Pemkab Gelar Rapat Paparan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan

0
20
Gambar : Pemkab Gelar Rapat Paparan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan, (8/11/2023).

TNews, PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar rapat paparan peta ketahanan dan kerentangan pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) di ruang Probolinggo Region Investment Centre (PRIC) Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Rabu (8/11/2023) siang.

Kegiatan yang dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto ini dihadiri oleh narasumber dari Direktorat Kewaspadaan Pangan Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari dan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo.

Rakor paparan peta ketahanan dan kerentangan pangan ini diikuti oleh seluruh Kepala Dinas, Direktur Rumah Sakit, Kepala Bagian, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Camat serta DKP Kabupaten Probolinggo.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan peta ketahanan dan kerentanan pangan adalah gambaran tentang ketahanan dan kerentanan pangan di Kabupaten Probolinggo. “Hal ini untuk memberikan informasi kepada para pembuat kebijakan/stakeholder dalam mengambil keputusan yang memprioritaskan intervensi dan program kegiatan berdasarkan kebutuhan dan dampak potensial kerawanan pangan yang tinggi,” katanya.

Menurut Pj Sekda Heri, peta ketahanan dan kerentanan pangan menyediakan sarana bagi para pengambil keputusan untuk secara cepat dan tepat dalam mengidentifikasi daerah yang lebih rentan sehingga program dari berbagai sektor seperti pelayanan jasa, pembangunan manusia dan infrastruktur yang berkaitan dengan ketahanan pangan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi, ketahanan pangan dan gizi masyarakat di tingkat desa/kelurahan melalui edukasi Stop Boros Pangan (Food Loss and Food Waste) yang merupakan bagian penting dalam penanganan kerawanan pangan.

“Dengan tersusunnya peta ketahanan dan kerentanan pangan Kabupaten Probolinggo tahun 2023 ini diharapkan dapat menjadi instrumen dalam mengelola krisis pangan baik jangka pendek, menengah maupun panjang,” jelasnya.

Pj Sekda Heri mengharapkan OPD terkait untuk aktif berperan serta dan melaksanakan tugas bersama dalam mengentaskan daerah-daerah yang masuk dalam kategori rawan pangan sesuai peta ketahanan dan kerentanan pangan baik prioritas 2 maupun 3 agar dapat keluar dari peringkat rawan pangan menjadi tahan pangan (prioritas 6).

“Selain itu, untuk kemajuan Kabupaten Probolinggo dan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung BUS Patas dengan 4 Tas (Loyalitas, Kualitas, Efektifitas dan Tuntas),” tegasnya.

Sementara Kepala DKP Kabupaten Probolinggo Yahyadi menyampaikan ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

“Peta ketahanan dan kerentanan Pangan atau FSVA merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan. Informasi dalam FSVA menjelaskan lokasi wilayah rentan terhadap kerawanan pangan dan indikator utama daerah tersebut rentan terhadap kerawanan pangan,” ujarnya.

Yahyadi menerangkan FSVA Kabupaten merupakan peta yang menggambarkan situasi ketahanan dan kerentanan pangan wilayah desa. Indikator yang digunakan dalam penyusunan FSVA merupakan turunan dari tiga aspek ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.

“Pemilihan indikator didasarkan pada keterwakilan 3 pilar ketahanan pangan, tingkat sensitifitas dalam mengukur situasi ketahanan pangan dan gizi dan ketersediaan data tersedia secara rutin untuk periode tertentu yang mencakup seluruh wilayah desa. Enam indikator digunakan dalam penyusunan FSVA Kabupaten,” terangnya.

Menurut Yahyadi, indikator kabupaten untuk provinsi 2023 meliputi aspek ketersediaan pangan, aspek akses pangan dan aspek pemanfaatan pangan. “Dari peta ketahanan dan kerentanan pangan Kabupaten Probolinggo dapat disimpulkan Prioritas 2 atau Rentan Pangan Sedang berada di Desa Kalianan Kecamatan Krucil dan Prioritas 3 atau Rentan Pangan Rendah berada di Desa Plaosan Kecamatan Krucil serta Desa Tulupari, Tegalwatu, Pedagangan dan Pesawahan Kecamatan Tiris,” tambahnya.

Yahyadi menjelaskan penanganan kerawanan pangan oleh DKP Kabupaten Probolinggo dilakukan dengan cara penyediaan cadangan pangan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak ideal serta bantuan dan pembinaan kemandirian pangan di desa.

“Selain itu, menyusun Early Warning System SKPG (Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi), sosialisasi untuk menurunkan angka kehilangan pangan, menurunkan angka Food Loss dan Food Waste salah satu usaha untuk mengurangi kerawanan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat serta pembinaan keamanan pangan segar (PSAT/Pangan Segar Asal Tumbuhan),” pungkasnya.*

Reporter : Fijai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.