{"id":181638,"date":"2024-11-17T19:28:00","date_gmt":"2024-11-17T12:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/totabuan.news\/?p=181638"},"modified":"2024-11-17T23:01:33","modified_gmt":"2024-11-17T15:01:33","slug":"anak-singkong-di-little-tokyo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/totabuan.news\/?p=181638","title":{"rendered":"Anak Singkong di Little Tokyo"},"content":{"rendered":"<p>2 tahun kisah Lokaholik memuliakan artisan nusantara. Lokaholik hadir dalam dunia bar yang dibanjiri produk impor dengan idealisme dan keberaniannya menjadi sebuah rumah minum yang hanya menggunakan bahan lokal.<\/p>\n<p>Lokaholik, rumah minum<br \/>\nNusantara di Melawai, Jakarta Selatan. Istimewa bukan hanya karena bernuansa<br \/>\nsebuah mesin waktu, namun karena keberaniannya untuk mempromosikan kekayaan<br \/>\nbudaya minuman fermentasi Indonesia. <\/p>\n<p>2 tahun sudah Lokaholik berdiri tegak berjuang mencari tuan dan puan para pejuang untuk mempromosikan karya artisan minuman fermentasi nusantara yang sejatinya menjadi bintang di mancanegara. <\/p>\n<p>Lokaholik berdiri di tahun 2022, kala pariwisata ditaklukan oleh ganasnya pandemi. Para<br \/>\nartisan minuman distilasi yang tadinya beralih karir menjadi bartender kapal<br \/>\npesiar mulai mencoba peruntungannya meramu resep arak di Bali yang mereka<br \/>\ndapatkan secara turun menurun dari keluarganya. Sebagian artisan, mereka akhirnya dapat membangun <i>brand<\/i> mereka<br \/>\nsendiri walaupun masih terus berjuang mendapatkan sebuah \u2018rumah\u2019 untuk ciptaan<br \/>\nmereka.<\/p>\n<p>&lt;img style=&quot;width: 100%;&quot; src=&quot;https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/3674d6a7-e8b7-4c90-95c7-c03353ea4c00\/public&quot; alt=&quot;Petugas membersihkan logo Lokaholik. 2 tahun Lokaholik berdiri di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, menjadi rumah minuman nusantara bagi para artisan minuman fermentasi nasional.<br \/>&#8221; \/&gt;<\/p>\n<p>\u201cSaat kami mulai, banyak sekali yang skeptis dan<br \/>\nbahkan berpikir kami tidak akan bisa bertahan. Banyak juga yang berpikir kami<br \/>\nakan beralih menjadi bar biasa yang menggunakan barang impor, padahal minuman<br \/>\n(bangsa) kita ini enak dan tidak kalah dibandingkan produk impor,\u201d ujar Joshua<br \/>\nSimandjuntak, pendiri Lokaholik. <\/p>\n<p>Budaya minum Nusantara sudah tercatat sejak abad ke-7<br \/>\ndalam Sejarah Lama Dinasti Tang oleh I-Tsing. <\/p>\n<p>I-Tsing, dalam kunjungannya ke Kerajaan Kalingga (antara Pekalongan dan<br \/>\nJepara) menulis, \u201c<i>Negeri ini sangat kaya. Orang-orang di negeri<br \/>\nini membuat arak dari bunga pohon kelapa yang menggantung. Panjang bunganya<br \/>\nlebih dari tiga kaki. Tebalnya sebesar lengan orang dewasa. Untuk menjadi arak, bunganya akan dipotong<br \/>\ndan niranya dikumpulkan, rasanya manis<\/i>.\u201d<br \/>\nTuak, minuman fermentasi berbahan dasar palma<br \/>\nyang jarang ditemukan di negara lain di dunia.<\/p>\n<p>\u201cBudaya ini dulunya terkenal, dikagumi, namun sekarang<br \/>\nsering ditutupi. Para artisannya tidak<br \/>\ndihargai dan industrinya tertidur bagaikan sebuah harta karun yang belum<br \/>\ntergali apalagi dimanfaatkan,\u201d jelas Joshua sambil menunjukkan jarinya ke<br \/>\nbarisan rapi botol-botol berisi minuman beralkohol dari segala penjuru<br \/>\nnusantara di belakang meja bar.<\/p>\n<p>&lt;img style=&quot;width: 100%;&quot; src=&quot;https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/83a286a4-d9aa-4db3-9d98-a3443f90a900\/public&quot; alt=&quot;Bar dengan ragam minuman lokal di Lokaholik.<br \/>&#8221; \/&gt;<\/p>\n<h2>Menjadi \u201cRumah\u201d bagi artisan nusantara<\/h2>\n<p>Di kala banyak bar dan restoran malu menyajikan<br \/>\nminuman lokal bahkan enggan mencantumkan merek minuman lokal yang mereka<br \/>\njadikan campuran dalam sajian mereka. Lokaholik mengambil resiko mencantumkan<br \/>\nnama merek para-artisan nusantara dengan bangga. Saat ini sudah ada 13 merek<br \/>\nlokal yang digunakan oleh Lokaholik, beberapa diantaranya merupakan perusahaan<br \/>\nlokal telah memperluas pasar mereka ke luar negeri seperti Cap Tikus, Haten<br \/>\nWine dan Iwak.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak sih tamu yang akhirnya berpikir bar itu<br \/>\nkelasnya kurang baik, apabila menyajikan barang lokal.\u00a0 Ada juga tamu yang berharap barang lokal<br \/>\nharus murah walaupun minuman tersebut berkualitas superior dan dapat dibandingkan dengan minuman impor yang memiliki harga 2-3 kali lipat lebih tinggi,\u201d Joshua<br \/>\nmengutarakan motivasinya mendirikan Lokaholik.<\/p>\n<p>&lt;img style=&quot;width: 100%;&quot; src=&quot;https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/3b2521b0-8940-4200-9378-e773652d4400\/public&quot; alt=&quot;Pengunjung Lokaholik menikmati minuman fermentasi lokal berkualitas internasional.