Ini Sejarah Kucing Dosmetik

0
319
ilustrasi

TNews, SEJARAH – Kucing domestik atau kucing kampung memiliki nama latin felis silvestris lybica yang berasal dari periode Neolitik di zaman Mesir kuno. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Claudio Ottoni seorang peneliti dari University of Rome mengatakan domestikasi kucing terjadi dalam dua jenis.

Ia juga mengatakan kucing domestik memiliki nenek moyang yang sama yaitu berasal dari kucing liar Afrika Utara atau Asia Barat. Selain itu dengan mempelajari DNA kucing purba dari seluruh dunia, para peneliti menemukan domestikasi kucing terjadi pada periode Neolitik dan kemudian sampai pada Mesir kuno.

Peneliti dari French National Centre for Scientific Research Jean Denis Vigne mempelajari sisa-sisa kerangka kucing di China dan menemukan hubungannya dengan macan tutul di China. Walaupun begitu, para peneliti tidak menemukan kucing kampung yang berkerabat dengan kucing macan tutul.

Mengapa Kucing Kampung Menyebar?

Penelitian yang dilakukan oleh Ottoni juga menjelaskan mengapa kucing menyebar di seluruh dunia. Dengan menganalisis, DNA purba dari sisa-sisa kucing yang ditemukan di kota pelabuhan, para ilmuwan menyimpulkan jika kucing dibawa dengan kapal.

Kucing digunakan untuk membantu melindungi penyimpanan makanan di kapal untuk membunuh hewan pengerat. Perjalanan tersebutlah yang memungkinkan kucing menyebar ke seluruh dunia.

Pola Bulu Kucing

Melansir laman Library of Congress, sejarah kucing kampung tidak dapat dipisahkan dari pola bulu kucing. Dengan menganalisis pola bulu kucing menjadi cara terbaik untuk membedakan antara kucing kampung dan kucing ras.

Ottoni menemukan gen pada mayoritas kucing kampung saat ini belum ditemukan sampai abad pertengahan. Hal ini mempengaruhi proses domestikasi kucing yang menjadi lambat.

Adapun para ilmuwan juga menggunakan warna dan pola bulu untuk mempelajari aspek lain dari kucing. Hal ini dilakukan oleh peneliti bernama V.J Crossley yang menemukan penyakit kucing juga dipengaruhi pada jenis, warna bulu, dan panjang rambut.

Studi ini juga mengatakan penyakit kucing tersebut cenderung pada kucing berbulu panjang non ras sedangkan risiko rendah dialami oleh kucing ras berbulu panjang.

Hubungan Antara Warna Bulu dan Perilaku

Peneliti E.A Stelow melakukan penelitian menggunakan survei online dan menemukan jika kucing berwarna gelap seperti abu-abu dan putih serta hitam putih cenderung lebih agresif daripada kucing warna lain.

 

Sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.