{"id":74333,"date":"2020-04-29T11:28:11","date_gmt":"2020-04-29T03:28:11","guid":{"rendered":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333"},"modified":"2020-04-29T11:28:11","modified_gmt":"2020-04-29T03:28:11","slug":"anggota-jamaah-tabligh-wni-di-india-minta-dievakuasi-karena-kehabisan-uang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333","title":{"rendered":"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang"},"content":{"rendered":"<p><strong>TNews, JAKARTA<\/strong>\u00a0&#8211; Seorang jemaah tabligh sedang berjalan menuju bus yang akan mengantarkannya ke fasilitas karantina di kawasan Masjid Nizamuddin, India. (Getty Images\/Yawar Nazir)<\/p>\n<p>Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) anggota jamaah tabligh, yang sempat ditahan oleh kepolisian India, sudah dibebaskan.<\/p>\n<p>Kesepuluh orang WNI itu sempat ditahan oleh otoritas hukum India karena terlilit persoalan visa dan ketentuan karantina wilayah atau\u00a0<em>lockdown<\/em>\u00a0di negara tersebut.<\/p>\n<p>Mereka adalah bagian dari sekitar 700 orang WNI yang terlibat dalam acara jamaah tabligh yang digelar India saat bertepatan dengan merebaknya wabah virus corona.<\/p>\n<p>Namun demikian, pemerintah Indonesia mengatakan pihaknya masih belum bisa memastikan kapan ratusan WNI dari India akan dievakuasi.<\/p>\n<p>Sementara, sejumlah warga Indonesia yang mengikuti acara Jamaah Tabligh di India berharap Pemerintah Indonesia segera mengembalikan mereka ke Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana 10 WNI itu akhirnya dibebaskan?<\/strong><\/p>\n<p>Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah mengatakan, proses hukum 10 WNI anggota jamaah tabligh, yang terancam hukuman penjara, diselesaikan dengan cara membayar denda.<\/p>\n<p>&#8220;Kan ada juga yang 10 orang diselesaikan kasus hukumnya, dan mereka dinyatakan mereka membayar denda. Jadi itu sudah selesai,&#8221; kata Faizasyah kepada BBC News Indonesia, Selasa (28\/04).<\/p>\n<p>Sejauh ini, kata Faizasyah, pemerintah Indonesia belum bisa memastikan kapan akan mengevakuasi WNI jemaah tabligh di India. Sebab, India masih menetapkan status karantina wilayah.<\/p>\n<p>Seorang jemaah tabligh sedang dibawa ke fasilitas karantina di Nizamuddin, India. (SAJJAD HUSSAIN\/AFP via Getty Images)<\/p>\n<p><strong>Minta pulang, kehabisan uang: &#8216;Kadang saya di sini makan pakai garam saja&#8217;<\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Harapan besar kami, supaya pihak pemerintah Indonesia, supaya bisa mengevakuasi kami,&#8221; kata salah satu anggota Jemaah Tabligh asal Indonesia di India, Ali Sahbana kepada BBC News Indonesia, Selasa (28\/04).<\/p>\n<p>Saat ini Ali bersama dengan 85 WNI menjalani proses karantina di salah satu pusat karantina kawasan New Friends Colony, Delhi.<\/p>\n<p>Warga asal Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku sudah menjalani proses karantina sejak awal bulan setelah mengikuti kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Nizamuddin, Delhi, India pada pertengahan Maret bersama ribuan orang lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Mulai karantina tanggal 2 (April) sampai sekarang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia mengaku baru mendapat kabar baik.<\/p>\n<p>&#8220;Tadi pagi dapat berita baik dari dokter mengenai berita keadaan kesehatan kami, bahwa semua negatif dari covid-19. Kemudian saya tanya kapan kami bisa keluar dari karantina ini? Itu dokter sampaikan itu tanggal 30 (April) sudah bisa keluar,&#8221; kata Ali.<\/p>\n<p>Namun, kabar ini telah ditepis juru bicara Kemenlu Indonesia, Teuku Faizasyah yang mengatakan &#8216;Kapan persisnya kita tidak tahu&#8217;.<\/p>\n<p>Selain kabar itu, Ali mengaku bersama puluhan WNI jemaah tabligh juga dijanjikan mendapatkan surat keterangan negatif Covid-19 dari otoritas setempat.<\/p>\n<p>&#8220;Besok pagi baru mau diserahkan. Cuma tidak tahu apakah satu surat ber empat nama, atau per orang. itu belum jelas juga,&#8221; kata Ali.<\/p>\n<p>Selama menjalani masa karantina WNI jemaah tabligh tak diizinkan membeli makanan dari luar. Mereka dikurung di dalam ruangan dengan makanan itu-itu saja.<\/p>\n<p>&#8220;Karena hampir dari kawan-kawan ini ada yang sudah\u00a0<em>eneg<\/em>, sudah tidak bisa masuk lagi, karena makanannya cuma\u00a0<em>dal<\/em>. Ya kalau bahasa kasarnya ini bukan lagi makanan untuk Babu. Kadang saya di sini makan pakai garam saja,&#8221; kata Ali.<\/p>\n<p>Ali melanjutkan, &#8220;Mau nggak mau kita nerimo lah. Daripada nggak makan,sakit malah dibilang Covid-19, nanti.