<br \/>&#8221; \/&gt;<\/p>\n<p>\u201cBagi saya, Lokaholik ini<br \/>\npahlawan. Walaupun kami sempat menjadi souvenir acara G20, kami waktu itu tidak<br \/>\nmemiliki rumah permanen untuk memperkenalkan produk kami, hingga saat itu kami<br \/>\ndiajak masuk ke Lokaholik. Saya melihat ciptaan saya sebagai sebuah kanvas<br \/>\nuntuk para artisan muda dapat berkarya agar lebih banyak lagi anak muda dapat<br \/>\nmenjaga dan mengembangkan budaya ini,\u201d tandas Ida Ayu Puspa Eny salah satu<br \/>\nartisan pencipta Iwak Arumery sambil menuangkan minuman ciptaannya.<\/p>\n<p>Banyak artisan muda memulai perjalanannya meramu dan<br \/>\nmeracik minuman fermentasi dan distilasi nusantara di balik meja bar dalam<br \/>\nperjalanannya menjadi seorang <i>mixologist<\/i>. \u201cSaya berusaha menciptakan sebuah racikan <i>cocktail<\/i><br \/>\nyang memiliki citarasa lokal namun dapat mudah dinikmati oleh tamu<br \/>\ninternasional&#8221;, Panji Mulyadi,<i> head bartender<\/i> Lokaholik menyampaikan<br \/>\nvisi yang tertuang dalam semua ciptaannya.<\/p>\n<p>Ketua Gerakan Fermentasi Nusantara (Fermenusa) Bambang Britono turut menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan Lokaholik. Ia mengatakan, &#8220;Kami berharap tujuan mulia Lokaholik menjadikan minuman fermentasi tuan rumah di negeri sendiri dapat menjadi tolak ukur dan inspirasi bagi industri restoran dan bar di Indonesia.&#8221;<\/p>\n<p>\u201cKe depannya, saya ingin Lokaholik ini dipenuhi para<br \/>\npemikir kritis dan kreatif Nusantara yang ingin berbagi rasa, cita, dan<br \/>\nbahagia,\u201d Joshua memandang ke hiruk pikuk para pengunjung malam itu.<\/p>\n<p>\u201c<i>Aku suka singkong, kau suka keju<\/i>,\u201d syair lagu dari<br \/>\nmusisi lawas Ari Wibowo terdengar di Lokaholik malam itu. Memang betul kata Bang Ari, Indonesia yang<br \/>\nanak singkong tidak perlu menyamar menjadi anak keju, menjadi tuan rumah di bangsanya sendiri.<\/p>\n<p>2 tahun sudah Lokaholik<br \/>\nberdiri tegak berjuang mencari tuan dan puan para pejuang untuk mempromosikan<br \/>\nkarya artisan nusantara yang sejatinya menjadi bintang di mancanegara.<\/p>\n<p>Terlihat banyak tuan puan para pejuang dan punggawa<br \/>\nbersenandung dan tertawa, berjoget tipis, dan duduk santai menyeruput \u2018Kembang Desa\u2019<br \/>\n<i>cocktail<\/i> andalan Lokaholik, sang Anak Singkong yang nekad menjadi rumah minum 100%<br \/>\nNusantara yang pertama di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2 tahun kisah Lokaholik memuliakan artisan nusantara. Lokaholik hadir dalam dunia bar yang dibanjiri produk impor dengan idealisme dan keberaniannya menjadi sebuah<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":181640,"comment_status":"close","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-181638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Anak Singkong di Little Tokyo<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"2 tahun kisah Lokaholik memuliakan artisan nusantara. Lokaholik hadir dalam dunia bar yang dibanjiri produk impor dengan idealisme dan keberaniannya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anak Singkong di Little Tokyo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"2 tahun kisah Lokaholik memuliakan artisan nusantara. Lokaholik hadir dalam dunia bar yang dibanjiri produk impor dengan idealisme dan keberaniannya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TOTABUAN.NEWS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/www.facebook.com\/totabuanews\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-17T12:28:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-17T15:01:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/public-212\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"marketing vritimes\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"marketing vritimes\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\\\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=181638\"},\"author\":{\"name\":\"marketing vritimes\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7129677cc659e7befd9ab0f7ec459316\"},\"headline\":\"Anak Singkong di Little Tokyo\",\"datePublished\":\"2024-11-17T12:28:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-17T15:01:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=181638\"},\"wordCount\":842,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\\\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/public-212\",\"articleSection\":[\"Ekonomi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=181638\",\"url\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\\\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02\",\"name\":\"Anak Singkong di Little Tokyo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\\\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\\\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/public-212\",\"datePublished\":\"2024-11-17T12:28:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-17T15:01:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7129677cc659e7befd9ab0f7ec459316\"},\"description\":\"2 tahun kisah Lokaholik memuliakan artisan nusantara. Lokaholik hadir dalam dunia bar yang dibanjiri produk impor dengan idealisme dan keberaniannya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\\\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\\\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\\\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/public-212\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/public-212\",\"width\":1024,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/vritimes.com\\\/id\\\/articles\\\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\\\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Anak Singkong di Little Tokyo\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/\",\"name\":\"TOTABUAN.NEWS\",\"description\":\"Media Lokal Untuk Indonesia\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7129677cc659e7befd9ab0f7ec459316\",\"name\":\"marketing vritimes\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8e1fae59d07b043f3425777cc3b06a1e1a8916d2fe898354b263f0ff74513779?