Beranda blog Halaman 2916

Nagita Slavina Beri Izin Raffi Ahmad Nikah Lagi

0

TNews, SELEB – Pasangan suami istri Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sudah hampir enam tahun membina rumah tangga. Hasil dari pernikahan itu, mereka dikaruniai satu anak bernama Rafathar Malik Ahmad.

Melaney Ricardo dalam vlog-nya yang berjudul MENCENGANGKAN! NAGITA IZININ GUE KAWIN LAGI KOK! “GUENYA AJA YANG GAK MAU!”, bertanya kepada pria 33 tahun itu soal apa rencananya bersama sang istri untuk lima tahun ke depan.

Plan lo apa, ‘A lima tahun ke depan lo ngelihatnya lo sama Nagita akan seperti apa? Nambah anak, dong? Kan pengin banget punya anak lagi. Nambah anak dari Gigi–nama panggilan Nagita–, jangan dari yang lain,” ucap Melaney.

Namun, jawaban tidak terduga keluar dari mulut Raffi. Dia mengungkapkan Nagita Slavina akan mengizinkannya jika ingin menikah lagi. Mendengar hal itu, Melaney seketika terdiam lantaran tak percaya.

“Kalau Nagita, mah, gue menikah lagi, dia boleh-boleh saja,” ujar Raffi.

“Serius apa bohongan, sih ‘A?,” tanya Melaney pada Raffi.

“Serius. Tapi, kan gue enggak mau, karena sekarang gue pengin hidup buat anak gue saja, mudah-mudahan punya anak lagi,” jawab Raffi.

Lantaran masih merasa tak percaya atas apa yang dia dengar dari ucapan pria kelahiran Bandung, Jawa Barat itu, Melaney kembali bertanya pada Raffi.

“‘A, tadi serius ‘A? Kalau lo mau nikah lagi, terus lo ngomong jujur, Gigi pasti bolehin?” tutur Melaney.

Jawaban pemain film Rumput Tetangga itu pun masih sama. Menurutnya, sang istri bisa memahaminya.

“Bolehin (nikah lagi). Tapi, kan, kalau kita sudah mengerti artinya hidup, ya ngapain. Toh Nagita juga ngerti, ya sudahlah takdir sama Allah. Itu yang terbaik dari Allah untuk kita, berarti itu yang terbaik. Dia harus ikhlas, aku pun ikhlas sama-sama,” ungkap Raffi.

Namun, Raffi mengungkapkan dirinya tidak ingin menikah lagi. Sebab, ia ingin kembali memiliki buah hati dari Gigi.

“Sudahlah, kita hidup bahagia buat anak kita, punya anak lagi, itu yang lebih baik. Ya mungkin di agama gue menikah (lagi) kan boleh, tapi kalau gue pribadi, gue bukan berkata tidak, tapi gue sih untuk saat ini enggak,” tutur Raffi.

Lantas, apakah sebelumnya Raffi sempat terpikir untuk menikah lagi?

“Wajar. Gue pernah kepikiran punya istri satu, dua, tiga, empat. Seiring berjalannya waktu, pemikiran semua itu, kan, akan berganti dengan proses pendewasaanya kita. Tergantung tujuan kita apa, mungkin tujuan hidup kita dulu masih belum jelas, saat sudah jelas, kan kita bisa menentukan,” tutup Raffi Ahmad.

 

Sumber: kumparan.com

Pesawat TNI AU Jatuh di Permukiman Warga

0

TNews, NASIONAL – Sebuah pesawat TNI AU dikabarkan jatuh di daerah permukiman penduduk di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Dilansir Antara, Senin (15/6), pesawat itu jatuh pukul 08.30 WIB.

Belum ada informasi lebih lanjut terkait penyebab jatuhnya pesawat dan adanya korban jiwa terkait peristiwa ini.

kumparan masih mencoba mengontak TNI AU untuk meminta penjelasan informasi ini.

