Disosialisasikan Pemprov Sulut, Ini Tujuan dari Aplikasi SIAP

0
48

TNews, SULUT – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen diwakili Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Gammy Kawatu membuka sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Administrasi Persediaan (SIAP) di aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Selasa (13/4/2021). Gammy Kawatu mengapresiasi aplikasi SIAP yang berpedoman pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016. “Sistim ini akan merubah kepada kita semua dalam menjalankan tugas-tugas menjadi lebih sederhana dan lebih baik,” kata Kawatu.

Sekadar diketahui, ada berbagai alasan yang melatarbelakangi hadirnya aplikasi SIAP. Antara lain karena LHP BPK RI atas Sistim Pengendalian Internal Nomor 02.B.LHP/XIX.MND/05/2020 tanggal 8 Mei 2020, menemukan pengelolaan persediaan belum tertib. BPK RI kemudian merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi Sulut khususnya pengelola barang agar menyusun, menetapkan dan kembali menyosialisasikan standar operasional prosedur tentang penatausahaan persediaan.

Selain itu, karena belum adanya format baku dalam pelaporan barang oleh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sulut, sehingga data tidak seragam. Terkait rekomendasi BPK, maka telah ditetapkan standar operasional dan prosedur barang persediaan yang ditujukan kepada pengguna barang dan kuasa pengguna barang di lingkungan Pemprov Sulut. Secara umum, aplikasi SIAP untuk memudahkan proses penatausahaan persediaan dan pelaporan barang persediaan agar lebih optimal dan meminimalisir kesalahan.

Dengan SIAP, pelaporan barang persediaan dilakukan secara periodik dengan menggunakan metode sistematis FIFO (Firts In Firts Out), dengan pengujian nilai sisa persediaan menggunakan nilai terkahir. Sebagaimana telah dikeluarkan Edaran Nomor 900/21.1958/Sekr-BKAD tanggal 24 Maret 2021, seluruh perangkat daerah di wajib menggunakan SIAP dalam penatausahaan persediaan.

 

Sumber : beritamanado.com

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.