Waduh! Ternyata Makanan Vegetarian Belum Tentu Halal

0
82
ilustrasi

TNews, KULINER – Banyak muslim menjadikan makanan vegetarian sebagai pilihan ketika sulit mendapatkan makanan halal. Tapi ternyata tidak semua makanan vegetarian dijamin halal.

Ada beberapa momen yang membuat umat muslim kesulitan mendapatkan makanan halal. Misalnya saat berada di negara atau daerah yang minoritas muslim. Kebanyakan muslim akan menjadikan makanan vegetarian sebagai pilihan.

Dilansir dari Halal MUI (10/12) makanan vegetarian dianggap paling ‘aman’ karena dipastikan terbuat dari bahan nabati seperti sayuran dan tidak menggunakan daging. Namun sebenarnya ternyata makanan vegetarian pun tak luput dari kemungkinan haram.

Meski terbuat dari sayuran atau bahan nabati, beberapa menu vegetarian dibuat dengan memiliki aroma, tekstur, dan rasa yang mendekati daging aslinya. Kalangan veganisme biasanya menyebut makanan ini dengan sebutan vegan meat.

Sebagian vegetarian juga masih menggunakan bumbu perasa daging, kaldu daging, gelatin serta produk olahan susu. Bahan-bahan inilah yang perlu diteliti lebih dalam, apakah benar-benar tidak mengandung daging yang diharamkan seperti daging babi misalnya.

Menurut Pelayanan Audit Halal LPPOM MUI, Dr. Ir. Muslich, M.Si., satu jenis flavour bisa terdiri dari 70 bahan. Tentu hal ini tidak dapat dilihat secara kasat mata, sehingga perlu pengetahuan tentang proses dan materialnya melalui pengujian laboratorium.

Sebut saja misalnya untuk produk kaldu, biasanya kaldu dibuat dengan merebus tulang dan daging hewan. Bisa berasal dari sapi, ayam, ikan, atau babi. Karena itu, sumber kaldu harus dipastikan dari hewan halal yang disembelih sesuai ajaran Islam.

Serupa dengan kaldu, ada juga produk gelatin. Bahan ini merupakan senyawa turunan protein yang diperoleh dengan cara mengekstrak kolagen hewan.

“Hampir 60% penggunaan kolagen dan gelatin di dunia berasal dari babi,” ujar Dr. Mala Nurimala, S.Pi., M.Si., Dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikan dan Ilmu Kelautan, IPB University sekaligus peneliti di Halal Science Center IPB.

Bukan hanya itu, perhatikan juga produk turunan dari susu yakni keju. Keju biasanya berasal dari susu sapi, domba, kambing, atau unta. Kemudian dibutuhkan mikroorganisme (seperti: enzim rennet, pepsin, renin, renilasi) dalam proses penggumpalan susu.

“Enzim rennet yang dipakai bisa berasal dari proses mikrobial atau lambung anak sapi. Jika berasal dari proses mikrobial, maka harus dipastikan media yang dipakai untuk pertumbuhan mikrobanya tidak mengandung bahan yang diharamkan. Sementara jika berasal dari lambung anak sapi, cara penyembelihan menjadi penentu kehalalannya,” jelas Ir. Muti Arintawati, M.Si, Direktur Audit Halal LPPOM MUI.

Dengan demikian, produk vegetarian pun sebenarnya tidak bisa benar-benar dipastikan halal. Sebagai solusi, kamu bisa mengonsumsi produk yang benar-benar alami dan dipastikan halal misalnya sayuran, telur atau seafood yang dipastikan dimasak dengan bahan dan bumbu halal.

 

Sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.