Diduga Manajemen RSUDB Persulit Pasien Jampersal

1
330
Tahun Ini, RSU Datoe Binangkang Wajib Pindah !
Rumah Sakit Datoe Binangkang

rumah sakit datoe binangkangTotabuanews.com, Kotamobagu – Malang nasib Novita Ibrahim (32), warga Motoboi Besar Kecamatan Kotamobagu Timur. Novita merupakan warga miskin yang masuk Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkang (RSUDB), saat akan melahirkan.

Dengan berbekal kartu Jaminan Persalinan (Jampersal) yang dia miliki berharap mendapat kemudahan dari pihak rumah sakit. Namun tak disangka dengan berbekal kartu tersebut, Novita, diduga sengaja dipersulit oleh pihak pengelolah rumah sakit. Terbukti saat dijadwalkan untuk dioperasi oleh dokter, selasa (01/01/2013), batal dilakaukan tanpa ada alasan yang jelas.

Padahal pihak rumah sakit sudah menjadwalkan pada selasa siang, namun hingga malam tidak kunjung di oprasi.

Bahkan sebagaimana keterangan suami Novita, Tedi Mamonto, surat rujukan dari dokter bahwa istrinya akan dioprasi selasa siang . Namun, ketika keluarganya sudah berada di RSUD, terus diulur . “Saat kita sudah berada di rumah sakit pada selasa kata perawat operasinya nanti hari rabu pagi dan jadwal pada selasa ditunda,” kata Tedi.

Namun saat detik-detik menegangkan dengan kondisi yang genting tiba-tiba kata Tedi operasi batal dilaksanakan. Entah apa alasannya. “Tak lama kemudian perawat kembali datang dan mengatakan jika dokter ingin melakukan operasi pada hari selasa sore, namun wajib menyediakan uang Rp 6 juta di Rumah Sakit (RS) Monompia karena pada hari rabu, dokter akan ke Surabaya,” kata Tedi dengan nada sedih.

Bahkan lanjut Tedi dirinya sudah bermohon agar pelaksaan operasi segera dilaksanakan namun dengan pertimbangan dana. Akan tetapi dengan segala kerendahan hati dan bermohon dokter tersebut tak mengiyakan permohonan tersebut.

“Masa musti harus mo buju dulu pa dokter supaya mo jadi operasi. Inikan aneh sementara pasien sudah dalam kondisi yang sekarat,” tambah Zul Pobela yang mengaku pihak keluarga Novita. Bahkan menurut Zul, dirinya menduga peroslan Novita bukan lagi persoalan profesi akan tetapi ini sudah masuk persoalan bisnis. Karena dengan bukti kartu Jampersal yang merupakan program pemerintah ternyata tak berlaku di rumah sakit apa terlebih bagi mereka yang miskin.

Pantauan totabuanews.com, ada beberapa pasien yang sudah di jadwalkan untuk dioperasi malah memilih untuk pindah rumah sakit . Ini dikarenakan pelayanan di rumah sakit itu sangat tidak maksimal. Dari beberapa pasien yang kesal langsung pindah rumah sakit. Bahkan ada yang mengaku pindah untuk melakukan operasi di Manado.

Kepala RDUD Datue Binangkang, dr Lukcy Siwi, hingga kini belum bisa dikonfirmasi. Bahkan nomor handphone yang biasa dipakai orang nomor satu di RS Datoe Binangkang hingga berita ini diturunkan dalam keadaan off sehingga tidak bisa dihubungi. (gito/hsd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.