Pemkab Flores Timur ‘Ancam’ Cabut Ijin Usaha Bagi Pengusaha Yang Jual Beras di Atas HET

0
204
Ilustrasi beras

TNews, FLORES TIMUR –  Harga beras jenis medium dan premium di Flores Timur sebulan terakhir diduga dipermainkan oleh segelintir orang untuk meraup keuntungan, dengan semena mena menaikan harga sepihak.

Untuk itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Flores Timur, Siprianus Sina Ritan, kepada awak media, saat di konfirmasi, menjelaskan pihaknya sedang menelusuri biang kerok nakal yang memainkan harga hingga membuat warga kewalahan dan bahkan resa.

Siprianus menjelaskan, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), pengecer dan distribututor saling tuding. “Kami melakukan pertemuan melibatkan kedua belah pihak, baik distributor dan pengecet untuk memberikan keterangan,” ungkapnya.

“Antara distributor dan pengecer saling lempar masalah ini,  Kami pergi ke pengecer, mereka bilang harga dari distributor,” ungkap Kadis lagi.

Antrian warga untuk membeli beras medium di Bulog kancab Larantuka

Ia mengatakan, sesuai eterangan langsung pihak distributor dari Maumere, Kabupaten Sikka, mengaku menjual beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kemendag RI.

Berdasarkan monitoring lapangan, salah satu dari kedua belah pihak diduga sengaja memainkan situasi hingga harga melonjak drastis.

“Banyak pelaku usaha yang main kucing-kucingan bahwa alasannya ada di distributor, sementara distributor bilang jual sesuai aturan. Berarti diantara dua pihak ini pasti ada yang memainkan situasi,” jelas Sipri.

Di Pasar Larantuka, harga beras premium tembus Rp 15.000 per kilogram, sementara beras medium sudah normal lantaran Perum Bulog Larantuka membuka pasar murah yang menjual beras sesuai HET yaitu Rp 9.000 per kilo gram.

“Premium rata Rp 14.000, ada juga yang Rp 15.000, sementara medium hampir tidak ditemukan.

Kadis mengaku sudah memberikan teguran keras terhadap pedagang pasar agar tidak memasang harga di atas kewajaran. Ia juga mengingatkan Bulog Larantuka hanya melayani penjual bagi warga.

“Yang masih jual di atas HET maka kita akan cabut ijin usaha dan libatkan APH (penegak hukum),” tegas Sipri.

Reporter : Bram Muda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.