Cerita Mengerikan Dibalik Perayaan Hari Valentine, Pria Setenga Telanjang Cambuk Para Gadis Muda

0
2684
Loading...

TNews, INTERNASIONAL – Hampir setiap remaja di seluruh dunia tidak ada yang tidak mengenal Hari Kasih Sayang atau yang terkenal dengan Valentine’s Day. Namun dibalik namanya Hari Kasih Sayang ternyata menyimpan misteri mengerikan dibalik kelamnya hari tersebut.

Seperti yang kita ketahui hari Valentine identik dengan bunga, cokelat, dan makan malam romantis berhias nyala lilin remang-remang. Tanggal 14 Februari dianggap sebagai hari kasih sayang.

Ironisnya, banyak di antara kita yang tidak mengetahui bahwa hari ketika kita merayakan cinta tersebut memiliki asal-usul yang kelam.

Kisah tersebut bisa ditelusuri di era Romawi Kuno, terkait dengan kepercayaan kaum penyembah berhala yang memang sedang berkembang pasa masa tersebut.

Jadi setiap tanggal 13-15 Februari, warga Romawi kuno selalu merayakan upacara Lupercalia. Upacara tersebut dimulai dengan pengorbanan dua ekor kambing jantan dan seekor anjing

Kemudian, pria setengah telanjang berlarian di jalanan, mencambuk para gadis muda dengan tali berlumuran darah yang terbuat dari kulit kambing yang baru dikorbankan.

Walaupun mungkin terdengar seperti semacam ritual sesat sadomasokis, namun nyatanya kebiasaan itu tetap dilakukan orang-orang Romawi sampai tahun 496 Masehi. Sebagai ritual pemurnian dan kesuburan.

Puncak upacara Lupercalia adalah pada tanggal 15 Februari, yang di lakukan di kaki Bukit Palatine, di samping gua yang diyakini menjadi tempat serigala betina menyusui Romulus and Remus pendiri kota Roma dalam mitologi Romawi.

Dengan berjalannya waktu, kerajaan Romawi pun sudah mulai meninggalkan kepercayaan paganisme atau Kaum Penyembah Berhala, dan mulai memeluk kepercayaan Kristiani.

Karena hal tersebut banyak juga kebiasan-kebiasan lama yang di tinggalkan karena bertentangan dengan ajaran agama. Pada tahun 496, Paus Gelasius I melarang rakyat Romawai untuk memperingati hari Lupercalia dan menyatakan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine.

 

Sumber : Pojok Sulsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.