Pria Amerika Ini Terima Transplantasi Jantung Babi

0
33
ilustrasi

TNews, NASIONAL – Transplantasi organ manusia umumnya berasal dari organ manusia lain. Namun apa jadinya jika transplantasi organ mengambil bagian tubuh hewan. Seperti yang telah dilakukan para ilmuwan dan dokter di Amerika Serikat. Mereka meletakkan jantung babi untuk menggantikan jantung seorang pria demi menyelamatkan hidupnya.

Dia bernama David Bennett yang jantungnya telah diganti dengan jantung babi. Agak aneh memang, namun inilah satu-satunya jalan kesembuhan baginya. Pria yang berasal dari Maryland, Amerika Serikat ini tak punya pilihan lain dan berakhir menjalani operasi pada Jumat (31/12/2021).

Operasi ini dipuji oleh banyak orang sebagai terobosan medis yang dapat mempersingkat waktu tunggu transplantasi dan mengubah menyembuhkan penderita jantung di seluruh dunia. Namun tak sedikit orang yang juga mempertanyakan apakah prosedur tersebut dapat dibenarkan secara etis.

Terlepas dari kontroversinya, Bennett yang kini berusia 57 tahun telah berhasil menjalani transplantasi jantung babi. Kini dirinya sedang menjalani tahap pemulihan.

Tak Bisa Menerima Jantung Manusia

apa yang akan dilakukan oleh Bennett memang terlalu dini. Tak ada jaminan transplantasi jantung yang ia jalani akan berhasil. Namun kondisi tubuhnya yang sekarat memaksanya menjadikan jantung babi sebagai solusi. Pasalnya tubuhnya tidak memenuhi syarat untuk menerima transplantasi dari jantung manusia.

Ahli bedah di Pusat Medis Universitas Maryland kemudian menghabiskan delapan jam pada Jumat malam untuk mentransplantasikan jantung dari babi ke David Bennett. Langkah ini diambil mengingat David telah mengalami gagal jantung selama lebih dari satu bulan di rumah sakit.

Hingga pada Senin (2/1/2022), dokter di rumah sakit mengatakan Bennett bangun dan bernapas sendiri. Meski begitu, masih terlalu dini untuk menyebut operasi itu sukses. Dokter sedang menunggu untuk melihat bagaimana tarif Bennett dalam beberapa hari, minggu, dan bulan mendatang.

Babi Rekayasa Genetik

Usaha penggunaan organ hewan sebagai alternatif transplantasi bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya para peneliti telah mengembangkan transplantasi jantung dari hewan. Seperti yang dikabarkan The Guardian, pada tahun 1960-an dokter Amerika mentransplantasikan ginjal simpanse ke pasien. Selain itu pada tahun 1980-an, bayi prematur di California menerima jantung babon namun berakhir meninggal tiga minggu kemudian.

Penyebab utama kegagalan ialah penolakan kekebalan. Hingga penelitian terbaru memfokuskan pada organ jantung babi. Meskipun babi dan manusia memiliki sistem kekebalan yang berbeda, jantung babi dengan manusia sangat mirip.

Tuai Kontroversi

Suksesnya operasi transplantasi jantung ini telah menjadi sorotan masyarakat di seluruh penjuru dunia. Di kalangan medis, transplantasi jantung babi ke manusia ini menimbulkan perdebatan perihal risiko yang harus ditanggung pasien. Namun Prof Julian Savulescu, Ketua Uehiro berkata lain, “Selama individu memahami berbagai risiko, saya pikir orang harus dapat menyetujui eksperimen radikal ini.”

Selain itu dari segi agama yang beberapa mengharamkan babi.  Dar al-Ifta Mesir, telah mengatakan dalam fatwa bahwa transplantasi jantung babi diperbolehkan jika “ada ketakutan akan nyawa pasien, kehilangan salah satu organnya, eksaserbasi atau kelanjutan penyakit. atau kemerosotan tubuh yang luar biasa”.

 

Sumber : liputan6

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.