Banyaknya Tumpukan Sampah di Dam 8 DLH Probolinggo Tutup Mata

0
30
Gambar : Lokasi Desa Brabe Kecamatan Maron kabupaten Probolinggo provinsi Jawa Timur Foto Fijai, (18/1/2024).

TNews, PROBOLINGGO – Kembali terjadi penumpukan sampah di pintu masuk dam 8 pekalen Desa Brabe kecamatan Maron. Sampah tersebut di buang oleh warga masyarakat dari beberapa desa sekitarnya. Kebanyakan sampah yang dibuang adalah sampah plastik. Padahal sebelumnya sudah viral, dan sudah dibersihkan oleh DLH (Dinas Lingkungan hidup) kabupaten Probolinggo, (18/01/2024).

Adanya tumpukan sampah di dekat pintu masuk tempat wisata Dam 8 Pekalen. Menjadi keluhan bagi para pengendara dan pengusaha warung di sekitar lokasi, selain tidak enak dipandang, juga bau yang sangat menyengat di hidung, bahkan itu bisa berbahaya bagi kesehatan, bisa juga menjadi sarang nyamuk. Hal ini sangat membutuhkan kesadaran dari masyarakat, dan kerja sama dengan Pemerintah.

Saat tim media yang tergabung di komunitas Jurnalis Nusantara TRABAS, berpapasan dengan pembuang sampah di dekat pintu masuk wisata Dam 8 Pekalen. SW yang mengaku sebagai warga Desa Condong Kecamatan Gading saat dikonfirmasi mengatakan, “Kenapa mas, Saya salah kalau buang sampah di sini, Saya sadar mas, tapi jangan salahkan kami warga masyarakat karena membuang sampah di sini, memang tidak boleh membuang sampah sembarangan. Namun, jika memang tidak diizinkan membuang sampah di sini, tolong dan tolong, beri kami solusinya. Mau dibuang kemana sampah sampah kami.

Setidaknya, kami diberi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dulu memang ada di selatan. namun, tempat itu sempet di pagar, tidak diperbolehkan membuang sampah lagi di sana. Entah siapa yang membuat tempat sampah, dan siapa yang pasang pagar, Saya tidak tau. Karena tidak adanya tempat pembuangan sampah akhirnya masyarakat buang sampah sembarangan. Di sini ada, di selatan Decker Gerongan itu ada, di satrean itu ada juga,” ucapnya.

Masih kata SW, jika ada TPS (Tempat Pembuangan Sampah) dan masih buang sampah sembarangan, baru salahkan kami masyarakat, dikasih denda tidak masalah. Kalau tidak ada tempatnya, lalu kami mau membuang sampah ke mana, lawong tiap hari pasti ada sampah,” tuturnya.

Lebih lanjut tim media TNews yang tergabung di komunitas Jurnalis Nusantara TRABAS mengkonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dwi Korina lewat sambungan WhatsApp via chat perihal adanya tumpukan sampah di dekat pintu masuk Dam 8 Pekalen.

“Waalaikum salam wr wb. Nggih, masalah ini cukup mendasar. Perlu kerja sama dan pemahaman regulasi pengelolaan sampah dengan pemerintah desa setempat. Sudah ada rapat pendahuluan agar setiap desa mengelola sampah rumah tangga dengan melibatkan RT/RW/Pokmas, mulai pengangkutan dari sumber sampahnya (rumah tangga), untuk diangkut ke TPS skala Dusun/RW/Desa, selanjutnya dikerjasamakan dengan DLH untuk diangkut dan diolah di TPA (dengan membayar retribusi tentunya).

Insya Allah para kades sudah mulai menyiapkan infrastruktur persampahan skala desa. Minggu depan kami akan kembali sosialisasi per-kecamatan bersama tim gabungan. Untuk sampah sampah liar tersebut sementara kami sisir di sela-sela tugas rutin melayani para pelanggan yang sudah MOU dan membayar retribusi sampah, matur nuwun sanget infonya mas,” jawabnya.*

Reporter : Fijai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.