Sementara itu informasi dari laman Selasar Riau dari kolaborasi 1001 media kumparan diinformasikan, bahwa sejumlah warga memberi kesaksian.

Seorang saksi mata, Wahyu menceritakan, ia kaget saat perumahaannya ramai dengan orang. Dari kejauhan terlibat asap hitam membumbung tinggi ke angkasa.

“Saya pas antar anak sekolah, pas pulang, sudah ramai orang. Infonya pesawat jatuh, jenis Hawk,” kata Wahyu kepada Selasar Riau.

Hingga kini, perumahaan tersebut sudah dijaga oleh personel TNI AU yang datang langsung ke lokasi.

 

Sumber: Kumparan.com

Tak Sadar Dirinya Hamil, Wanita Ini Tiba-tiba Melahirkan di Kamar Mandi

0

TNews, INTERNASIONAL – Seorang wanita dari Brazil bernama Aymee Almeida jadi viral di TikTok setelah menceritakan kehamilannya yang tidak disadarinya. Aymee bahkan melahirkan di kamar mandi.

Setelah patah hati di 2018, Aymee mengaku berhenti berolahraga dan makan sesukanya. Saat itu dia berpikir bahwa berat badannya naik karena gaya hidupnya yang tidak sehat.

Setelah beberapa bulan setelahnya, Aymee merasa tidak enak badan hingga sering kurang darah. Wanita 20 tahun itu sempat ke rumah sakit, dan dokter mengatakan bahwa hal tersebut karena kondisi emosional Aymee yang tidak seimbang, tanpa melakukan pengecekan kehamilan.

Aymee pun menyadari bahwa kakinya yang menjadi lebih bengkak. Tapi lagi-lagi dia tidak berpikir bahwa tengah hamil. Menurut Aymee, ibu dan neneknya memiliki masalah pembuluh darah yang mungkin juga diturunkan padanya sehingga kakinya jadi bengkak.

Hingga pada suatu hari, Aymee merasa perutnya sangat kram saat berada di tempat kursus. Wanita cantik itu pun memutuskan pulang dan mandi. Rasa sakit pun semakin intens, bahkan dia tidak bisa berdiri lagi.

“Rasanya sangat intens, aku hanya menangis. Aku tidak sanggup mencari ponselku dan meminta pertolongan. Aku mulai mengejan sambil berpegangan di tiang pancuran,” kenang Aymee, seperti dikutip Yahoo Lifestyle.

Saat itu bahkan Aymee belum menyadari bahwa dia tengah melalui proses melahirkan. “Aku hanya memperhatikan apa yang terjadi saat kepala bayi sudah mulai muncul. Aku bahkan tidak punya waktu untuk terkejut,” urai Aymee.

Aymee bahkan memotong tali pusat bayi laki-lakinya sendiri dan menyikirkan plasenta, hingga membersihkan bayinya lewat bantuan video di Youtube.

Aymee bahkan tidak memberitahu orangtuanya dan ke dokter. Baru keesokan harinya dia ke dokter dan mengatakan kepada orangtuanya. Orangtua Aymee bahkan sempat menganggap bahwa putrinya itu tengah memberikan prank.

 

Sumber: Detik.com

Virus Corona Semakin Melemah? Ini Penjelasannya

0

TNews, SEHAT – Hingga kini total kasus virus Corona di seluruh dunia hampir menyentuh 8 juta orang. Namun muncul dugaan dari beberapa dokter tingkat keparahan penyakit virus Corona COVID-19 sedikit menurun. Benarkah demikian?

Dikutip dari Healthline, dokter di Pusat Medis Universitas Pittsburgh (UPMC) misalnya, mengatakan bahwa pasien Corona tampaknya tidak memiliki keparahan seperti sebelumnya. Saat dites, pasien Corona menunjukkan viral load atau jumlah virus lebih rendah daripada pasien Corona yang dirawat sebelumnya.