&#8221;<\/p>\n<p>Menurut Ali, saat ini jemaah sudah mulai kehabisan uang. &#8220;Kawan-kawan ada yang sempat bicara sisa uangnya itu nggak sampai 1 juta, paling 750ribu lagi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Seorang jemaah tabligh di India membawa tasbih saat hendak diantar ke fasilitas karantina. (Yawar Nazir\/Getty Images)<\/p>\n<h3>Siapakah Jamaah Tabligh?<\/h3>\n<p>Organisasi ini didirikan pada 1926 di kawasan Mewat, India utara, oleh seorang ulama Islam terkemuka, Maulana Mohammed Ilyas Kandhlawi.<\/p>\n<p>Tujuannya adalah menanamkan Islam &#8220;sejati&#8221; di antara umat Muslim sedunia. Kala itu, banyak umat Muslim di India merasa bahwa identitas politik dan agama mereka terancam oleh kekuasaan kolonial Inggris.<\/p>\n<p>Organisasi tersebut kemudian berkembang pesat di India yang saat itu belum terbagi menjadi beberapa negara. Perkembangannya terus meningkat setelah India merdeka pada 1947, bahkan ketika Pakistan dan Bangladesh berdiri.<\/p>\n<p><strong>Apa\u00a0tujuannya?<\/strong><\/p>\n<p>Pendiri Jamaah, Mohammed Ilyas, suatu saat pernah berkata, &#8220;Oh umat Muslim jadilah Muslim yang baik&#8221;. Perkataan itu menjadi inti dari tujuan utama Tablighi Jamaat mengedepankan ajaran Islam di antara umat Muslim.<\/p>\n<p>Para anggotanya mengklaim Jamaah Tabligh adalah organisasi non-politis yang bertujuan membangun masyarakat Islam berdasarkan ajaran Quran.<\/p>\n<p>Organisasi tersebut mengirim delegasi-delegasinya ke berbagai negara selama 40 hari dalam setahun dan terkadang dalam jangka waktu yang lebih pendek.<\/p>\n<p>Para pensyiar dari organisasi itu menjalankan metode syiar agama orang-per-orang, sehingga mereka akan mendatangi rumah-rumah umat Muslim untuk menyampaikan ajaran Islam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Sumber: Detik.com<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TNews, JAKARTA\u00a0&#8211; Seorang jemaah tabligh sedang berjalan menuju bus yang akan mengantarkannya ke fasilitas karantina di kawasan Masjid Nizamuddin, India. (Getty Images\/Yawar<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":74334,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[7223,7581,8001,7944,8039,7584],"newstopic":[],"class_list":["post-74333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-covid-19","tag-dampak-corona","tag-india","tag-jemaah-tabliq","tag-kehabisan-uang","tag-pandemi-corona"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"TNews, JAKARTA\u00a0- Seorang jemaah tabligh sedang berjalan menuju bus yang akan mengantarkannya ke fasilitas karantina di kawasan Masjid Nizamuddin, India.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"TNews, JAKARTA\u00a0- Seorang jemaah tabligh sedang berjalan menuju bus yang akan mengantarkannya ke fasilitas karantina di kawasan Masjid Nizamuddin, India.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"TOTABUAN.NEWS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/www.facebook.com\/totabuanews\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-29T03:28:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"976\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"549\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi Totabuanews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi Totabuanews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi Totabuanews\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9b32ea43105f74e0f98b002ee31ba989\"},\"headline\":\"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang\",\"datePublished\":\"2020-04-29T03:28:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333\"},\"wordCount\":723,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg\",\"keywords\":[\"#Covid-19\",\"#dampak corona\",\"#india\",\"#jemaah tabliq\",\"#kehabisan uang\",\"#pandemi corona\"],\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333\",\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333\",\"name\":\"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-29T03:28:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9b32ea43105f74e0f98b002ee31ba989\"},\"description\":\"TNews, JAKARTA\u00a0- Seorang jemaah tabligh sedang berjalan menuju bus yang akan mengantarkannya ke fasilitas karantina di kawasan Masjid Nizamuddin, India.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg\",\"width\":976,\"height\":549},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?p=74333#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/\",\"name\":\"TOTABUAN.NEWS\",\"description\":\"Media Lokal Untuk Indonesia\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9b32ea43105f74e0f98b002ee31ba989\",\"name\":\"Redaksi Totabuanews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9804b7024cf480df98e7950800594e4268097a9c456a9ce2bc03d14664a5a871?