Wawali Tidore Kepulauan Klarifikasi soal Berita LHKPN, Sinen: Harta Saya Menyusut karena Hutang

0
71
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen

TNews, MALUKU UTARA – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen akhirnya angkat bicara soal pemberitaan tentang dugaan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Muhammad Sinen mengaku, dirinya tidak merasa cemas soal pemberitaan tersebut. “Berita tentang dugaan saya merekayasa LHKPN itu lucu, karena tidak konfirmasi ke saya,” tutur Muhammad Sinen Minggu (24/12).

Muhammad Sinen juga menyentil soal berita kalau dirinya tidak melaporkan beberapa unit mobil ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seperti mobil merek Pajero dan mobil Sport warna merah dan satu bidang tanah.

“Perlu saya jelaskan, laporan harta kekayaan itu kalau barang tersebut sudah jadi milik kita. Misalnya mobil, bukan cuma mobilnya yang kita laporkan, tapi surat administrasinya juga kita sertakan. Seperti BPKB dan STNK. Dalam kepemilikan itu harus atas nama saya. Kenapa mobil Toyota merah ini belum saya laporkan karena mobil ini masih dalam tahap pelunasan (cicil) selama 4 tahun dan baru selesai tahun 2023 ini. Karena mobil itu saya tidak beli cash tapi kredit. Jadi kalau barang itu statusnya masih utang, itu tidak bisa masuk dalam harta kekayaan. Nanti jika sudah ada proses balik nama, baru bisa dilaporkan sebagai harta kekayaan saya di 2024,” ungkap Wakil Wali Kota Tidore.

Tak hanya itu, Wakil Wali Kota menambahkan, selain itu, misalnya tentang rumah, mobil dan tanah. Jika mobil itu sudah dihibahkan ke salah satu anak, karena anak tersebut sudah menikah dan telah membangun keluarga sendiri. Kemudian harta tersebut sudah ada balik nama atas nama anak, maka harta tersebut tidak bisa tercatat sebagai harta kekayaannya.

“Karena saya sudah hibahkan ke anak saya. Makanya saya merasa lucu karena pemberitaan tersebut sangat tendensius,” tegas Muhammad Sinen.

Menurutnya, wilayah Kota Tidore luasnya cukup kecil. Segala sesuatu hal tidak mungkin bisa disembunyikan karena pasti diketahui banyak orang.

Muhammad Sinen mengemukakan, harta kekayaaan periode 2019-2020 sekitar Rp. 2 miliar lebih. Sedangkan, di periode tahun selanjutnya, harta kekayaan menurun, itu disebabkan karena ada utang.

“Harta kekayaan menurun itu karena ada pinjaman di Bank yaitu Bank BPD. Istri saya juga ada pinjaman di Bank. Jadi bukan rekayasa. Selain ada utang itu, mobil Pajero yang ditanyakan itu juga sudah dihibahkan ke anak saya, jadi kepemilikan mobil itu atas nama anak saya, bukan atas nama saya. Jadi tidak masuk sebagai harta kekayaan saya,” kata Wawali.

Muhammad Sinen mengatakan, semua orang tentu tahu harta kekayaan dirinya. Bahkan, menyembunyikan harta kekayaan itu sama seperti menyimpan buah durian. Lama-lama pasti baunya tercium. Dua unit mobil yang dipermasalah itu bisa ditelusuri. Pembelian mobil itu tidak cash melainkan kredit atau dicicil.

Sebelum menjadi anggota DPRD dan Wakil Wali Kota, lanjut Muhammad Sinen, dirinya memiliki usaha yakni jasa transportasi laut atau speedboat.

“Jadi dari hasil usaha speedboat ditambah dengan pendapatan sebagai Wakil Wali Kota itu kemudian dipakai untuk menutupi pinjaman di Bank. Bahkan, penyetoran pinjaman di Bank itu beberapa kali tertunda,” beber Muhammad Sinen.

Kendati begitu, Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen mengaku berterima atas pemberitaan sebelumnya karena telah mengingatkan dan memberi suatu langkah ikhtiar kepada dirinya sebagai seorang pejabat negara.

“Saya bersyukur karena sudah mengingatkan dan memberi satu ikhtiar kepada saya,” ucap Wawali mengakhiri.

Peliput : Amat Wijaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.