Soal Dugaan Korupsi dana BOS di SD Negeri 054920 Secanggang Langkat, Kadis Pendidikan akan Panggil Kepsek

1
2730
Kadis Pendidikan Pemkab Langkat H. Saiful Abdi

TNews, LANGKAT – Sekolah Dasar (SD) Negeri 054920 Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara diduga telah terjadi dugaan korupsi dana BOS. Menanggapi hal itu, Kadis Pendidikan Pemkab Langkat H. Saiful Abdi  angkat bicara.

Saat di konfirmasi media ini pada hari Jumat (19/1/2024) siang pada pukul 14.45 wib, H. Saiful Abdi mengungkapkan dirinya tidak tahu persoalan di sekolah tersebut.

“Baru ini saya dapat mengetahui di salah satu pemberitaan di media online tersebut, tentang sekolah itu,” terang Kadis.

Untuk itu Ia akan memanggil kepsek SD negeri 054920, untuk diminta klarifikasi. “Agar sekolah nya dapat segera dibersihkan dan semangkin cantik,” ujarnya.

Disisi lain Ia meminta kepada, kepsek harus mengajukan surat, agar gedung sekolah ndapat bantuan dari Pemerintah pusat. “Biar gedung sekolah tersebut dapat lebih bagus dan semangkin indah,” jelasnya.

“Saya selaku Kadis Dinas Pendidikan Pemkab Langkat sangat terkejut sekali,dengan keadaan sekolah beliau itu, dan sangat prihatin saya, makanya itu di tahun 2024 ini di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Langkat agar segera mengajukan permohonan bantuan, biar dapat dari pemerintah bantuan untuk rehab gedung sekolah tersebut,” tegasnya.

Meski demikian Kadis menjelaskan, kalau permasalahan Dana BOS, tidak bisa asal-asalan menggunakan untuk hal-hal yang berat, sudah ada ketentuan Juknis BOS.

“Kan tidak mungkin pihak sekolah memakai Dana BOS untuk perawatan gedung sekolah,ya bisa membayakan pihak kepsek.kalau hal kecil ok lah mereka bisa membeli Asbes sekolah, dan pengecetan gedung dan kebutuhan sekolah. Tapi kalau semuanya mereka menggunakan Dana BOS sama saja mereka menjerat diri sendiri,” tegas H.Saiful Abdi.

Reporter : Nanda

1 KOMENTAR

  1. Pembangunan krmbali sekolah atw rehap sekolah sdh menjadi tgg jawab pemerintah daerah, tetapi dinas pe didikan juga hars ada mapping untuk ko disi sekolahnya dong….
    Mosok seorang kepala dinas pendidikan gak tau kondisi sekolah di wilayahnya, sedangkan beliau sdh cukup lama jd kepala dinas pendidikan….
    Trs apa fungsi monitoringnya gak berjalan ????
    Banyak dana SPPD untuk perjalanan dinas dalam daerah apakah gak smp bisa mengetahui kondisi sekolahnya ???
    Belum lagi kebutuhan guru sekolah yg juga dikerjakan dengan amburadul…..
    😔😔😔😔😔

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.