Manfaat Kakao Untuk Masalah Tekanan Darah Tinggi

0
34
Ilustrasi Buah Kakao ( foto: hellosehat )

TNews, KESEHATAN – Manfaat kakao untuk menjaga kesehatan sudah ditunjukkan dalam berbagai penelitian.

Kini, para peneliti di University of Surrey, Guildford, Inggris, menemukan, kandungan senyawa flavanol dalam biji kakao ini terbukti membantu mengurangi tekanan darah dan juga kekakuan arteri.

Kakao adalah jenis tanaman perkebunan yang sangat populer dengan olahan buahnya. Cokelat adalah olahan yang berasal dari biji kakao tersebut.

Menariknya, kakao hanya mengurangi tekanan darah dan kekakuan arteri ketika meningkat.

Hasil riset ini dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition.

Efektivitas flavanol dalam masalah tekanan darah tinggi

Flavanol kakao diketahui membantu menurunkan tekanan darah dan kekakuan arteri sama seperti beberapa obat tekanan darah.

Namun, belum diketahui seberapa efektif flavanol dalam mengurangi tekanan darah, karena studi sebelumnya di bidang ini dilakukan dalam pengaturan yang dikontrol ketat.

Kendati demikian, studi terbaru yang dikerjakan para peneliti di University of Surrey ini mengurangi kekhawatiran atas pemahaman kakao dapat menimbulkan risiko kesehatan dengan menurunkan tekanan darah ketika tidak mengalami lonjakan.

Tekanan darah tinggi memicu penyakit

Christian Heiss, profesor kedokteran kardiovaskular di University of Surrey mengatakan, tekanan darah tinggi dan kekakuan arteri meningkatkan risiko individu terkena penyakit jantung dan stroke.

Maka dari itu, pihaknya berupaya mencari cara lain untuk mengobati masalah kronis tersebut, salah satunya dengan menggunakan kakao.

“Sebelum kami mempertimbangkan untuk menggunakan kakao ke dalam praktik klinis, kami perlu menguji apakah hasil yang sebelumnya dilaporkan dalam uji laboratorium aman diterapkan,” kata dia.

Hasil penelitian

Selama beberapa hari, 11 peserta sehat diminta mengonsumsi enam kapsul flavanol kakao atau enam kapsul plasebo yang mengandung gula merah secara bergantian.

Peserta juga diberikan monitor tekanan darah lengan atas dan klip jari yang mengukur kecepatan gelombang nadi atau pulse wave velocity (PWV).

Penggunaan klip jari ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekakuan arteri.

Pengukuran tekanan darah dan kecepatan gelombang nadi dilakukan sebanyak tiga tahap.

Pertama, sebelum peserta mengonsumsi kapsul. Kemudian setiap 30 menit setelah konsumsi kapsul selama tiga jam pertama, dan terakhir setiap jam selama sembilan jam.

Peneliti menemukan, tekanan darah dan kekakuan arteri hanya menurun pada peserta jika kedua indikator itu meningkat.

Juga, tidak ada efek mengonsumsi kakao ketika tekanan darah rendah di pagi hari.

Efek kakao diidentifikasi delapan jam setelah peserta mengonsumsi kakao.

Menurut Heiss, studi ini menunjukkan dampak positif flavanol kakao pada sistem kardiovaskular –terutama fungsi pembuluh darah dan tekanan darah.

Dampak positif flavanol kakao ini dibandingkan dengan obat-obatan penurun tekanan darah yang dapat menurunkan tekanan darah terlalu banyak.

Heiss menekankan, temuan studi tersebut mengungkap, flavanol kakao hanya menurunkan tekanan darah jika meningkat.

Studi itu juga melihat, variabel tekanan darah dan kekakuan arteri dapat terjadi dari hari ke hari, dan pentingnya memantau kondisi kesehatan dalam mengembangkan dan menerapkan perawatan yang efektif.

Sumber: kompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.