Menurut dokter di UPMC, jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan ventilator juga mengalami penurunan. Tren serupa baru-baru ini diamati di Italia. Seorang dokter Italia mengatakan bahwa virus Corona COVID-19 semakin melemah karena beberapa orang di Italia yang baru didiagnosis terinfeksi Corona menunjukkan jumlah virus lebih rendah daripada mereka yang dites sebulan lalu.

Tidak sedikit para ahli mengkritisi dugaan ini. Dikatakan bahwa belum ada kesimpulan dan cukup bukti yang benar-benar menjelaskan virus Corona semakin melemah.

Dikutip dari Healthline, berikut 3 fakta di balik virus Corona disebut semakin melemah.

Tidak ada bukti virus Corona bermutasi menjadi lebih lemah

Para ahli kesehatan mengatakan tidak ada bukti bahwa virus Corona COVID-19 telah bermutasi menjadi versi yang lebih lemah. Penelitian menunjukkan virus telah bermutasi adalah hal yang normal. Namun tidak ada bukti bahwa virus tersebut mengalami lebih banyak mutasi yang mempengaruhi tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

“Saya kira kita belum memiliki bukti mengenai hal ini,” kata Dr Heidi Zapata, seorang dokter penyakit menular dan asisten profesor kedokteran Yale di sekolah kedokteran.

Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan sarjana senior untuk Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins, mencurigai perubahan dalam perilaku virus Corona baru disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah pengujian.

“Pada awal pandemi, kami belum meningkatkan pengujian, dan ada penundaan antara ketika orang mengembangkan gejala dan ketika mereka diuji,” kata Adalja.

“Sekarang seluruh dunia lebih tanggap dalam melakukan tes massal. Kami juga menguji lebih banyak orang dengan gejala yang lebih ringan yang mungkin memiliki viral load yang lebih rendah. Kami menjadi jauh lebih baik dalam pengujian, dan kami menguji jauh lebih cepat sekarang,” demikian menurut Adalja.

Menurut Adalja, jumlah virus yang terpapar pada seseorang saat terinfeksi Corona memengaruhi viral load mereka di kemudian hari.

“Mungkin orang terinfeksi dengan jumlah virus yang lebih rendah sekarang karena begitu banyak jarak sosial telah dilakukan,” kata Adalja.

Bisakah karena pengaruh cuaca?

Hal yang juga menjadi pertanyaan apakah cuaca panas berpengaruh pada penularan virus Corona COVID-19. Studi awal menemukan panas dan udara kering dapat membantu mencegah virus Corona bertahan hidup di permukaan.

Namun virus ini utamanya menyebar melalui percikan yang keluar saat seseorang batuk dan bersin, bukan melalui kontaminasi permukaan. “Orang harus mencatat bahwa peningkatan COVID-19 di negara tropis dapat bertentangan dengan gagasan bahwa dengan musim panas akan datang akhir COVID-19,” kata Zapata.

Zapata mengatakan jelas kemungkinan bahwa faktor lingkungan seperti sinar ultraviolet, panas, dan kelembaban memang memengaruhi perilaku virus. Sebagai contoh, influenza menjadi lebih menular selama bulan-bulan musim dingin karena udara yang dingin dan kering. Namun, masih belum diketahui pasti bagaimana cuaca dan lingkungan akan memengaruhi coronavirus baru, catat Zapata.

Butuh lebih banyak riset

Kami tidak memiliki jawaban yang jelas tentang mengapa virus tampaknya berubah. “Saya #pikir penting untuk belajar untuk melihat apa yang sedang terjadi,” kata Adalja.

Para peneliti harus melihat semua pasien dan karakteristik penyakit mereka pada awal pandemi dan sekarang untuk mengidentifikasi perubahan dalam viral load atau lintasan penyakit orang. Adalja mengatakan kami membutuhkan lebih banyak data untuk membantu kami memahami jika ada fenomena nyata yang terjadi di sini.