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9804b7024cf480df98e7950800594e4268097a9c456a9ce2bc03d14664a5a871?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9804b7024cf480df98e7950800594e4268097a9c456a9ce2bc03d14664a5a871?s=96&r=g\",\"caption\":\"Redaksi Totabuanews\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/totabuanews.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/totabuan.news\\\/?author=9\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang","description":"TNews, JAKARTA\u00a0- Seorang jemaah tabligh sedang berjalan menuju bus yang akan mengantarkannya ke fasilitas karantina di kawasan Masjid Nizamuddin, India.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang","og_description":"TNews, JAKARTA\u00a0- Seorang jemaah tabligh sedang berjalan menuju bus yang akan mengantarkannya ke fasilitas karantina di kawasan Masjid Nizamuddin, India.","og_url":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333","og_site_name":"TOTABUAN.NEWS","article_publisher":"http:\/\/www.facebook.com\/totabuanews","article_published_time":"2020-04-29T03:28:11+00:00","og_image":[{"width":976,"height":549,"url":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi Totabuanews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi Totabuanews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333"},"author":{"name":"Redaksi Totabuanews","@id":"https:\/\/totabuan.news\/#\/schema\/person\/9b32ea43105f74e0f98b002ee31ba989"},"headline":"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang","datePublished":"2020-04-29T03:28:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333"},"wordCount":723,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg","keywords":["#Covid-19","#dampak corona","#india","#jemaah tabliq","#kehabisan uang","#pandemi corona"],"articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/totabuan.news\/?p=74333#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333","url":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333","name":"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg","datePublished":"2020-04-29T03:28:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/#\/schema\/person\/9b32ea43105f74e0f98b002ee31ba989"},"description":"TNews, JAKARTA\u00a0- Seorang jemaah tabligh sedang berjalan menuju bus yang akan mengantarkannya ke fasilitas karantina di kawasan Masjid Nizamuddin, India.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/totabuan.news\/?p=74333"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333#primaryimage","url":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg","contentUrl":"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/111514847_gettyimages-1208686761.jpg","width":976,"height":549},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/totabuan.news\/?p=74333#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/totabuan.news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Anggota Jamaah Tabligh WNI di India Minta Dievakuasi karena Kehabisan Uang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/totabuan.news\/#website","url":"https:\/\/totabuan.news\/","name":"TOTABUAN.NEWS","description":"Media Lokal Untuk Indonesia","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/totabuan.news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/totabuan.news\/#\/schema\/person\/9b32ea43105f74e0f98b002ee31ba989","name":"Redaksi Totabuanews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9804b7024cf480df98e7950800594e4268097a9c456a9ce2bc03d14664a5a871?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9804b7024cf480df98e7950800594e4268097a9c456a9ce2bc03d14664a5a871?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9804b7024cf480df98e7950800594e4268097a9c456a9ce2bc03d14664a5a871?s=96&r=g","caption":"Redaksi Totabuanews"},"sameAs":["http:\/\/totabuanews.com"],"url":"https:\/\/totabuan.news\/?author=9"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=74333"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74335,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74333\/revisions\/74335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/74334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=74333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=74333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=74333"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/totabuan.news\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=74333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}