Tak Ingin Kena Jantung Koroner? Dokter Sarankan Stop Rokok

0
68
ilustrasi

TNews, SEHAT – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) turut menyoroti masalah pengendalian rokok di Indonesia. Salah satu penyumbang masalah karduovaskular di Indonesia adalah rokok.

“Sudah tidak ada debat lagi, tidak perlu diperdebatkan lagi. Sudah tahu mungkin setiap hari edukasi tentang rokok sudah banyak,” kata Ketua Umum PERKI dr Isman Firdaus, SpJP(K) dalam diskusi Komnas Pengendalian Tembakau, Minggu (12/12/2021).

Menurut dr Isman, penyakit jantung menempati urutan pertama penyakit dengan pembiayaan terbesar di Indonesia. Selain karena kasusnya memang tinggi, berbagai tindakan untuk masalah ini memang memakan biaya yang tidak murah seperti pasang ring hingga operasi bypass jantung.

“Dan ini di-feeding oleh rokok. Jadi rokok ini menjadi salah satu sumber permasalahan terutama dalam hal ini penyakit jantung koroner,” tegasnya.

Selain memakan biaya sangat tinggi, yang tidak sebanding dengan pendapatan dari cukai rokok, penyakit jantung juga menyebabkan kematian yang cukup tinggi. Menurut dr Isman, data 2019 menyebut 14 persen kematian terjadi karena masalah jantung.

“Dari kami Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia mengimbau pemerintah agar betul-betul mengimplementasikan bagaimana kita melakukan efisiensi salah satunya menekan kejadian kardiovaskular dengan membatasi rokok,” pesan dr Isman.

Sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.