Kena Dampak Pandemi, Mantan OB Ini Buka Usaha Seafood Kaki Lima

  • Whatsapp
(foto detik)

TNews, KULINER ‑ Kehilangan pekerjaan karena dampak pandemi COVID-19, mantan Office Boy (OB) ini mencoba peruntungan baru dengan berjualan seafood kaki lima. Begini kisahnya.

Dampak pandemi COVID-19 masih kian dirasakan oleh sejumlah orang hingga detik ini. Karenanya tak sedikit yang memutuskan untuk membuka usaha kecil-kecilan untuk bertahan hidup.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dialami oleh Muhammad Hanif, seorang pria yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Sebelum pandemi, Hanif bekerja sebagai OB di salah satu gedung perkantoran di Jakarta Selatan.

Namun, pandemi COVID-19 membuat Hanif kehilangan pekerjaannya sejak tahun 2020 lalu. Dari itulah yang mendasari Hanif untuk membuka usaha kuliner berupa seafood kaki lima.

Warung seafoodnya bernama Kerang Ijo Hejo yang lokasinya tak jauh dari rumahnya. Tepatnya di desa Sadamukti, Cicurug, Sukabumi.

Hanif mengatakan kalau usaha seafoodnya juga berjalan satu tahun. “Pas setahun yang lalu ka, tepatnya tanggal 1 Oktober 2020,” ujar Hanif.

Usaha seafood tersebut dijalani oleh Hanif bersama sang istri Indah Tri Puspitasari. Meski warungnya berada di Sukabumi, tetapi Hanif juga melayani pesanan ke Jakarta.

“Saya open order juga ke Jakarta setiap hari Jumat. Jadi setiap Jumat saya antar seafoodnya ke Jakarta ke kantin di gedung tempat kerja dulu,” ujar Hanif.

Ada banyak aneka seafood yang ditawarkan oleh Hanif dan harganya pun terjangkau. Ada Keran Hejo Mercon, Kerang Saus Tiram, Cumi Saus Tiram, Baby Gurita Saus Tiram, Baby Rajungan Crispy dan lainnya.

Harganya kisaran antara Rp 15.000 hingga Rp 30.000. Selain itu juga ada paket mukbang seharga Rp 50.000 dengan isian berupa kerang hejo, kerang dara, kepiting, gurita, dan jagung.

Lebih lanjut, Hanif juga menceritakan bahwa setiap minggu ia selalu membuka warungnya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hanif berharap agar usahanya ini dapat memberikan keberkahan.

 

 

Sumber : detik.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.