Ini Prestasi yang Diraih Dispora Kabupaten Touna

0
30
Ketua PSSI Touna Alimudin Mohammad
Loading...

TNews, AMPANA – Dibawah kepemimpinan Bupati Muhammad Lahay, dunia pendidikan di Kabupaten Tojo Una Una (Touna) sukses menunjukan tren positif. Sejumlah prestasi berhasil ditorehkan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Touna tahun demi tahun, dibawah kepemimpinan  Kepala Dispora Alimudin Mohammad SE, MSi.

Kepada media ini, Kepala Dispora Touna Alimudin Mohammad memaparkan sejumlah Prestasi yang telah diraih selama dirinya menjabat selama dua tahun lebih. “Alhamadulillah jika dibanding tahun tahun kemarin kita mendapatkan satu kemajuan. Kenapa saya katakan ada kemajuan, karena tidaklah mungkin anggaran yang diberikan pusat maupun daerah terus tidak ada yang kita buat,” jelasnya.

Prestasi pertama kata Kadis, soal Indeks pembangunan Manusia (IPM) bidang pendidikan meningkat. “Dimana hasil penilaian dari Provinsi maupun pusat bahwa IPM dari bidang Pendidikan mengalami keniakan sekitar 0,2 persen artinya digitnya naik dan kita tertinggi katanya.Jadi dari sektor IPM sektor bidang pendidikan mengalami kenaikan,” katannya.

Lanjutnya, untuk menaikan IMP sektor pendidikan ini tidaklah mudah. Dimana hal ini perlu kerja keras, dan terus melakukan kiat kiat seperti program seperti Program Anak putus sekolah (APS). “Kita anggarkan melaui APBD dan memberikan ruang agar mereka bisa sekolah dengan program paket A,B dan C dan kita berdayakan semua PKBM, dimana ada sekitar 700 lebih yang sudah berhasil,” jelasnya.

Tambah Kadis, berdasarkan data yang dimiliki hanya sekitar 300 lebih anak putus sekolah sampai saat ini. “Dengan banyaknya anak putus sekolah, maka pak bupati mengambil satu kebijakan dengan menganggarkan hampir 2 Miliyar dengan program Maimo Mosikolah,” ujar Dia,

Hal itu kata Kadis, merupakan salah satu terobosan atau inovasi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendidikan. Selain meningkatkan lagi kualitas pendidikan, pemerintah juga mengangkat tenaga guru honorer untuk ditempatkan di tempat daerah terpencil. “Kita juga dinilai dari Provinsi dan pusat. Kita dapat rengking 4 dari 13 Kabupaten Kota dari 13 kabupaten kota,dan itu sangat terlihat prestasinya dengan program Maimo Mosikolah.

Disisi lain, untuk prestasi bidang Ujian Nasiolan ada dua, yakni ujian Nasional berdasarkan UNBK dan ujian Nasional berbasis Komputer serta ujian kertas pensil. “UNBK dulunya kita urutan 12 dari 13 se kabupaten kota, akan tetapi saat ini kita sudah meningkat jadi urutan 6, kemudian dari UNKP dari peringkat 11 naik ke peringkat 9. Saya berharap masyarakat bisa mengetahui mengenai pendidikan kita tidak stagnan hal ini tidak muda, seperti membalikan telapak tangan untuk memajukan dunia pendidikan,” jelasnya.

Berdasarkan intruksi dari kementerian pendidikan kebudayaan per bulan April 2020, kepala sekolah standar harus sudah miliki gelar Sarjana, sudah harus mengikuti diklat penguatan, dan memiliki pangkat diatas IIIc. “Dan hal ini harus segera berlakukan karena kalau tidak konsekuensinya adalah kementerian akan menahan dana Bospus,jadi untuk Touna sudah mulai kita terapkan dimana sudah ada sekitar 400 orang dan skarang sudah dilantik pak bupati untuk menjalankan tugas sebagai kepala sekola dan sudah bersyarat,” tegasnya.

Selain itu juga, Dispora Touna mendapat penilaian terbaik dari kementerian terkait pengelolaan data dapodik, dengan mendapatkan rengking 1 se Sulteng.”Dapodik sangat sentral di dunia pendidikan.  Sebelumnya kita juga mendapat penghargaan yang diterima langsung oleh pak bupati masuk 5 besar dari 13 kabupaten kota terkait 100 persen pengisian data pendidikan tetang rapor mutu. Dan dari pengolaan Sapras juga berjalan dengan baik,” tutupnya.

 

Dales Lantapon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.