Putra Terbaik Sulut! Eks Pangdam XIII/Merdeka Wanti Waranei Frangky Mamahit Resmi Jabat Komisaris Subholding Pertamina

oleh -123 Dilihat
Wanti W.F Mamahit bersama Komisaris Utama Pertamina Simon mantiri usai pelantikan. (Foto : Ist)

TNews, Jakarta – Kabar membanggakan datang dari panggung nasional. Tokoh militer kebanggaan Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Wanti Waranei Frangky Mamahit (WWFM), resmi dipercayakan mengemban amanah strategis sebagai Komisaris di Subholding Downstream Pertamina.

Foto Bersama Direksi serta jajaran Dewan Komisaris Subholding Downstream Pertamina bersama Komisaris Utama Simon Mantiri. (Foto : Ist)

Penunjukan ini merupakan bagian dari perombakan besar-besaran jajaran direksi dan komisaris di lingkungan PT Pertamina (Persero) yang diputuskan melalui mekanisme BP Danantara pada awal Februari 2026.

WWFM, yang dikenal sebagai mantan Pangdam XIII/Merdeka dan tangan kanan strategis Gubernur Sulut Yulius Selvanus, kini bergabung dengan jajaran Dewan Komisaris Subholding Downstream (Hilir), 04 Februari 2026.

Ia akan bekerja bersama sejumlah nama beken lainnya, seperti Panel Barus, Tina Talisa, hingga Prabu Revolusi, di bawah kepemimpinan Komisaris Utama Sabar Yudo Suroso.

Subholding Downstream sendiri merupakan unit vital Pertamina yang mengelola seluruh rantai pasok energi dari kilang hingga ke tangan konsumen (SPBU), termasuk distribusi BBM dan LPG di seluruh Indonesia.

Penunjukan sosok berlatar belakang militer seperti WWFM dinilai banyak pihak sebagai langkah taktis pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan disiplin di sektor hilir migas. Pengalaman teritorial dan kepemimpinan tegas yang dimiliki jenderal bintang dua ini diharapkan mampu menekan kebocoran distribusi serta memastikan kedaulatan energi nasional tetap terjaga.

“Ini adalah bentuk kepercayaan negara terhadap kapasitas putra daerah Sulawesi Utara. Dengan disiplin militer dan integritas yang beliau miliki, kami yakin pengawasan di sektor hilir Pertamina akan semakin kuat,” ujar salah satu sumber internal di Kementerian BUMN.

Bagi masyarakat Sulawesi Utara, jabatan baru WWFM ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan representasi kekuatan politik dan profesionalisme figur lokal di kancah BUMN. Kedekatan beliau dengan Gubernur YSK juga diharapkan dapat memperlancar koordinasi strategis terkait pemenuhan kebutuhan energi di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Dengan posisi baru ini, WWFM yang juga dikenal Pelestari Adat dan Budaya Minahasa ini, kini memikul tanggung jawab besar untuk memastikan transformasi digital dan efisiensi operasional di Pertamina berjalan sesuai target Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dam Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Inilah Jajaran Direksi (BoD) dan Dewan Komisaris Subholding Downstream Pertamina

Jajaran Direksi (BoD)

Direktur Utama: Mars Ega Legowo Putra
Wakil Direktur Utama: Taufik Aditiyawarman
Direktur Transformasi, Digitalisasi, & Sustainability: Tenny Elfrida
Direktur Penunjang Bisnis: Putut Andriatno
Direktur Sumber Daya Manusia: Dewi Kurnia Salwa
Direktur Optimasi Hilir & Distribusi: Hari Purnomo
Direktur Kelembagaan & Kepatuhan: Kadek Ambara Jaya
Direktur Armada Logistik: Arif Yunianto
Direktur Perencanaan & Pertumbuhan Bisnis: Joko Pranoto
Direktur Operasi Kilang: Didik Bahagia
Direktur Niaga: Erwin Suryadi
Direktur Pemasaran Retail: Eko Ricky Susanto
Direktur Pemasaran Korporat: Alimuddin Baso
Direktur Infrastruktur, Proyek, & Asset Integrity: Setyo Pitoyo
Direktur Manajemen Risiko: Rahman Pramono Wibowo
Direktur Keuangan: Bagus Agung Rahadiansyah

Jajaran Dewan Komisaris (BoC)

Komisaris Utama: Sabar Yudo Suroso
Wakil Komisaris Utama: Agustina Arumsari
Komisaris: Bambang Suswantono
Komisaris: Ahmad Erani Yustika
Komisaris: Wanti Waranei Franky Mamahit
Komisaris: Panel Barus
Komisaris: Tina Talisa
Komisaris: Andy Rachmianto
Komisaris: Ardhy N. Mokobombang
Komisaris Independen: Sudung Situmorang
Komisaris Independen: Siti Zahra Aghnia
Komisaris Independen: Prabunindya Revta Revolusi

(mt)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *