2019 Pembuktian Penyematan Hashtag

0
84
FAHMI GZ GOBEL
Loading...

OPINI, TOTABUAN.NEWS – Tak sedikit hal yang pasti terlewati di tahun 2018. Penyambutan awal tahun 2019, seantero jagad akan merayakan dengan selera masing-masing, entah dengan cara berbau religius, nuansa pesta atau tidak peduli sama sekali.Namun, satu hal yang sangat menarik dan menjadi perhatian banyak kalangan, yakni dimunculkan hashtag atau tagar yang telah menyebar.

Hashtag di tahun 2019 yang paling populer adalah #2019Ganti…, materinya tergantung kalangan atau pribadi yang membuatnya, dari sisi politik tujuannya tentu memengaruhi psikologi pemilih dalam menetapkan pilihan di 17 April mendatang. Ada juga hashtag yang menggambarkan kerisauan, kebahagian, kekecewaan dan banyak juga tagar-tagar lucu dan kekinian, misalnya #2019GantiBirman, #2019GantiKaos, dan lain sebagainya.

Yang pasti hashtag adakalanya menggambarkan suasana hati bagi empunya. Ada yang serius adapula sekedar lelucuan untuk menarik perhatian dimana hashtag itu di publis, entah di media sosial atau media-media lainnya. Hal yang sangat menarik dipandang adalah dari kacamata politik. Berbalas hashtag menjadi perhatian publik, bahkan ada yang hinggap sampai ke ranah hukum.

Pastinya, banyak pendapat yang muncul setelah melihat suatu hashtag, tergantung dari sudut pandang mana orang melihatnya, bila si lawan pembuat hashtag pasti akan mencari hashtag baru untuk melawannya, adapula membiarkan begitu saja dan menjadi bahan candaan.Demikian mungkin gambaran hashtag di 2018.

Tentu hastag-hashtag dengan tema #2019Ganti…(ini dan itu), banyak yang akan menunggu pembuktian. Dari sisi politik pembuktiannya, di hari H pencoblosan 17 April mendatang, apakah hastag tertentu bisa terbukti tergantikan sesuai yang diproduksi kalangan politisi tertentu, karena hashtag pasti berdampak, namun pembuktian hang akan ditunggu.

Tapi, tak sedikit pula para pembuat hashtag yang belum begitu paham soal tersebut, hashtag dimunculkan lantaran ikut-ikutan biar terlihat kekinian. Jika diperhatikan, hampir di tiap postingan media sosial seperti Instagram atau Twitter bahkan Facebook pasti ada saja hashtag alias tanda pagar (tagar) yang jumlahnya tak terhitung. Pun, ragamnya tak terhingga, mulai hashtag yang nyambung dengan postingan, sampai hashtag yang kadang tak tahu maksudnya apa tapi tetap saja disertakan, pada postingan di medsos.

Padahal, hashtag itu bukan sekadar simbol kekinian saja, namun ada manfaat atau fungsi, yang mungkin saja tak dipahami pemilik hashtag.Sebenarnya, tujuan dari pembuatan hashtag adalah salah satu cara untuk mendatangkan banyak followers di akun medsos. Hashtag atau tagar yang spesifik bisa membuat postingan jadi dikenal orang, apalagi jika postingan foto dengan hashtag yang konsisten serta menarik, pasti akan menjadi perhatian bagi yang melihatnya.

 Sebetulnya, hashtag membantu media sosial yang digunakan seseorang untuk memeriksa seberapa baik postingan yang disertakan di medsos, selain itu, hashtag juga bisa memberi informasi seberapa banyak post yang dibuat dengannya. Lalu berapa banyak jejak yang terjadi secara online, siapa yang membicarakan postinganmu dan apa yang sebetulnya dikatakan atau dirasa orang mengenai postinganmu.Oleh karena itu, tak berlebihan jika hashtag telah menjadi tolok ukur bukan hanya dari seberapa penting suatu topik pembicaraan tetapi juga sebagai alat komunikasi universal yang melewati batasan bahasa, dialegtika bahkan sejagag raya.

Diatas mungkin sebatas mengenali hashtag dan tujuannya.Tapi, terpenting adalah pembuktian si pembuat hashtag dengan materi “2019Ganti…(ini dan itu), apakah bisa terjadi dengan adanya propaganda tagar tersebut. Asalkan saja, harapan banyak pihak, pembuktian hashtag. “2019 ganti ini ganti itu” NKRI tetap harga mati, karena itu lebih mahal dari harga apapun. Tujuannya sederhana, kita masih dalam satu rasa, satu gembira dan tetap aman-aman saja. Yang pasti penulis tentu punya hashtag di tahun 2019, yakni #2019GantiHanyaNomorTahunSaja

Oleh : Fahmi Gz Gobel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.