{"id":174491,"date":"2024-08-15T10:09:00","date_gmt":"2024-08-15T03:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/totabuan.news\/?p=174491"},"modified":"2024-08-15T12:01:29","modified_gmt":"2024-08-15T04:01:29","slug":"agus-santoso-mengangkat-martabat-dunia-penerbangan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/totabuan.news\/?p=174491","title":{"rendered":"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Dr. Ir. Agus Santoso, MSc., lahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah sosok penting dalam kemajuan penerbangan Indonesia. Setelah studi di ITB dan Prancis, Agus berperan dalam pengembangan pesawat N 212 dan CN 235. Sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Udara, ia meningkatkan nilai keselamatan ICAO Indonesia dan mencabut sanksi Uni Eropa. Setelah pensiun, Agus aktif sebagai komisaris di BUMN dan Dewan Komisaris InJourney Aviation Services, serta menulis tentang keselamatan penerbangan. Hobi memasaknya menambah warna dalam kehidupannya. Prestasinya terus menginspirasi industri penerbangan nasional.<\/p>\n<p>Dr. Ir. Agus Santoso, MSc.,\u00a0<br \/>\nlahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah salah satu sosok penting dalam<br \/>\nsejarah ban penerbangan Indonesia. Dengan dedikasinya, ia telah berkontribusi<br \/>\nbesar dalam mengangkat reputasi dunia penerbangan nasional di mata<br \/>\ninternasional. <\/p>\n<p>Memulai kariernya setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung<br \/>\n(ITB), Agus langsung terjun ke dunia penerbangan bersamaan dengan berkembangnya<br \/>\nindustri teknologi tinggi di Indonesia serta kerja sama erat antara ITB dan PT<br \/>\nIndustri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dalam memajukan kedirgantaraan<br \/>\nIndonesia.<\/p>\n<p>Ketertarikan Agus terhadap dunia penerbangan tidak lepas dari<br \/>\npengaruh mantan Presiden RI, Profesor B.J. Habibie, yang memelopori program<br \/>\nberteknologi tinggi di Indonesia. Hal ini mendorong Agus untuk mendalami bidang<br \/>\n<i>aircraft structure,<\/i> di mana ia berperan sebagai analis struktur dan<br \/>\ninsinyur pengujian struktur pesawat. Kontribusinya pada pengembangan pesawat N<br \/>\n212 dan CN 235 menjadi salah satu tonggak penting dalam karier awalnya.<\/p>\n<p>Agus kemudian mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan studi<br \/>\nmagister di <i>Ecole Nationale de l&#8217;Aviation Civile <\/i>(ENAC) dan ENSICA di<br \/>\nPrancis, sebuah langkah yang membuka cakrawala baru baginya dalam dunia<br \/>\npenerbangan. Selama masa studi di Eropa, ia tidak hanya memperdalam ilmunya<br \/>\ntetapi juga menjalin koneksi dengan para ahli teknologi tinggi. <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/public-421\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Jerih payahnya<br \/>\nmenimba ilmu di negeri orang makin tersemangati ketika kemudian ia dibantu<br \/>\nrekan kuliahnya di Ecole yang sama yang berlatar belakang ilmu komputer lulusan<br \/>\nteknik Informatika ITB, sinergi profesional ini menghasilkan kebijakan<br \/>\nstrategis dalam konsep keselamatan penerbangan Indonesia. Rekan seprofesi<br \/>\ninilah yang kelak menjadi pendamping hidupnya. <\/p>\n<p>Setelah menyelesaikan studinya di Prancis, Agus kembali ke Indonesia<br \/>\ndengan semangat baru dan wawasan yang lebih luas. Ia diberi kepercayaan oleh<br \/>\nProf. Habibie untuk berperan sebagai regulator penerbangan, bukan sebagai<br \/>\nprodusen lagi. Kariernya sebagai regulator dimulai dari posisi Inspektur<br \/>\nKelaikudaraan Pesawat, yang kemudian berkembang menjadi Kepala Seksi, Kepala<br \/>\nBagian Perencanaan, Direktur Bandar Udara, Kepala Badan Kebijakan Transportasi,<br \/>\nhingga mencapai puncak jabatan regulator yaitu sebagai Direktur Jenderal<br \/>\nPerhubungan Udara di Kementerian Perhubungan, maka dari itu ia disebut sebagai<br \/>\npejabat karir.<\/p>\n<p>Sebagai Dirjen Perhubungan Udara, Agus dihadapkan pada tantangan<br \/>\nbesar untuk meningkatkan keselamatan dan reputasi penerbangan Indonesia. Dengan<br \/>\nketelatenan dan dedikasinya, ia melakukan inspeksi lapangan secara langsung,<br \/>\nyang membantunya menemukan solusi tepat untuk meningkatkan keselamatan<br \/>\npenerbangan. Hasilnya adalah peningkatan signifikan dalam nilai ICAO <i>safety<br \/>\ncompliance<\/i> Indonesia dari di bawah 50 menjadi di atas 80, sebuah pencapaian<br \/>\nyang luar biasa.<\/p>\n<p>Prestasi ini tidak hanya mengangkat reputasi Indonesia di mata<br \/>\ninternasional tetapi juga membuahkan hasil konkret berupa pencabutan sanksi<br \/>\ndari Uni Eropa, yang selama 11 tahun melarang maskapai Indonesia terbang di<br \/>\nwilayahnya. Agus menerima apresiasi dari Uni Eropa saat itu dengan sebutan<br \/>\n&#8220;<i>Paramount Achievement on Aviation Safety<\/i>&#8221; dan dari Presiden<br \/>\nICAO yang berkantor di Canada atas prestasinya dalam menciptakan \u201c<i>Resolving<br \/>\nAviation Safety<\/i>\u201c dan\u00a0 <i>&#8220;Zero<br \/>\nPassenger Fatal Accident&#8221;<\/i> selama masa jabatannya tidak ada penumpang<br \/>\nmeninggal karena kecelakaan. Keberhasilan ini diakui oleh Presiden Joko Widodo,<br \/>\nyang menyebut pencabutan sanksi Uni Eropa sebagai &#8220;Kado Terindah Lebaran<br \/>\nuntuk Indonesia di tahun 2018&#8221; dalam unggahannya di Instagram<br \/>\nKepresidenan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/public-422\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Setelah pensiun dari posisi Dirjen pada usia 60 tahun, Agus tidak<br \/>\nberhenti berkontribusi bagi dunia penerbangan. Ia masih aktif sebagai Komisaris<br \/>\nUtama di beberapa BUMN, termasuk PT Garuda Indonesia, Airnav Indonesia, Angkasa<br \/>\nPura II, dan Angkasa Pura I Airport.