Aneh!!! Saat Melintasi Tanjakan Emen Pengendara Harus Lempar Rokok & Receh, Ini Alasanya

0
433
Loading...

TNews, Subang – Nama Tanjakan Emen tentu tidak asing lagi di telinga warga Jawa Barat. Jalan yang berada di Kampung Cicenang, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, itu memang dikenal angker. Banyak yang tewas saat melintas di jalan sepanjang sekitar dua kilometer itu. Sebenarnya penyebab kecelakaan dipicu oleh kendaraan yang tak laik jalan ataupun faktor kesalahan manusia. Namun, tak sedikit pula yang mengaitkan kecelakaan yang terjadi karena gangguan makhluk astral yang bernama Emen. Benarkah demikian?

Setidaknya kepercayaan itu sudah ada sejak tahun 1950-an. Pengendara yang melintas di Tanjakan Emen, biasanya melemparkan sebatang rokok dan membunyikan klakson saat melintas di jalan tersebut. Tujuannya agar bisa selamat dari gangguan gaib. “Dulu dipercaya seperti itu, katanya harus lempar rokok dan bunyikan klakson biar selamat, tapi ah bukan begitu,” kata H Sarman (64), warga Desa Ciater saat ditemui, Minggu (19/1).

Menurut Sarman, sekitar tahun 1956, ada seorang sopir oplet jurusan Lembang-Subang yang bernama Taing. Julukan nama Emen melekat kepadanya, karena memiliki ketertarikan pada permainan cemen di Terminal Mandarin Lembang saat menunggu penumpang.

Taing atau Emen, tak meninggal di lokasi kejadian saat oplet berpenumpang 12 orang yang dikemudikannya mengalami kecelakaan hingga terbakar pada 1956. Ketika itu, Emen tengah menarik oplet ke arah Subang. “Penumpangnya meninggal di lokasi, tapi pak Emen meninggal di rumah sakit Ranca Badak (sekarang RSHS). Dimakamkan di Lembang, saya kenal anak-anaknya Emen,” tutur Sarman.

Sarman meluruskan berbagai spekulasi dan mitos yang selama ini berkembang luas soal penyebab kecelakaan. Menurutnya turunan yang panjang, belokan yang curam dan ketidakhati-hatian yang menjadi pemicu kecelakaan maut di Tanjakan Emen. “Anak-anaknya juga ada yang menjadi sopir elf Lembang-Subang juga, ada yang masih muda. Alhamdulillah selama ini baik-baik saja mereka,” katanya.

Ia pun mengimbau, sebaiknya pengendara yang melewati Tanjakan Emen membacakan surat Al Fatihah dan Al Ikhlas sebagai ‘hadiah’ bagi Emen yang kini telah berada di alam baka. “Ya jadi jangan melempar rokok atau recehan, kasihan keluarganya, banyak mitos yang salah,” ucap Sarman menegaskan.

 

Sumber : news.detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.