Ditemukan Burung Pemakan Buah Pertama, Ini Penjelasan Ilmuan

0
33
Ilustrasi Foto Burung. (Foto : Jooinn/Kompasiana)

TNews, PENDIDIKAN – Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap adanya kelompok burung pemakan buah pertama di planet Bumi. Hewan tersebut diketahui hidup 120 juta tahun yang lalu.

Melansir Phys, Kamis (18/8/2022), tim peneliti dari Oxford University menemukan bukti fosil pertama dari hewan yang mengonsumsi buah. Hewan purba tersebut adalah Jeholornis.

Jeholornis adalah burung paling primitif kedua yang diketahui saat ini. Ia memiliki badan seukuran gagak dan berekor panjang. Kemunculan antara spesies pertama Jeholornis dan T.rex hampir sama dengan waktu yang memisahkan antara T.rex terakhir dan kehidupan manusia modern.

Han Hu yang juga penulis utama makalah tersebut mengatakan, burung adalah konsumen buah yang penting saat ini, dan memainkan peran penting dalam penyebaran benih, tetapi sejauh ini belum ada bukti langsung konsumsi buah oleh burung purba selain kelompok burung mahkota.

Ada Buah-buahan dalam Fosil Perut Jeholornis

Tim peneliti menganalisis fosil burung purba tersebut dengan membandingkan bentuk tengkorak dan isi perutnya. Jingmai O’Connor, kurator asosiasi fosil reptil di Field Museum di Chicago, mengatakan, terdapat buah-buahan dalam fosil perut Jeholornis.

“Fosil Jeholornis pertama yang dideskripsikan pada tahun 2002 memiliki sisa-sisa tanaman yang tersebar di sekitarnya, mereka tampak seperti meledak keluar dari rongga perut,” kata O’Connor.

Ia menjelaskan lebih lanjut, isi perut Jeholornis tersebut awalnya diidentifikasi sebagai biji, sehingga orang berpendapat bahwa burung itu memakan biji. Baru 17 tahun kemudian muncul temuan bahwa Jeholornis bukan pemakan biji melainkan pemakan buah utuh.

Memecahkan Misteri: Apakah Jeholornis Pemakan Buah Atau Biji?

Temuan ini mengklarifikasi antara dua hipotesis apakah konsumsi buah dapat menghasilkan mutualisme evolusioner bersama, sedangkan konsumsi benih tidak menghasilkannya.

Hu melanjutkan, memakan buah dan membuang biji yang belum dihancurkan dapat membantu tanaman menyebar dan berevolusi, tetapi jika bijinya dihancurkan dan dicerna, hal itu tidak akan membantu penyebaran tanaman.

Untuk memecahkan misteri ini, Hu harus memeriksa lusinan spesimen Jeholornis di Museum Alam Tianyu Shandong China. Dia memilih fosil yang tengkoraknya paling terawetkan dan memindainya di Australian Nuclear Science and Technology Organization (ANSTO) Australian Synchrotron, Melbourne, Australia.

Pemindaian mengungkapkan bahwa tengkorak Jeholornis memiliki banyak ciri yang lebih mirip dinosaurus daripada burung modern. Namun, tengkorak itu memang memiliki beberapa ciri di mulut dan paruhnya, seperti gigi yang berkurang, yang ada pada burung modern, fitur yang berpotensi mengisyaratkan pola makan “modern” yang mencakup buah.

Setelah membandingkan tengkorak Jeholornis yang direkonstruksi ini dengan tengkorak burung modern, termasuk spesies yang menggiling biji, spesies yang memecahkan biji, dan spesies yang memakan buah-buahan, meninggalkan biji utuh, analisis mengungkapkan Jeholornis tidak memecahkan biji buah.

Beberapa spesimen Jeholornis telah ditemukan dengan batu ampela, dan beberapa telah ditemukan dengan biji yang diawetkan di usus mereka, tetapi tidak ada yang menemukan Jeholornis dengan batu ampela dan biji pada saat yang bersamaan. Terlebih lagi, biji yang terdapat di rongga perut Jeholornis utuh, tidak ditumbuk.

Temuan ini menunjukkan bahwa Jeholornis makan makanan yang berbeda pada waktu yang berbeda sepanjang tahun. Ketika buah tersedia, ia akan memakan buah utuh, biji dan semuanya, dan kemudian membuang biji yang belum dihancurkan.

Namun, ketika buah tidak sedang musim, ia akan memakan sesuatu yang berbeda dan lebih keras dan mengandalkan ampela untuk menghancurkannya.

Buah Membantu Jeholornis Terbang

Konsumsi buah turut andil dalam meningkatkan kemampuan terbang Jeholornis. O’Connor menjelaskan, buah yang bervariasi mendorong burung purba Jeholornis untuk terbang dari satu pohon ke pohon lain.

“Diet buah mungkin telah memberikan tekanan evolusioner pada Jeholornis agar lebih baik dalam terbang,” kata O’Connor.

“Kamu tidak bisa hanya duduk di satu pohon selamanya dan memakan buahnya. Tapi harus bisa bergerak, dan mengidentifikasi sumber daya tersebut dengan terbang ke atas dan melihat di mana mereka berada.” tutupnya.

Penelitian mengenai burung pemakan buah pertama ini terbit dalam jurnal e-Life.

Sumber : Detikedu.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.