Jalan Sehat SDN 1 Mongondow Minim Pengawasan Guru, Bocah 8 Tahun Harus Jalani Operasi

oleh -839 Dilihat
Gambar: Athallah Zayan Krisjati (8) sedang menjalani perawatan setelah mengalami patah tulang pada kaki kanannya di sebuah rumah sakit di Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu, 1 November 2025. (Foto: Dok. Keluarga).

TNews, KOTAMOBAGU — Seorang bocah berusia 8 tahun bernama Athallah Zayan Krisjati mengalami patah tulang pada kaki kanannya setelah mengikuti kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan pihak sekolah pada Jumat, 31 Oktober 2025 lalu. Peristiwa ini menjadi perhatian bersama agar kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih aman bagi seluruh siswa.

Menurut keterangan keluarga, Zayan terjatuh ketika kakinya masuk ke dalam sebuah lubang di sepanjang rute jalan sehat. Mereka berharap rute kegiatan seperti ini dapat ditinjau kembali untuk memastikan kesesuaian dan keamanan bagi anak-anak sekolah dasar. Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan harus terus menjadi prioritas dalam setiap kegiatan luar sekolah.

Pada awalnya, keluarga mengira Zayan hanya mengalami cedera ringan karena informasi yang diterima pun tidak menunjukkan adanya luka serius. Hal yang sama diduga juga terjadi pada pihak sekolah yang kemungkinan berpikir bahwa kondisi Zayan tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun beberapa hari kemudian, kondisi kaki Zayan tidak menunjukkan perbaikan hingga akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Minahasa Utara untuk menjalani operasi.

Keluarga menegaskan bahwa mereka tidak menuntut biaya apa pun dari pihak sekolah. Mereka hanya berharap agar pengawasan dalam setiap kegiatan luar sekolah dapat ditingkatkan sehingga keamanan dan keselamatan siswa lebih terjamin. Meski demikian, keluarga mengakui ada sedikit rasa kecewa karena pada saat Zayan berada di rumah pascakejadian, belum ada kunjungan dari pihak sekolah untuk mengecek kondisinya. Pihak sekolah baru datang pada Senin, 10 November 2025, setelah keluarga menginformasikan bahwa Zayan harus menjalani tindakan medis berupa operasi.

“Kami tidak bermaksud menyalahkan siapa pun dan tidak mengharapkan sepersen pun dari pihak sekolah. Kami hanya berharap pengawasan dan koordinasi dapat semakin ditingkatkan demi keselamatan anak-anak,” ujar Ari Krisjati, keluarga Zayan.

Hingga hari ini, Senin 17 November 2025, Zayan masih berada di Kota Manado untuk menjalani perawatan lanjutan. Keluarga berharap peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bersama bagi sekolah, orang tua, dan semua pihak terkait agar kegiatan pendidikan di luar kelas selalu berjalan dengan aman, nyaman, dan terpantau dengan baik.*

Peliput: Kokon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *