Selat Solo, Kuliner Tradisional Bergaya Eropa Cocok Untuk Camilan di Siang Hari

0
21
selat solo ( foto: detik.com )

TNews, KULINER – Salah satu kuliner yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kota Surakarta, lebih dikenal dengan sebutan Kota Solo, adalah Selat Solo. Kuliner ini sangat lezat dan segar untuk disantap di siang hari.

Awalnya, kuliner ini berkembang di kalangan keraton, banyak digunakan untuk menjamu orang-orang Belanda di masa kolonial. Kini, Selat Solo mudah ditemukan di warung-warung dan resto yang ada di kota tersebut.

Makanan ini terdiri dari daging berbumbu kecap, setup sayuran, kentang goreng dan saus mayones serta selada. Gurih,manis dan segar.

Penggunaan kentang membuat penikmat Selat Solo bisa cukup kenyang meski menyantapnya tanpa nasi.

Dalam artikel Potensi Kuliner Tradisional Khas Keraton Surakarta yang diterbitkan di Jurnal Sains Terapan Pariwisata (Vol 5, No 3 tahun 2020), Agustina Mellyani dkk menulis bahwa Selat Solo lahir di dalam tembok keraton.

Selat Solo Terpengaruh Gaya Eropa
Adapun kuliner ini sangat terpengaruh dari gaya Eropa, baik pada nama maupun bentuk penyajiannya.

Nama selat sendiri diadopsi dari istilah dalam Bahasa Blanda slachtje yang berarti potongan daging kecil. Namun, lidah masyarakat pribumi saat itu kesulitan dalam mengucapkannya. Maka mereka menyebut slachtje itu dengan selat.

Dalam jurnal tersebut dijelaskan awal mula lahirnya kuliner itu tidak lepas dari keberadaan Benteng Vastenburg milik kolonial yang berada tidak jauh dari Keraton Surakarta. Saat itu sering terjadi pertemuan antara pihak keraton dan pihak Belanda.

Makanan yang disajikan oleh pihak keraton yang serba sayur ternyata tidak sesuai dengan selera orang-orang Belanda. Mereka lebih suka sajian serba daging seperti yang biasa mereka santap di negeri asalnya.

Keluhan dari orang-orang Belanda itu akhirnya memunculkan ide untuk menggabungkan gaya masakan khas Keraton Surakarta dengan makanan-makanan Eropa.

Mereka lantas mengkombinasikan irisan daging dengan aardappel (kentang), wortelen (wortel), boon (buncis), komkommer (ketimun), sla (slada), ei (telur), dan sojasous (kuah kecap), serta saus mayones.

Jadilah makanan Selat Solo seperti yang saat ini banyak kita jumpai di warung-warung yang ada di Kota Solo.

Sumber: detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.