Duka Tambang Ilegal BMR Belum Usai, Setelah Bakan, Kini Potolo Makan Korban

0
193
Loading...

TOTABUAN.NEWS, BOLMONG – Suasana duka tragedi longsornya tambang super busa di Desa Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow masih terasa. Satu persatu mayat korban yang tertimbun mulai dievakuasi.

Namun disela-sela proses evakuasi korban tambang Bakan, tragedi serupa kembali terjadi. Kali ini terjadi di lokasi tambang Potolo Desa Tanoyan, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang tak jauh dari lokasi tambang bakan.

Dikabarkan dua penambang tewas, akan tetapi ke dua pembang yakni SP alias Sonti (38) dan AM alias Amang (38) tewas bukan karena tertimbun longsor melainkan karena diduda menghirup zat azam. Kedua penambang tersebut tewas padaSelasa (05/03/2019), sekitar pukul 15.00 Wita.

Informasi didapat, sebelumnya korban Sonti turun ke lubang galian emas dengan kedalaman kurang lebih 20 meter, tiba-tiba Sonti jatuh ke dalam lubang diduga akibat zat asam. Melihat Korban Sonti jatuh, kemudian Amang yang merupakan kepala kongsi ini turun, dengan tujuan membantu korban Sonti.

Tiba-tiba Amang ikut terjatuh ke dalam lubang, sehingga Korban Sonti dan Amang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam lubang.

Saat menerima informasi dari masyarakat Aparat Kepolsian Polsek Lolayan langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan langsung membantu masyarakat untuk melakukan evakuasi kepada kedua korban.

“Bersama masyarakat anggota melakukan evakuasi terhadap kedua korban, hingga pukul 17.00 WITA sudah dapat dievakuasi,” kata Kapolsek Lolayan, melalui Kanit Reskrim Aiptu Fadly Pampaile.

Menurut Fadly, kini kedua korban sedang berada di Rumah Sakit Kotamobagu, guna dilakukan pemeriksaan luar. “Kedua korban berada di kamar mayat, guna pemeriksaan Luar,” jelasnya.

Disisi lain, terjadinya sejumlah tragedi yang menewaskan penambang di lokasi pertambangan ilegal di wilayah BMR, tentu menjadi warning bagi semua pihak. Terutama pihak keamanan, agar segera mungkin menertibkan seluruh tambang ilegal yang ada di wilayah BMR sebelum korban terus bertambah.

 

Konni Balamba

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.