Kaitkan Urusan Politik dengan Perbankan, Sachrul Mamonto: Kepala BSG Tutuyan Harus Dicopot

0
2470
Sachrul Mamonto

TOTABUAN.NEWS, BOLTIM – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tahun 2015 sudah lama berlalu. Namun rupanya hingga kini masih ada dendam politik tersisa.

Lucunya, hingga saat ini beberapa oknum dari pihak yang menang dalam pilkada masih larut dalam eforia kemenangan. Bahkan, mereka diduga melakukan intervensi kepada pihak yang kalah. Terutama kepada masyarakat yang tidak mendukung paslon yang menang.

Ini terbukti saat penerimaan calon karyawan Bank SulutGo Tutuyan. Dimana oknum Kepala Cabang Bank Sulut Tutuyan DM diduga mendiskriminasi penerimaan karyawan.

Ini terungkap dari pengakuan salah satu calon karyawan Anggra Rumambi warga desa Modayag. Dia menuturkan, oknum kepala cabang terang-terangan menolak pelamar yang tidak mendukung Calon Bupati Kabupaten Boltim terpilih pada Pilkada 2015 lalu.

”Ibu langsung yang interview saya. Bapak dukung siapa waktu pilkada lalu, saya jawab dukung smile. Kata Ibu lagi ke saya, kami tidak bisa menjamin kalau Bapak bisa diterima bekerja, karena ini bukan kewenangan kami. Tapi, kewenangan pemegang saham yaitu Pak Bupati Boltim. Yang bisa bekerja disini, harus orangnya Bupati Boltim,” ucap Anggra.

Menanggapi itu, tokoh masyarakat Boltim Sam Sachrul Mamonto kepada Totabuan News mengecam sikap dari kepala BSG Tutuyan tersebut. Sachrul diketahui merupakan rival Sehan Landjar pada Pilkada 2015 lalu ini menegaskan agar kepala BSG Tutuyan dicopot.

“Karna bisa membuat resiko reputasi, pilkada Boltim sudah sangat lama, dan tidak pantas seorang pimpinan cabang kembali mengadu domba masyarakat,” ujar Alul sapaan Sam Sachrul Mamonto.

Alul yang merupakan mantan Anggota Dewan Komite Bank SulutGo ini sedikit menjelaskan soal mekanisme penerimaan karyawan oleh BSG. “Interview bukan tugas cabang apabila ada pelamar kewajiban cabang hanya meneruskan ke kantor pusat divisi SDM. Itu bukan kewenangan cabang, apalagi membenturkan perbankan dengan urusan politik bisa menghancurkan perbankan,” kata figur yang saat ini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat di Pilkada Boltim 2020 mendatang.

 

Tim Totabuan News

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.