Wakil Gubernur Dilapor ke Polda, Diduga Tipu Kontraktor

0
3206
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum dilaporkan oleh seorang kontraktor ke Polda Jabar. (Foto: Detik.com)

TNews, NASIONAL – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum terseret kasus hukum. Uu diduga melakukan penipuan belasan proyek dengan kerugian mencapai Rp 3,9 miliar.

Dugaan penipuan itu dilaporkan seorang kontraktor bernama Budi Santoso ke Polda Jabar pada 2018. Kasusnya sempat dihentikan penyidik karena tak memiliki bukti kuat. Namun Budi kembali mendatangi Polda Jabar dengan membawa bukti-bukti baru. “Kasusnya ini tahun 2017. Kami sudah lapor di tahun 2018 dan sempat dihentikan. Kemarin (penyidik) bilang tidak ada tindak pidananya. Sekarang kami punya data baru,” ucap Herry Kurniawan, kuasa hukum Budi Santoso, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (26/11/2019).

Sementara itu, Budi menuturkan dugaan penipuan ini berawal saat dia ditunjuk langsung Uu, yang pada 2017 masih bertugas sebagai Bupati Tasikmalaya. Budi diberi surat keterangan Bupati Tasikmalaya untuk merenovasi 13 proyek di Kabupaten Tasikmalaya.

Proyek itu terdiri atas renovasi Masjid Agung Baiturrahman, renovasi islamic center, kantor Yayasan Ar-Ruzhan, rest area di Gentong, landmark bertulisan ‘Allah Maha Besar’ di Jalan Ciawi, hingga rumah tinggal pribadi. “Total ada 13 proyek pemerintah dan enam proyek swasta pribadi Pak Uu. Kebetulan saya arsitek, jadi kami mendesain semua detail engineering design (DED), gambarnya sudah lengkap dan produknya mereka terima, tapi tak ada satu pun yang dibayar. Nilainya Rp 3,9 miliar,” ucap Budi.

Budi mengatakan, SK proyek yang diserahkan kepadanya itu lantas dicabut oleh Uu begitu proyeknya selesai. Padahal Budi sudah mengeluarkan dana pribadinya untuk menyelesaikan proyek tersebut. “Alasannya itu mau ditenderkan. Tiba-tiba ditenderkan dan diberikan ke kontraktor yang lain,” katanya.

 

Sumber : Detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.