 

Sumber: Detik.com

Virus Corona Disebut Bisa Menimbulkan Diabetes pada Pasien

0

TNews, SEHAT – Seseorang yang mulanya sehat saat terinfeksi Corona disebut bisa memiliki kondisi klinis lain. Para ahli meyakini virus Corona COVID-19 menyebabkan diabetes pada pasien Corona yang sebelumnya tidak memiliki penyakit penyerta apapun.

Mengutip Independent, 17 dokter terkemuka di AS mengatakan kasus baru Corona berulang kali ditemukan mengalami kondisi gula darah tinggi. Penelitian sebelumnya juga mengatakan ACE-2, protein tempat virus Corona muncul untuk mengikat dalam tubuh manusia tidak hanya terletak di paru-paru, tetapi juga di organ-organ yang terlibat dalam metabolisme glukosa termasuk pankreas, usus kecil, dan ginjal.

Para ilmuwan berhipotesis bahwa, jika virus Corona menempel pada organ-organ tersebut ada kemungkinan dapat menyebabkan beberapa disfungsi metabolisme glukosa. Termasuk menyebabkan timbulnya diabetes dalam beberapa kasus Corona.

“Kami tentu saja mencoba memahami situasi apa yang ada di balik pengamatan,” kata Francesco Rubino, profesor bedah metabolik di King’s College London.

Bukti sebelumnya juga menunjukkan bahwa virus Corona dapat menyebabkan komplikasi lebih parah pada pasien dengan diabetes. Sekitar seperempat orang yang meninggal dengan virus Corona COVID-19 juga dilaporkan memiliki kondisi gula darah tinggi.

“Diabetes adalah salah satu penyakit kronis yang paling umum dan kita sekarang menyadari konsekuensi dari perselisihan yang tidak terhindarkan antara dua penyakit ini,” jelas ProfRubino.

“Mengingat periode singkat kontak manusia dengan virus Corona baru ini, mekanisme pasti bagaimana virus mempengaruhi metabolisme glukosa masih belum jelas dan kita tidak tahu apakah manifestasi akut diabetes pada pasien ini mewakili tipe 1 klasik, tipe 2 atau mungkin bentuk baru diabetes,” lanjut Prof Robino.

Dr Riyaz Patel, associate professor of cardiology di University College London Hospital, mengatakan dirinya waspada terhadap temuan tersebut.

“Sebagai contoh, kita tahu bahwa penyakit yang memicu stres dapat menyebabkan kadar gula darah untuk sementara naik dan kita melihat ini sebagai contoh dengan serangan jantung,” kata Dr Riyaz.

“Juga, orang-orang yang lebih cenderung menjadi sakit dengan COVID-19 mungkin berisiko terkena diabetes, mungkin karena mereka kelebihan berat badan,” tutup Dr Ryaz.

 

Sumber: Detik.com

Hari Ini, Tahapan Pilkada Serentak Dilanjutkan

0

TNews, MANADO – KPU telah memenuhi semua komitmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan tahapan pemilihan lanjutan, seperti menyusun PKPU tentang pelaksanaan Pemilihan Umum 2020 di tengah mewabahnya COVID-19 dan revisi PKPU tentang Tahapan, Program dan Jadwal serta melakukan realokasi anggaran.

Untuk itu, KPU juga perlu mendapatkan kepastian dukungan anggaran, karena para Panitia Pemungutan Suara (PPS) tidak mungkin melaksanakan verifikasi faktual sebelum mendapatkan kepastian mengenai Alat Pelindung Diri (APD).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengajukan permohonan konsultasi dengan pemerintah dan Komisi II DPR RI untuk membahas rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil

Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Kondisi Bencana Nonalam Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Hal ini menjadi bagian dari komitmen KPU dalam menyiapkan pemilihan di tengah pandemi dengan tetap memerhatikan protokol Kesehatan COVID-19.

