Penyaluran Bantuan ke Petani Bolmong Diduga Ada ‘Permainan’

0
142
TOTABUANEWS, BOLMONG – Adanya laporan masyarakat terkait penyaluran bibit jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) pada tahun 2018 ini yang dinilai ada penyimpangan, akhirnya mendapat tanggapan pedas dari Anggota Legislatif (Aleg) Bolmong, Masud Lauma.
Menurutnya, saat ini terindikasi ada permainan di dinas terkait dengan laporan masyarakat tentang penyaluran bibit jagung yang bukan lagi sesuai dengan permintaan para Kelompok Tani (Poktan). “Terbukti bantuannya tidak lagi sesuai dengan apa yang di usulkan oleh petani jagung,” ungkap Lauma, (19/8/2018).
Dirinya menduga bibit yang disalurkan adalah sisa bibit JH7 tahun 2017 lalu yang kembali diserahkan kepada kelompok pengusul tahun 2018 ini. “Sebab, untuk bantuan bibit tahun 2018 ini adalah BISI 18, bukan bibit JH 7. Terbukti dilapangan hanya beberapa kelompok yang menerima Bisi 18,  bisa saja terjadi jual beli antara pihak-pihak tertentu,” bebernya.
Aleg dari Fraksi PDIP ini pun berharap agar pihak berwajib untuk masuk dan menelusuri permasalahan tersebut. “Ini harus ditelusuri. Sebab, dari hasil dokumentasi di lapangan ada yang menerima BISI 18,” tutupnya.
Sementara itu, Dedy Sabir salah satu warga Desa Toruakat mempertanyakan penyaluran bibit jagung. “Di Toruakat sampai sekarang belum membagi bibit jagung karena belum genap, yang seharusnya 51 kelompok yang ada, sekarang baru 48 kelompok. Sedangkan sisanya 3 kelompok PPL yang ambil. Saya mohon ini diusut,” sesalnya.
Peliput: Ebby Makalalag

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.