Kadar Gula Darah Puasa Normal dan Dalil Berpuasa bagi Muslim

  • Whatsapp
ilustrasi

TNews, SEHAT – Kadar gula darah puasa normal dapat menjadi penanda kondisi kesehatan. Jika kadar terlalu tinggi, apalagi disertai kondisi penyerta, sebaiknya segera berkonsultasi pada tenaga kesehatan tang berkompeten.

Dikutip dari Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Indonesia (Konsensus Perkeni), berikut kadar gula darah puasa normal dan dalam kondisi lainnya,

Bacaan Lainnya
  1. Kondisi normal

Kadar gula darah puasa:

Kadar gula darah dua jam setelah makan:

  1. Kondisi pra diabetes
  2. Kadar gula darah puasa:

IFG: 100-125 mg/dL

IGT: –

  1. Kadar gula darah dua jam setelah makan

IFG: –

IGT: 140-199 mg/dL

  1. Kondisi diabetes

Kadar gula darah puasa: >126 mg/dL

Kadar gula darah dua jam setelah makan: >200 mg/dL.

Kadar gula darah puasa normal diukur saat tidak ada asupan kalori minimal 8 jam. Pasien yang akan diukur gula darahnya dilarang mengkonsumsi semua yang berkalori, kecuali minum air putih.

Dengan pengukuran kadar gula darah diharapkan masyarakat bisa selalu menjaga kesehatannya. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan puasa.

“Selama berpuasa, tubuh tidak menggunakan glukosa sebagai sumber bahan bakar tetapi lemak. Akibatnya terjadi penurunan sel-sel lemak untuk mengurangi resiko kolesterol tinggi, resistensi insulin, dan diabetes,” kata Dr Benjamin Horne dari Intermountain Medical Center Heart Institute.

Tentunya puasa dilakukan dengan menjaga asupan saat sahur dan berbuka, sehingga tidak terjadi balas dendam. Menjag asupan juga memungkinkan seseorang tetap produktif saat puasa.

Puasa telah menjadi bagian dari ibadah umat Islam. Tiap muslim mengenal puasa wajib yang dilaksanakan saat Ramadhan, serta beragam jenis puasa sunnah.

Perintah puasa tercantum dalam beberapa ayat Al Quran, salah satunya Al Baqoroh ayat 183

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Arab latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan pentingnya puasa dalam hadits,

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Artinya: “Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan).” (HR Ahmad).

Demikian penjelasan kadar gula darah puasa normal dan dalil berpuasa bagi muslim. Semoga bermanfaat ya.

 

Sumber : detik.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.