<\/p>\n<p>Perannya kini di tahun 2024 sebagai Dewan Komisaris di InJourney<br \/>\nAviation Services, sebuah lembaga baru yang bertindak sebagai holding aviation<br \/>\nservices untuk kegiatan penerbangan di Indonesia, menegaskan komitmennya dalam<br \/>\nmemajukan industri penerbangan tanah air. Dalam karirnya di BUMN berkali ia<br \/>\nbekerja dalam Komite Audit karena baginya ingin menerapkan Efisiensi dan<br \/>\nefectiveness di BUMN melalui jargon kombinasi \u201c<i>Cost Leader in Compliance to Regulation<\/i>\u201d<br \/>\nmenjadikan investasi optimum terarah bagi BUMN.<\/p>\n<p>Selain itu, Agus juga aktif menulis dan berbagi pemikirannya<br \/>\nmengenai dunia penerbangan. Salah satu tulisannya yang menarik di penghujung<br \/>\npemerintahan Jokowi tahun 2024 dengan isu penutupan 17 Bandara Internasional di<br \/>\nIndonesia adalah artikel opininya di majalah GATRA berjudul &#8220;Membaca Arah<br \/>\nPresiden tentang Pembatasan Jumlah Bandara Internasional di Indonesia,&#8221;<br \/>\nyang diterbitkan pada 11 Agustus 2021 membuat orang faham terhadap kebijakan<br \/>\npemerintah yang kadang terlihat kontroversial padahal tujuannya benar. Melalui<br \/>\ntulisan-tulisannya, Agus berusaha untuk terus menyumbangkan wawasan dan<br \/>\npemikirannya mendorong kemajuan industri penerbangan nasional.<\/p>\n<p>Di samping itu, Agus juga menaruh perhatian pada keselamatan<br \/>\npenerbangan, mengutip dari majalah GATRA yang terbit 22 Agustus 2018 berjudul<br \/>\n&#8220;Keselamatan Penerbangan Kawal Konektivitas&#8221;. Agus mengungkapkan<br \/>\nbagaimana menerapkan strategi tepat dalam menghadapi EU yang dimulai dari<br \/>\nmemperbaiki pekerjaan rumah dengan Amerika dari sisi 3 Annexes dan Indonesia<br \/>\nakan naik ke FAA <i>1st Category<\/i>. Lalu, juga dengan cara merombak secara<br \/>\npesat dari berbagai lini seperti peraturan perundang-undangan (legislasi dan<br \/>\nregulasi) diperbaiki menyesuaikan standar internasional. Hal ini tentu saja<br \/>\nakan mengacu pada keselamatan penumpang yang utama dengan begitu maka akan<br \/>\nmemberikan dampak berganda bagi pertumbuhan di sektor ekonomi, industri<br \/>\npariwisata, perdagangan dan investasi.<\/p>\n<p>Di balik kesibukannya yang padat, Agus memiliki kegemaran membantu<br \/>\nistri memasak, sebuah hobi sampingan sang istri sejak masa studinya di Eropa.<br \/>\nIa menikmati bereksperimen dengan berbagai resep masakan, mulai dari kuliner<br \/>\nItalia dan Prancis hingga makanan khas Indonesia seperti bakso Wonogiri. Hobi<br \/>\nini tidak hanya memberinya kesenangan pribadi tetapi juga menjadi cara baginya<br \/>\nuntuk mengungkapkan kreativitas di luar dunia penerbangan namun tetap terhubung<br \/>\nkarena ide awalnya ingin melengkapi menu <i>inflight<\/i> selama penerbangan<br \/>\nmaupun lounge di terminal airport dengan menu ketimuran yang digemari yakni<br \/>\nbakso.<\/p>\n<p>Dengan segudang prestasi dan dedikasi, Agus Santoso telah mengukir<br \/>\nnamanya dalam sejarah dunia penerbangan Indonesia, membawa industri ini menuju<br \/>\nera baru yang lebih berkeselamatan, aman, nyaman, maju, dan terpercaya.<br \/>\nWarisannya sebagai seorang pemimpin visioner dan pelopor keselamatan<br \/>\npenerbangan akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Ir. Agus Santoso, MSc., lahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah sosok penting dalam kemajuan penerbangan Indonesia. Setelah studi di<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":174493,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4800],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-174491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wisata"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dr. Ir. Agus Santoso, MSc., lahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah sosok penting dalam kemajuan penerbangan Indonesia. Setelah studi di ITB dan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dr. Ir. Agus Santoso, MSc., lahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah sosok penting dalam kemajuan penerbangan Indonesia. Setelah studi di ITB dan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TOTABUAN.NEWS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/www.facebook.com\/totabuanews\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-15T03:09:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-15T04:01:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/public-420\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1152\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=174491\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6500398b2e53ce332e61ead7327afa69\"},\"headline\":\"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia\",\"datePublished\":\"2024-08-15T03:09:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-15T04:01:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=174491\"},\"wordCount\":963,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/public-420\",\"articleSection\":[\"Wisata\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=174491\",\"url\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02\",\"name\":\"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/public-420\",\"datePublished\":\"2024-08-15T03:09:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-15T04:01:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6500398b2e53ce332e61ead7327afa69\"},\"description\":\"Dr. Ir. Agus