Mahasiswa Kepung Rumah Dinas Gubernur Gorontalo Gegara Ini

0
152
Mahasiswa Gorontalo saat melakukan aksi menolak kenaikan BBM. (Foto Gean)

TNews, GORONTALO – Imbas dari kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang resmi diberlakukan oleh pemerintah per tanggal 3 september tahun 2022, akhirnya memicu gejolak dari berbagai elemen Mahasiswa dan Rakyat di sebagian besar wilayah Indonesia. Begitu halnya pula yang terjadi di Provinsi Gorontalo. (Selasa (6/09/2022)

Dimana para Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Gorontalo Menggugat itu, melakukan long march sambil berunjuk rasa dari depan gerbang kampus UNG hingga di titik tujuan aksi di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, sebagai bentuk penolakan dari Mahasiswa dan Rakyat terkait buntut daripada kenaikan harga BBM.

Madyatama SY. Failisa, Jenderal Lapangan saat diwawancarai menuturkan bahwa, terkait demonstrasi pada hari ini adalah sebagai bentuk warning kepada pemerintah.

Dimana ada keresahan dan bentuk penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang tentunya sangat menyusahkan dan menyengsarakan rakyat.

“Terutama bagi kalangan elemen masyarakat yang ada di Provinsi Gorontalo, dan kami akan mendatangi langsung Rumah Dinas Gubernur Gorontalo dan mengepung langsung, sebagai ungkapan dari masyarakat yang kecewa atas kenaikan BBM,” ungkap Failisa.

Lanjutnya lagi, demontrasi yang terjadi hari ini adalah sebagai bentuk protes dan warning kepada pihak Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, sebab dengan adanya naiknya BBM, itu sangat berimbas kepada berbagai segala kebutuhan masyarakat.

“Dan tentunya demonstrasi hari ini digelar karena banyakmasyarakat yang menjadi susah dan sengsara akibat kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM dan kami dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Gorontalo Menggugat akan menduduki Rumah Dinas Gubernur sebagai bentuk ungkapan kekecewaan masyarakat atas kenaikan harga BBM,” tegasnya.

Madyatama SY. Failisa selaku Jenderal Lapangan, mengungkapkan ada 5 poin utama yang mendasari demonstrasi pada hari ini diantaranya, menuntut pemerintah agar segera menurunkan harga BBM, kemudian meminta kepada pemerintah pusat agar mengalihkan dana IKN (Ibu Kota Negara) untuk pembuatan pabrik minyak bahan minyak mentah.

“Serta kami meminta kepada pemerintah untuk segera mengatasi mafia-mafia migas yang ada di Provinsi Gorontalo, maupun yang ada diluar Provinsi dan Gorontalo, dan yang terakhir adalah meminta kepada pemerintah untuk membuka data real terkait kuota subsidi BBM. Dan kemudian jikalau pemerintah tidak bisa menurukan harga BBM maka pemerintah yang harus turun dari jabatannya,” ucap Madya.

Lebih lanjut Jenderal Lapangan mengatakan bahwa, pihaknya berharap agar Pemerintah Daerah dan unsur Legislatif yang hadir tadi bisa bersama-sama berkomitmen untuk bisa mengawal aspirasi dan petisi sampai kepada Presiden RI, inti daripada demonstrasi hari ini ialah agar turunnya harga BBM. Jika harga BBM tidak mengalami penurunan maka akan ada gelombang demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar dikemudian hari.

“Kami berharap segenap unsur Pemerintah Provinsi dan Unsur Legislatif yang hadir pada hari ini untuk sama-sama berkomitmen menyampaikan aspirasi dan petisi yang kami sampaikan serta juga kami tetap mendesak penurunan harga BBM sebagaimana yang menjadi inti poin tuntutan kami, dan jika Pemerintah Pusat tidak akan menurunkan harga BBM maka ada demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar dikemudian hari,” tegasnya lagi.

Demonstrasi yang digelar pada hari ini melibatkan berbagai organisasi intra dan extra dari berbagai kampus yang ada di Kota Gorontalo, sebagaimana yang dituturkan oleh Jenderal Lapangan bahwa, sejumlah massa aksi yang hari ini melakukan demonstrasi itu terdiri dari berbagai organisasi intra dan extra kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, kemudian ada organisasi yang berasal dari Cipayung, seperti GMNI dan PMII dan ada pula Organisasi Paguyuban yang terhimpun langsung dalam aliansi ini.

Reporter : Gean Bagit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.