Ini Sejarah Singkat di Balik 4 Tradisi Perayaan Natal Paling Populer

0
280

TNews, JAKARTA – Hari Raya Natal dilaksanakan pada Rabu 25 Desember 2019 besok. Selayaknya perayaan hari besar lainnya, Natal memiliki begitu banyak tradisi yang beragam dari satu negara hingga negara lain.

Mulai dari menghitung hari-hari di bulan Desember dengan menggunakan kalender Advent, hingga menghias pohon cemara dengan hiasan dekoratif dan lampu berwarna-warni. Setiap tradisi Natal memiliki sejarah dan kisah latar belakang masing-masing.

Kali ini, Totabuan News telah merangkum empat sejarah di balik tradisi perayaan Natal yang telah mendunia.

1. Tradisi menggantungkan kaus kaki di perapian dipopulerkan oleh puisi Natal yang populer.

Asal-usul tradisi menggantung kaus kaki di perapian dapat ditelusuri kembali ke kisah seorang duda yang khawatir dia tidak bisa memenuhi kebutuhan tiga putrinya, menurut Smithsonian Magazine. St. Nicholas mendengar tentang kesulitan keluarga ini. Ia kemudian mengisi kaos kaki si anak-anak perempuan yang dikeringkan di dekat perapian dengan koin emas. Popularitas tradisi ini juga dapat dikaitkan dengan puisi Clement Clarke Moore, yang berjudul A Visit from St. Nicholas atau Kunjungan dari St. Nicholas tahun 1823.

Sejak saat itu, tradisi menggantung kaus kaki di perapian menjadi praktik umum bagi anak-anak pada Malam Natal dengan harapan bahwa Sinterklas akan mengisinya dengan hadiah.

2. Tradisi mengirim kartu Natal dimulai di Inggris.

Mengirim kartu Natal merupakan satu tradisi yang paling populer di dunia dan memiliki sejarah panjang.Selama musim Natal di Inggris pada 1843, Sir Henry Cole memutuskan bahwa ia menginginkan cara untuk mengirim ucapan selamat kepada teman-temannya tanpa harus menulis surat pribadi, menurut Smithsonian Magazine.

Kemudian, dia membuat 1.000 kartu bergambar yang dicetak dengan kata-kata, “A Merry Christmas dan A Happy New Year To You” dengan ruang untuk tambahan tulisan yang lebih personal. Ini adalah awal dari kartu Natal, yang tidak terlalu jauh berbeda dari yang kita temukan sekarang.

3. Tradisi menghias pohon Natal dapat ditelusuri kembali ke Jerman dan Inggris.

Pohon cemara, yang umumnya digunakan sebagai pohon Natal saat ini, telah lama dianggap sebagai pohon yang beruntung karena mereka tetap hijau bahkan di musim dingin.

Pohon Natal modern dapat ditelusuri kembali ke masyarakat Lutheran Jerman pada abad ke-17, dan mereka pertama kali terlihat di Amerika Serikat di Pennsylvania pada 1820-an (ketika banyak orang Jerman berimigrasi), menurut TIME.

Ratu Victoria dan Pangeran Albert Jerman mempopulerkan tradisi ini ketika sketsa keluarga mereka duduk di samping pohon Natal yang dihias diterbitkan dalam Illustrated London News pada 1846, Pada akhir 1800-an, pohon-pohon Natal banyak ditemukan di AS dan sering dihiasi dengan ornamen buatan sendiri maupun diimpor dari Jerman.

4. Tradisi menyembunyikan acar di pohon Natal pada mulanya adalah tradisi Jerman.

Weihnachtsgurke, juga dikenal sebagai Christmas Pickle, adalah tradisi yang populer di Amerika Serikat. Diperkirakan tradisi ini dimulai di Jerman, meskipun hanya sedikit orang yang pernah mendengarnya.

Konon, tradisi ini dimulai di Jerman pada akhir 1900-an, ketika Jerman mempopulerkan ornamen kaca. Meski demikian, tradisi ini juga diduga sebagai trik pemasaran yang diciptakan oleh mereka yang mengimpor hiasan kaca untuk pohon Natal dari Jerman.

Sebagai bagian dari tradisi, biasanya orangtua menyembunyikan ornamen berbentuk acar berwarna hijau yang mudah disamarkan pada Malam Natal. Kemudian, anak pertama yang menemukannya di pagi hari akan memiliki keberuntungan di sepanjang tahun baru.

 

Sumber : Tribun News

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.