‘Pemimpin Pengunjuk Rasa, Anjing, dan Kebudayaan’

0
716
Junaidi Amra
Loading...

KAGET geli, bercampur kesal dan sedikit marah saat membaca berita dengan judul, ‘Panwaslu Kotamobagu Diteriaki Anjing Oleh Pengunjuk Rasa’.
KAGET, karena kata-kata yang terkesan kasar itu justru muncul di tengah-tengah orasi dari para pemimpin pengunjuk rasa, yang sepengetahuan saya masuk dalam klasifikasi kelompok intelektual,

GELI, sebab kalimat itu justru menunjukkan ketololan dan kemiskinan kosakata untuk memimpin massa aksi, KESAL, karena secara tidak langsung kata-kata itu sedikit banyak telah mencederai budaya kemongondowan dengan ciri khas masyarakatnya yang memiliki ‘bobahasaan’ yang tinggi, MARAH, sebab kata yang dilontarkan itu terlalu kotor diucapkan, dan biasanya mereka yang suka main kotor-kotoran tidak lebih daripada orang yang kerap bermain dalam kubangan lumpur.

Akh, saya pun pernah beberapa kali melakoni itu, menjadi pendemo di masa tahun 2000-2008. Mencegat Kepala Negara, serta Wakil Kepala Negara yang kala itu berkunjung ke Sulut, hanya untuk menyampaikan aspirasi. Namun, kata-kata kotor seperti itu setahu saya belum pernah terlontar dari mulut saya yang tidak ‘terlalu bersih’ ini, selama meneriakkan aspirasi-aspirasi dari berbagai kelompok kepentingan yang ada,

Kedepan, mungkin perlu ada penambahan jam untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, agar perbendaharaan kosakata bagi anak-anak negeri bisa lebih diperbanyak dan diperluas, Atau bisa juga, mata kuliah Agama dan Ilmu Budaya Dasar lebih diperkuat, agar kita dapat lebih mengenal etika maupun estetika dalam kehidupan keseharian kita,

Semoga, ini jadi bahan evaluasi bagi kita, bahwa masih banyak kata-kata yang lebih santun, lebih diplomatis, dan lebih elegan diteriakkan saat menyampaikan aspirasi kita di hadapan publik. Jangan didik masyarakat dengan kata-kata Kotor, jika kita tidak ingin tinggal dan diasingkan dalam ‘Kubangan Lumpur’. Sekian.

 

Penulis : Junaidi Amra

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.