PSBB Tak Dipatuhi, Penggali Kubur : Kami Kewalahan Siapkan Lobang Jenazah

0
810
Loading...

TNews, NASIONAL – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta masih longgar belakangan ini. Bila dilihat kenyataan di lapangan, sebagian masyarakat masih banyak yang beraktivitas di luar. Bahkan menyerbu pusat perbelanjaan untuk belanja baju Lebaran. Masih ada saja masyarakat yang abai dengan penerapan jaga jarak atau social distancing dan penggunaan masker.

Petugas medis yang menjadi garda terdepan pun merasa kecewa pengorbanannya berjibaku dengan virus malah dibalas dengan perilaku masyarakat yang tidak disiplin. Tagar “Indonesia Terserah” sempat menghiasi lini masa jagat media sosial.

Tagar yang berisi keputusasaan akan perilaku masyarakat dalam menghadapi bahaya Covid-19. Semua yang memiliki rasa peduli dalam memberantas Covid-19 prihatin melihatnya, tak terkecuali penggali kubur di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Imang Maulana (49), penggali kubur yang sehari-hari bekerja sesuai protokol penanganan Covid-19 itu amat prihatin dengan masyarakat belakangan ini.

Padahal, Imang dan rekan-rekan yang lain mengaku kewalahan menangani jenazah yang datang setiap hari. “Ya amat prihatin aja dengan perilaku masyarakat kebanyakan. Padahal kita sudah kewalahan menyiapkan lubang untuk jenazah Covid-19,” ungkapnya pada Jumat (22/5/2020).

Imang melihat, informasi jumlah jenazah Covid-19 yang melonjak dianggap sebagai angin lalu saja. Masyarakat yang melanggar mungkin harus terpapar dulu baru sadar. “Padahal di media diumumkan kalau yang positif terpapar virus Covid-19 melonjak. Masyarakat seolah buta dan tuli.”

“Atau haruskah terpapar dahulu baru kemudian kesadaran itu muncul. Haruskah lebih dahulu tertular baru kemudian menyesal. Saya cuma bisa ngenez aja,” lanjutnya. Imang berharap agar masyarakat bisa lebih sadar dan peduli terhadap imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Harapannya agar semua pihak masyarakat lebih sadar diri untuk peduli akan pentingnya upaya memutus mata rantai pandemi Covid-19.”

“Sebelum lebih banyak lg korban berjatuhan. Mari kita sayangi nyawa kita. Nyawa anak istri kita, keluarga, tetangga dan sekitar kita,” ujarnya.

Sumber : Tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.