AMPRT Gelar Aksi Pertanyakan Kinerja Pansus Dana Covid 19 Dan Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Anggaran C19

0
93

TNews, Ampana – Puluhan massa aksi yang mengatas namakan Aliansi Mahasisa,Pemuda Rakyat Tojo Una Una (AMPRT)  Selasa 25/5 kemarin turun kejalan untuk menyuarakan terkait dugaan kasus korupsi Dana Covid 19 yang terjadi belum lama ini.

Puluhan mahasiswapun bergerak dari pusat kota Ampana menuju perkatoran dimana seperti diketahui titik lokasi untuk aksi yakni Polres Touna, Kejaksaan dan berakhir di Kantor DPRD Touna.

Sebelumnya Para masa aksi mengelar orasi di depan Pintu masuk Kantor Polres Touna dan meminta kapolres untuk menemui mereka dan berdialog langsung,”Saya meminta bapak kapolres berdialog langsung dengan kami”Kami tidak mau masuk kedalam kalau hanya perwakilan yang di undang masuk ke ruang pertemuan,kami minta pak kapolres bisa temui kami di sini, teriak Korlap Charly J Pangemanan.

Sebelum kapolres menemui para pendemo, para pendemo terus lakukan orasi dimana “Dugaan kasus korupsi anggaran Covid 19 yang terkait anggaran Pospam penyekatan Perbatasan Ampana -Luwuk yang menurut mereka ada dugaan indikasi korupsi yang terjadi dalam pengelolaan anggaran yang dilakukan pihak kecamatan selaku pengelola anggaran covid 19.

Kami merasa terpanggil atas kejadian itu, kami anak daerah tidak akan diam dengan kejadian seperti itu “Kami minta pihak polres untuk menindak lanjuti dugaan korupsi yang sudah jelas jelas terjadi dan merugikan Rakyat.”Pendemo juga memertayaka apakah polres sudah menerima rekomendasi dari Tim Pansus DPRD Touna terkait anggara Covid 19.”Apakah sudah ada proses dilakukan polres terkait anggaran covid 19 khususnya di Ampana Tete?,tegas Charly.

Sesaat kemudian setelah menyampaikan aspirasinya, terlihat kapolres Akbp Rizki F Sandi SIK di dampingi para perwira Polres Touna menemui masa aksi dan melakukan dialog,.”Dalam dialog terbuka kapolres menyatakan aka menindak lanjuti laporan dan aspirasi teman teman mahasiswa.”Terkait dengan adanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi anggaran covid 19 pos pam Ampana luwuk, itu sudah saya perintahkan bagian reskrim untuk menindak lanjuti kasus tersebut dan itu reskrim telah bekerja kami telah memanggil sejumlah saksi untuk di mintai keterangan.”Dari laporan bagian reskrim sudah 18 orang yang dimintai keterangan yang tastus masih saksi, tegas Riski.

Kita akan bekerja secara profesional dan proporsional dalam menangani kasus dugaan penyalagunaan dana Covid 19.Dan proses akan kita lanjuti secepatnya kalau memang itu terbukti ada penyalahgunaan wewwenang atau tindak pidana lainya akan segera kai proses. “Kami juga meminta doa dan dukungam adik adik mahasiswa agar kami bisa menangani kasus ini dengan baik dan tegas.Kami akan bekerja secara profesional dan proporsional kita akan kumpulkan bahan sebagai alat bukti,tandas kapolres Riski.

Usai lakukan aksi di Depan Polres kemudian masa aksi bergerak menuju kantor Kejaksaan Negeri Touna dimana tuntan Aspirasi yang sama juga di sampaikan, kemudian dilanjut lagi menuju kantor DPRD Touna dimana massa Aksi tidak di ijinkan masuk ke kantor DPRD namun dengan berbagai negosiasi akhirnya massa aksi di ijinkam masuk dan langsung di arahkan di ruang pertemuan kantor DPRD Touna.”Massa aksi di terima langsung oleh ketua komisi I DPRD Touna Ilham Lamahuseng.

Sebelumnya, korlap aksi Charly Johan Pangemanan dalam orasinya menuntut keterbukaan informasi terkait hasil kerja-kerja Pansus Covid-19 di Tojo Unauna serta mendesak tim Pansus Covid-19 memberikan Rekomendasi eksternal dalam upaya penegakan hukum penyalahgunaan anggaran Covid-19.

“Informasi soal penggunaan dana Covid-19 di Kabupaten Tojo Unauna sampai saat ini simpang siur dengan nilai yang cukup besar,” dimana ada yang mengatakan 28 M, ada juga yag mengatakan 27 M bahkan ada juga yang mengatakan 26 M, ini kan artinya tidak transparan padahal anggaran begitu besar,  tegasnya

Menjawab pertanyaan Korlap Aksi dari Aliansi Ampana, Charly Johan Pangemanan terkait kinerja Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk DPRD Kabupaten Touna terkait penggunaan dana Covid-19 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Touna kurun waktu tahun 2020.

Ilham dihadapan para massa aksi secara tegas menyebutkan, secara kelembagaan hingga saat ini Pansus yang dibentuk oleh DPRD Touna, hingga saat ini masih terus bekerja di lapangan, guna mengumpulkan data yang berkaitan dengan realisasi penggunaan dana Covid-19 di daerah ini.

“Hingga saat ini tim pansus masih berada di lapangan untuk menuntaskan tugas tugasnya dalam mengumpulkan data data yang diperlukan. Nantinya hasil kinerja pansus tersebut akan disampaikan ke publik saat rapat paripurna DPRD Touna yang rencananya akan dilaksanakan 3 Juni 2021,” beber anggota DPRD Touna dari Partai Golkar ini.

Ilham mengatakan, para mahasiswa dapat mendengarkan apa saja hasil laporan pansus tersebut saat rapat paripurna nanti, sehingga dapat diketahui informasi soal penggunaan dari dana Covid-19 yang digelontorkan sebanyak miliaran rupiah tersebut.

Dales Lantapon

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.