Semarak, Lomba Menyanyi Solo HUT PGRI ke-78 dan HGN Tahun 2023

0
20
Gambar : Semarak, Lomba Menyanyi Solo HUT PGRI ke-78 dan HGN Tahun 2023, Probolinggo (18/11/2023).

TNews, PROBOLINGGO – Lomba menyanyi dolo yang digelar oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2023 di aula SMKN 2 Kraksaan pada Sabtu (18/11/2023) berlangsung semarak.

Lomba menyanyi solo ini diikuti oleh 48 orang peserta anggota PGRI dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing kecamatan mengirimkan satu orang putra dan satu orang putri.

Setiap peserta harus menyanyikan 2 buah lagu berupa lagu wajib dan lagu pilhan. Untuk lagu wajibnya ada Bunga Bangsa dan lagu pilihannya berupa lagu daerah diantaranya Yamko Rambe Yamko, Rek Ayo Rek, Tanduk Majeng, dan Gambang Suling.

Penampilan para peserta lomba menyanyi solo ini dinilai oleh 3 (tiga) orang dewan juri yang bukan anggota PGRI Kabupaten Probolinggo. Mereka berasal dari Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.

“Kriteria penilaiannya secara umum meliputi Perform, kemampuan olah vocal dan penguasaan panggung. Untuk pemenangnya nanti akan kita umumkan pada puncak peringatan HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional pada tanggal 24 November 2023. Kita ambil 3 pemenang untuk putra dan putri,” ujar Ketua Panitia Sutono.

Sutono menerangkan lomba menyanyi solo ini bertujuan untuk menjalin solidaritas dan silaturahmi antar sesama anggota PGRI di Kabupaten Probolinggo. “Serta untuk menggali potensi dari masing-masing anggota yang diwakili oleh masing-masing cabang,” terangnya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo H Asim mengaku sangat bersyukur karena ada anggota PGRI dari 24 kecamatan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba menyanyi solo baik putra maupun putri.

“Utusan dari 24 kecamatan ini semangatnya luar biasa sekali. Kalau melihat dari kostum yang dipakai, persiapannya memang benar-benar matang,” katanya.

Menurut Asim, lomba menyanyi solo ini bisa menjadi ajang untuk meningkatkan potensi dan bakat dari guru-guru sehingga ada saluran yang bisa mereka gunakan. “Dengan adanya lomba menyanyi solo ini, bisa dijadikan sebagai ajang untuk mencari bibit yang akan dibawa ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Sebab di tingkat Provinsi Jawa Timur itu tiap tahun ada lomba menyanyi solo,” jelasnya.

Selain karena ada lomba menyanyi solo di tingkat Provinsi Jawa Timur, lomba ini digelar karena melihat dari pada guru setiap hari tugasnya di sekolah cukup berat dan jenuh. Hal ini bisa menjadi ajang Refreshing bagi mereka bisa bertemu dengan teman sebagai ajang reuni dan silaturahmi.

“Di samping itu juga untuk bergembira dan bersenang-senang. Sebab mulai pagi mereka sudah menyanyi bersama-sama. Ini sudah menjadi ajang Refreshing bagi kita semua,” tegasnya.

Asim berharap mudah-mudahan lomba menyanyi solo ini bisa berlanjut tiap tahun untuk bisa menggali potensi guru-guru di Kabupaten Probolinggo yang berbakat terutama di bidang seni. ”Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meriah lagi,” pungkasnya.*

Reporter : Fijai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.