Santoso, MSc., lahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah sosok penting dalam kemajuan penerbangan Indonesia. Setelah studi di ITB dan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/public-420\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/public-420\",\"width\":1152,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\\\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/\",\"name\":\"TOTABUAN.NEWS\",\"description\":\"Media Lokal Untuk Indonesia\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6500398b2e53ce332e61ead7327afa69\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ca3e57f8594dbbb77a2f25c2b4ad04cdeb375a2babc5c7b9c09097920d8373c1?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ca3e57f8594dbbb77a2f25c2b4ad04cdeb375a2babc5c7b9c09097920d8373c1?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ca3e57f8594dbbb77a2f25c2b4ad04cdeb375a2babc5c7b9c09097920d8373c1?s=96&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/totabuanews.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?author=7\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia","description":"Dr. Ir. Agus Santoso, MSc., lahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah sosok penting dalam kemajuan penerbangan Indonesia. Setelah studi di ITB dan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia","og_description":"Dr. Ir. Agus Santoso, MSc., lahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah sosok penting dalam kemajuan penerbangan Indonesia. Setelah studi di ITB dan","og_url":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02","og_site_name":"TOTABUAN.NEWS","article_publisher":"http:\/\/www.facebook.com\/totabuanews","article_published_time":"2024-08-15T03:09:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-15T04:01:29+00:00","og_image":[{"width":1152,"height":768,"url":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/public-420","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=174491"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/totabuan.news\/#\/schema\/person\/6500398b2e53ce332e61ead7327afa69"},"headline":"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia","datePublished":"2024-08-15T03:09:00+00:00","dateModified":"2024-08-15T04:01:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=174491"},"wordCount":963,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/public-420","articleSection":["Wisata"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=174491","url":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02","name":"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/public-420","datePublished":"2024-08-15T03:09:00+00:00","dateModified":"2024-08-15T04:01:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/#\/schema\/person\/6500398b2e53ce332e61ead7327afa69"},"description":"Dr. Ir. Agus Santoso, MSc., lahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah sosok penting dalam kemajuan penerbangan Indonesia. Setelah studi di ITB dan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#primaryimage","url":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/public-420","contentUrl":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/public-420","width":1152,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02\/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/totabuan.news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/totabuan.news\/#website","url":"https:\/\/totabuan.news\/","name":"TOTABUAN.NEWS","description":"Media Lokal Untuk Indonesia","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/totabuan.news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/totabuan.news\/#\/schema\/person\/6500398b2e53ce332e61ead7327afa69","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ca3e57f8594dbbb77a2f25c2b4ad04cdeb375a2babc5c7b9c09097920d8373c1?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ca3e57f8594dbbb77a2f25c2b4ad04cdeb375a2babc5c7b9c09097920d8373c1?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ca3e57f8594dbbb77a2f25c2b4ad04cdeb375a2babc5c7b9c09097920d8373c1?s=96&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/totabuanews.com"],"url":"https:\/\/totabuan.news\/?author=7"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/174491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=174491"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/174491\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":174496,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/174491\/revisions\/174496"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/174493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=174491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=174491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=174491"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=174491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}