Warga Suak Labu Sampaikan Keluhan Infrastruktur ke Albert Chaniago

oleh -89 Dilihat
Gambar: Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Albert Chaniago, berdialog langsung dengan warga dan Ketua RT saat kegiatan reses di Aula Kantor Desa Suak Labu, Kecamatan Kuala Betara Kuala Betara, Rabu, 4 Februari 2026. Berbagai aspirasi terkait infrastruktur dan kebutuhan lingkungan disampaikan masyarakat dalam pertemuan tersebut. FOTO : Wanito.

TNews, KUALA BETARA – Keluhan soal infrastruktur hingga kebutuhan dasar lingkungan mengemuka saat Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Albert Chaniago, turun langsung ke Desa Suak Labu, Kecamatan Kuala Betara. Dalam agenda reses yang digelar Rabu (4/2/2026), warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Pantauan di Aula Kantor Desa Suak Labu, satu per satu perwakilan warga dan Ketua RT menyampaikan aspirasi secara terbuka. Mulai dari kondisi jalan lingkungan yang rusak, parit yang kerap meluap karena sedimentasi, hingga kebutuhan pagar pemakaman dan pembangunan jembatan penghubung antarwilayah desa.

Tidak sedikit warga menilai pembangunan di tingkat lingkungan masih membutuhkan perhatian lebih, terutama untuk akses jalan dan drainase yang berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari.

Albert Chaniago tampak lebih banyak mendengar dibanding berbicara. Ia mencatat setiap usulan yang disampaikan, sembari sesekali meminta penjelasan rinci dari Ketua RT terkait titik lokasi dan urgensi kebutuhan warga.

Menurut Albert, Ketua RT memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah karena paling memahami kondisi riil di lapangan.

“Masukan dari RT itu penting, karena mereka yang berhadapan langsung dengan warga. Dari situ kita bisa tahu mana yang benar-benar prioritas,” ujarnya kepada wartawan usai dialog.

Beberapa usulan yang mengemuka di antaranya pembangunan jalan rabat beton, normalisasi parit menggunakan alat berat amfibi, serta perbaikan jembatan desa yang dinilai sudah tidak layak. Warga berharap aspirasi tersebut tidak berhenti di forum reses, melainkan benar-benar ditindaklanjuti.

Menanggapi harapan itu, Albert menyatakan akan membawa seluruh catatan aspirasi ke pembahasan di DPRD dan berupaya menyelaraskannya dengan program pemerintah daerah.

Reses yang berlangsung hampir dua jam tersebut berjalan dalam suasana terbuka dan tanpa sekat, memperlihatkan bagaimana warga desa memanfaatkan ruang dialog langsung untuk menyuarakan kebutuhan yang selama ini jarang terdengar di tingkat kabupaten.*

Peliput: Wanito

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *