Penanganan Kasus Ferdy Sambo Dinilai Tak Transparan

0
20
Ferdy sambo ( foto: portaljojga )

TNews, HUKRIM – Survei Litbang Kompas mencatat mayoritas publik menilai pengungkapan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tidak dilakukan secara transparan kepada publik.

Litbang Kompas mencatat sebanyak 44,9 persen responden berpendapat proses penanganan kasus penembakan Brigadir J masih tidak transparan. Meskipun di sisi lain, Kompas menemukan 33,5 persen responden menilai penanganan kasus sudah dilakukan secara terbuka.

Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari langkah pengungkapan kasus Brigadir J yang terkesan alot dan berjalan lama. Sementara itu banyak pernyataan elite Polri yang berubah-ubah sehingga memunculkan banyak pertanyaan besar dibenak publik.

Selain itu, selang satu bulan penyidikan kasus kematian Brigadir J, polisi baru menetapkan satu tersangka yakni Bharada Richard Eliezer (E).

“Ketika itu, banyak pihak yang menganggap Polri seperti tidak memiliki keberanian untuk mengungkap siapa dalang di balik peristiwa pembunuhan itu,” tulis Litbang Kompas, Senin (5/9).

Kendati demikian, dalam survei yang sama, sebanyak 63,33 persen responden menilai, penegakan hukum dalam kasus Brigadir J akan memberikan keadilan meskipun pelaku yang terlibat merupakan anggota polisi.

Sementara 30 persen responden menilai penanganan kasus Brigadir J tidak akan berkeadilan dan 6,7 persen lainnya menjawab tidak tahu.

“Penetapan tersangka, termasuk terhadap jajaran perwira tinggi Polri yang terlibat, menjadi pembuktian bagi keseriusan dalam mengungkap kasus pembunuhan Nofriansyah,” ujar Litbang Kompas.

Selain itu, Litbang Kompas juga mencatat mayoritas responden sebanyak 67,6 persen meyakini bahwa kasus kematian Brigadir J bakal diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.

Adapun rinciannya, ada 57,9 persen responden yang yakin, 9,7 persen responden sangat yakin, 26,9 persen tidak yakin, dan 2,6 persen responden sangat tidak yakin kasus ini bakal diusut tuntas.

“Keyakinan publik akan tuntasnya kasus ini merupakan modal sosial bagi Polri yang tengah menjadi sorotan. Publik juga masih menaruh harapan bahwa Polri mampu menunjukkan kinerja yang baik pada waktu mendatang,” jelasnya.

Untuk diketahui, survei dilakukan terhadap 502 orang responden berusia di atas 17 tahun yang berada dari 34 provinsi. Survei dilaksanakan sepanjang 23-26 Agustus 2022.

Survei Litbang Kompas kali ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen. Nirpencuplikan penelitian ± 4,37 persen pada kondisi penarikan sampel acak

Sumber: cnnindonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.