Waspada! Ini 4 Gejala Awal Pecah Pembuluh Darah di Otak

0
9
Ilustrasi. Ada berbagai tanda awal yang kerap muncul sebelum pembuluh darah di otak benar-benar pecah. (Foto: Nusatoday)

TNews, KESEHATAN – Pecah pembuluh darah di otak jadi masalah kesehatan yang cukup mengerikan. Beberapa pesohor pernah mengalami ini. Bahkan Budayawan Betawi, Ridwan Saidi meninggal dunia setelah pembuluh darah di otaknya pecah.

Selain Ridwan, presenter Indra Bekti saat juga tengah menjalani perawatan akibat pecah pembuluh darah di otak. Indra sempat pingsan saat mengisi acara di sebuah radio di Jakarta Pusat.

Kebanyakan, penyakit ini baru diketahui setelah pembuluh darah di otak pecah dan kondisi cukup parah. Padahal ada berbagai tanda awal yang kerap muncul sebelum pembuluh darah di otak benar-benar pecah.

Tapi, tanda-tanda awal ini biasanya diabaikan dan dianggap sepele. Namun, ada baiknya Anda mulai memerhatikan dan menyadari tanda awal tersebut.

Berikut beberapa tanda awal sebelum pembuluh darah di otak pecah:

1. Sakit kepala

Sakit kepala memang bisa dialami siapa saja. Tapi sakit kepala juga bisa jadi tanda awal pembuluh darah di otak pecah.

Jika Anda mengalami sakit kepala berulang dengan intensitas rasa sakit yang terus meningkat harus waspada. Segera periksa ke rumah sakit, terutama jika sakit kepala tak kunjung hilang setelah diobati.

Mengenal Trombosis, Pembekuan Darah pada Tubuh

2. Mual dan muntah

Rasa mual bahkan muntah bisa jadi tanda awal pembuluh darah di otak bermasalah. Hal ini bisa terjadi, lantaran tekanan di kepala akibat sakit kepala semakin meningkat, hingga rasa mual dibarengi muntah pun muncul.

3. Vertigo

Sebagian orang menganggap vertigo penyakit yang sepele. Padahal, Anda tetap harus hati-hati, sebab vertigo bisa juga menjadi tanda pembuluh darah di otak pecah.

4. Gangguan bicara

Sulit menyampaikan kata-kata bisa jadi ada masalah di otak. Jangan anggap sepele hal ini karena bisa jadi pembuluh darah di otak pecah.

Jika Anda mengalami keempat gejala ini, waspadalah. Terutama jika masalah tersebut dibarengi dengan faktor risiko, mulai dari darah tinggi, kolesterol tinggi, perokok berat, hingga usia lanjut.

Sumber: CNNindonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.