Melepas Rindu Pada Medoknya Bumbu Makanan Indonesia di Belanda

0
150
ilustrasi

TNews, KULINER – Lima tahun menetap di ‘S-Hertogenbosch, Belanda tak jarang membuat saya kangen dengan makanan Indonesia, apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang ini.

Orang bilang, di Belanda tak susah cari bahan makanan Indonesia. Dari bawang merah sampai tempe semua ada. Tapi tentu saja harganya jauh berbeda dengan di Indonesia.

Tak dimungkiri, Belanda memang punya hubungan sangat erat dengan Indonesia. Banyaknya pendatang asal Indonesia yang tinggal di negara Belanda, menjadikan Belanda sebagai little Indonesia di Eropa.

Tapi sama seperti banyaknya bahan makanan Asia termasuk Indonesia, restoran Indonesia di Belanda juga cukup mudah ditemui. Yang sulit adalah mencari restoran Indonesia yang rasanya autentik dan sesuai selera.

Di setiap sudut kota di Belanda, restoran yang menawarkan makanan Indonesia bisa ditemukan dengan mudah.

Tetapi harus diingat, di Belanda ada dua tipe makanan Indonesia, indisch dan Indonesisch food. Indisch adalah istilah untuk makanan Indonesia yang dibuat oleh orang keturunan Indonesia (percampuran) sehingga biasanya rasa dan bahan bakunya sudah disesuaikan dengan selera warga lokal. Sedangkan Indonesisch food adalah istilah untuk makanan autentik Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia di Belanda sehingga lebih autentik. Buat saya, rasa kedua tipe hidangan Indonesia itu tentu saja berbeda.

Biasanya, makanan Indonesia yang ditemukan di restoran Indisch di Belanda banyak menyajikan hidangan yang sering disebut dengan rijsttafel. Yaitu hidangan makanan yang terdiri dari beragam macam menu masakan seperti, sate ayam, sate kambing, sayur lodeh, oseng buncis, semur daging, daging bumbu bali dan masih banyak lagi. Rata-rata cita rasanya sudah disesuaikan dengan lidah lokal dan bumbu yang lebih light.

Sementara buat orang Indonesia asli, bumbu masak yang tak medok di makanan Indonesia bagai makan nasi hambar. Kurang nikmat.

Buat saya sendiri, makan makanan Indonesia yang autentik bukan cuma sekadar mengenyangkan perut dengan makan enak, tapi juga melepas kerinduan hati pada kampung halaman dan keluarga.

Namun ini tantangan buat saya, berburu makanan Indonesia di luar negeri itu, bisa jadi petualangan yang mengasyikkan untuk memuaskan lidah Indonesia yang masih medok ini.

  1. Nasi Padang JualanKu

Makanan yang satu ini memang tak terlupakan. Meski bukan orang Padang, tapi saya penggemar berat Nasi Padang. Siapa sih yang gak kenal nasi padang? Bumbunya yang kuat akan rempah, rasa gurih dan juga pedas selalu dikangenin oleh orang Indonesia pada umumnya. Tapi bukan Indonesia saja lho, orang Belanda juga banyak kok yang suka.

Mencari masakan Padang di Belanda juga bukan perkara sulit bagi orang Indonesia. Karena banyak sekali yang menawarkan jenis masakan ini.

Bukan cuma restoran makanan Padang saja tapi juga ada banyak masakan rumahan yang menawarkan masakan padang.

Kalau soal Nasi Padang, nasi yang identik dengan rendang dan daun singkong ini bisa didapatkan di katering atau makanan rumahan JualanKu di kota Eindhoven.

Menu nasi padang JualanKu by Detty Janssen ini cukup banyak digemari dan yang sangat diminati banyak orang. Saking diminatinya, pelanggan harus antre untuk menikmati nasi padang dari dapur JualanKu.

Tak jarang, para pelanggan yang dari dari berbagai penjuru Belanda seperti Groningen, Leuwarden yang ada di Frisland, atau Zandam, Harleem, Almere, Amsterdam bahkan dari negara tetangga seperti Belgia dan Jerman harus antre sampai berbulan-bulan.

Selain karena menu yang selalu berganti-ganti tiap pekannya, masakan rumahan ini memang tak menyediakan porsi tak terlalu banyak sekali masak demi menjaga kualitas masakan.

Sama seperti Nasi Padang di Indonesia, masakan rumahan ini menghadirkan aneka lauk khas dalam hidangannya. Sebut saja ayam bakar, rendang, sampai dendeng balado yang renyah, gurih, dan pedas. Tak lupa, siraman kuah gulai nangka yang kental dengan kuah santan, daun singkong, irisan ketimun, dan tentunya sambal ijo yang sedap dan pedasnya nampol.

Yang bikin lebih autentik, nasi padang ini dibungkus dengan kertas nasi dan pembungkusnya, persis seperti nasi bungkus Padang pada umumnya, meski bentuknya sedikit berbeda, yang penting rasanya autentik.

Berbeda dengan restoran dan usaha masakan rumahan lainnya, JualanKu menerapkan sistem pre order dan para pembeli harus mengambil sendiri makanan pesanannya ke Eindhoven. Mereka tak menyediakan jasa antaran makanan lewat pos ataupun delivery.

 

Sumber : cnnindonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.