen setelah mengevaluasi pemanfaatan anggaran MaMi yang setiap tahun bertambah.

Anggaran Makan Minum sudah saatnya dipangkas, selain melakukan penghematan anggaran karena hadapi resesi keuangan global, tetapi juga untuk menfhindari banyaknya MaMi yang mubasir karena tidak habis dimakan,” kata Silangen.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan, setiap kali ada iven di DPRD yang melibatkan banyak pihak sering kali makanan dan minuman yang disiapkan tidak terpakai habis. “Kita kan sibuk ikut acara, kadang makanan dan minuman tidak disentuh termasuk buah-buah yang kebanyakan impor., kan sayang kalau dibuang. Yang begini-begini coba lakukan penghematan, anggaran tersebut bisa dipakai ke program yang lebih menyentuh masyarakat,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut Silangen mengatakan akan disampaikan pada pembahasan Rancangan APBD 2023 yang rencananya akan mulai dibahas Kamis (3/11/2022). “Akan saya angkat soal ini. Karena saat kunjungan kerja ke Provinsi Bali lalu, mereka di sana menghemat anggaran MaMi sampai 300 miliar. Provinsi Bali bisa kenapa di Sulut tidak,” kata Silangen sambil menambahkan DPRD akan menghitung berapa banyak anggaran makan dan minum dalam APBD 2023. “Kita akan hitung berapa besar anggaran yang bisa dihemat,” tegasnya.

Keseriusan oenghematan anggaran MaMi oleh DPRD juga bertujuan agar kita kembali mengkonsumsi makanan lokal seperti Ubi, Sagu dan juga sayuran lokal.“Tak usah ada buah impor. Kue juga harus pakai yang tradisional saja. Misalnya pisang goreng, ubi rebus. Buah bisa beli di sekitar sini,” pungkas Silangen yang selalu mengutamakan kesehatan.

 

Sheraa Umboh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.