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8e1fae59d07b043f3425777cc3b06a1e1a8916d2fe898354b263f0ff74513779?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8e1fae59d07b043f3425777cc3b06a1e1a8916d2fe898354b263f0ff74513779?s=96&r=g\",\"caption\":\"marketing vritimes\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?author=51\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Anak Singkong di Little Tokyo","description":"2 tahun kisah Lokaholik memuliakan artisan nusantara. Lokaholik hadir dalam dunia bar yang dibanjiri produk impor dengan idealisme dan keberaniannya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Anak Singkong di Little Tokyo","og_description":"2 tahun kisah Lokaholik memuliakan artisan nusantara. Lokaholik hadir dalam dunia bar yang dibanjiri produk impor dengan idealisme dan keberaniannya","og_url":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02","og_site_name":"TOTABUAN.NEWS","article_publisher":"http:\/\/www.facebook.com\/totabuanews","article_published_time":"2024-11-17T12:28:00+00:00","article_modified_time":"2024-11-17T15:01:33+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":768,"url":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/public-212","type":"image\/jpeg"}],"author":"marketing vritimes","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"marketing vritimes","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=181638"},"author":{"name":"marketing vritimes","@id":"https:\/\/totabuan.news\/#\/schema\/person\/7129677cc659e7befd9ab0f7ec459316"},"headline":"Anak Singkong di Little Tokyo","datePublished":"2024-11-17T12:28:00+00:00","dateModified":"2024-11-17T15:01:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=181638"},"wordCount":842,"image":{"@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/public-212","articleSection":["Ekonomi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=181638","url":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02","name":"Anak Singkong di Little Tokyo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/public-212","datePublished":"2024-11-17T12:28:00+00:00","dateModified":"2024-11-17T15:01:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/#\/schema\/person\/7129677cc659e7befd9ab0f7ec459316"},"description":"2 tahun kisah Lokaholik memuliakan artisan nusantara. Lokaholik hadir dalam dunia bar yang dibanjiri produk impor dengan idealisme dan keberaniannya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#primaryimage","url":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/public-212","contentUrl":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/public-212","width":1024,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a7aca395-55ed-11ee-bedf-0a58a9feac02\/570e9997-a4e3-11ef-81fd-0a58a9feac02#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/totabuan.news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Anak Singkong di Little Tokyo"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/totabuan.news\/#website","url":"https:\/\/totabuan.news\/","name":"TOTABUAN.NEWS","description":"Media Lokal Untuk Indonesia","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/totabuan.news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/totabuan.news\/#\/schema\/person\/7129677cc659e7befd9ab0f7ec459316","name":"marketing vritimes","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8e1fae59d07b043f3425777cc3b06a1e1a8916d2fe898354b263f0ff74513779?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8e1fae59d07b043f3425777cc3b06a1e1a8916d2fe898354b263f0ff74513779?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8e1fae59d07b043f3425777cc3b06a1e1a8916d2fe898354b263f0ff74513779?s=96&r=g","caption":"marketing vritimes"},"url":"https:\/\/totabuan.news\/?author=51"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/181638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=181638"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/181638\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":181639,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/181638\/revisions\/181639"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/181640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=181638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=181638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=181638"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=181638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}