Megawati Beri Sanksi Kepada 26 Kader PDIP Yang Tak Beretika Dalam Rakernas

0
356
Loading...

TNews, JAKARTA – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjatuhkan sanksi kepada sejumlah kader partainya selama Rakernas I PDIP berlangsung. Mega menjatuhkan sanksi karena sejumlah kader tak taat perintah partai selama Rakernas.

“Ibu Megawati juga terus memantau, bahkan, sesuai dengan pidato politik Ibu Ketua Umum pada saat pembukaan Rakernas, disiplin langsung diterapkan. Mereka yang tidak menjalankan instruksi Ketum, instruksi partai, langsung diberikan sanksi,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela Rakernas I PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2020).

Hingga hari ini, Hasto mengatakan Mega telah menjatuhkan sanksi kepada 26 kader partai. Sanksi diberikan di antaranya kepada kader yang merokok di luar arena saat acara Rakernas berlangsung. “Hari ini ada 26 kader PDIP yang diberi sanksi karena tidak menjalankan perintah itu di dalam disiplin partai. Ada yang merokok di luar pada saat acara, ada yang kemudian terlalu asyik di tempat lain, langsung kita beri sanksi. ID card-nya dikasih lubang,” ujarnya.

Hasto mengatakan kader yang melakukan provokasi saat melakukan antrean juga dijatuhi sanksi. Menurut Hasto, menjadi kader berlambang banteng tersebut harus siap menjadi pemimpin dan pengikut. “Ada yang lubangnya dua karena ada yang memprovokasi pada saat antrean, padahal menjadi kader partai kita juga harus siap tidak hanya jadi pemimpin, tapi juga siap menjadi pengikut. Maka kita langsung berikan sanksi pada hari ini tercatat pukul 14.30 WIB tadi sudah 26 kader partai yang sudah dapat sanksi karena tidak menjalankan perintah partai tersebut,” imbuhnya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meninjau kelas Rakernas I PDIP dan memberikan perhatian khusus kepada sejumlah isu.

Isu pertama yang diberi perhatian khusus adalah kelas yang membahas Pilkada 2020. “Beberapa perhatian pokok yang utama dari Megawati Soekarnoputri sehingga beliau meninjau secara langsung beberapa kelas seperti pemenangan pemilu, karena persiapan pilkada serentak harus dilakukan sebaik-baiknya. Pilkada serentak merupakan momentum untuk membangun mekanisme kelembagaan partai di dalam menghasilkan pemimpin yang mumpuni, pemimpin yang baik, pemimpin yang ideologis, dan punya jiwa kerakyatan itu,” kata Hasto Kristiyanto.

Selain Pilkada 2020, Hasto mengatakan, Mega menaruh perhatian khusus pada permasalahan yang dihadapi BNPB dan BMKG. Mega, kata Hasto, menaruh perhatian bagaimana kesiapsiagaan mencegah bencana.

“Bu Megawati Soekarnoputri juga menaruh perhatian terhadap persoalan BMKG, karena BMKG dibentuk oleh Ibu Megawati, demikian pula BNPB. Aspek-aspek meteorologi dan geofisika, klimatologi, dan bagaimana kesiapsiagaan kita di dalam mencegah bencana melalui kebijakan menjadi perhatian yang sangat khusus. Bahkan Ibu Megawati bersama Prananda (Prabowo) memantau dan duduk di bagian belakang,” ujar Hasto.

Bahkan Mega sempat meminta tambahan waktu saat kelas yang terkait BNPB dan BMKG. Hasto mengatakan penambahan waktu tersebut untuk menyadarkan kader PDIP bahwa Indonesia rawan terhadap bencana. “Kemudian, ketika waktunya habis, diberi waktu tambahan supaya kita sangat menyadari bagaimana kita memang tinggal di daerah yang rawan terhadap bencana,” imbuh Hasto.

 

Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.