Tahapan pemilihan lanjutan dilaksanakan mulai 15 Juni 2020, sesuai dengan PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 yang diundangkan pada 12 Juni 2020.

Dengan tetap mempertimbangkan kesiapan penyelenggara di daerah, KPU melakukan perubahan jadwal tahapan verifikasi faktual pasangan calon perseorangan yang awalnya dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 18 Juni 2020, namun diundur menjadi 24 Juni 2020.

Selain pengunduran jadwal tahapan verifikasi faktual pasangan calon perseorangan, KPU juga akan mengundurkan jadwal penyerahan data pemilih tambahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada KPU yang semula tanggal 15 Juni 2020 menjadi 18 Juni 2020.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Dr. Ardiles Mario Revelino Mewoh, SIP, MSi saat diwawancarai BeritaManado.com mengatakan, KPU Sulut akan memastikan bahwa semua tahapan dilaksanakan dengan memerhatikan protokol kesehatan pandemi COVID-19. “Kami akan memperhatikan dan memastikan dengan ketat semua tahapan yang akan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan pademi COVID-19,” singkat Ardiles. (Ke)

 

 

 

Masyarakat Mulai Bosan dengan Informasi Covid-19, Ini Penjelasan BNPB

0

TNews, JAKARTA – Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang Surya Putra mengatakan masyarakat sudah mulai bosan dengan informasi corona maupun kondisi saat ini. Hal ini terjadi lantaran sejumlah para pemangku kebijakan sering kali memberikan pemahaman-pemahaman yang salah kepada masyarakat soal virus Corona.

Awalnya Bambang melontarkan bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat bersatu melawan virus Corona. Namun, yang terjadi saat ini justru adanya silang pemahaman yang sampai kepada masyarakat. “Dengan posisi sekarang kan orang banyak juga yang kemudian mulai boring ya dengan kondisi seperti ini, karena ada pemahaman-pemahaman yang salah itu dari kemudian apa yang sudah disampaikan oleh para pimpinan-pimpinan kita,” kata Bambang melalui siaran langsung dari kanal YouTube BNPB, Rabu (13/5/2020).

Bambang lantas menyebut wabah Corona ini akan menurun pada Juni manakala masyarakat patuh dalam menjalankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dengan begitu, Indonesia akan kembali membuka aktivitas ekonomi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Kalau kita bisa mempertahankan PSBB ini dengan baik, itu Juni atau awal Juni sudah mulai menurun, untuk kemudian kita bisa mulai membuka keran activity-activity ekonomi itu ya, supaya bisa melaksanakan, menggeliat yang sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Namun sebaliknya, jika PSBB kendur, akan terjadi kontraproduktif dari apa yang diharapkan. Bambang mengatakan selama vaksin Corona belum ditemukan, masyarakat harus tetap melakukan protokol kesehatan. “Kalau kemudian di daerah atau kita di dalam pelaksanaan PSBB ini kendur, tentunya bisa terjadi kontra produktif itu dengan apa yang kita harapkan. Ini juga harus juga disadarkan kepada seluruh masyarakat bagaimana supaya protokol COVID-19 ini akan terus kita laksanakan bersama sama sampai betul-betul dinyatakan bahwa Indonesia bebas dari COVID-19 ataupun ditemukan vaksinnya,” ujarnya.

 

Sumber : Detik.com

 

Warga Kotamobagu Apresiasi Pemkot, Usai Terima Bantuan

0

TNews, KOTAMOBAGU – Sejumlah warga penerima manfaat bantuan paket bahan pokok dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada mereka.

Hal ini seperti disampaikan Jamal Posumah, salah satu warga Desa Bilalang 1, Kecamatan Kotamobagu Utara, usai menerima bantuan. Dikatakannya, bantuan ini sangat bermaanfaat bagi keluarganya, terlebih bagi mereka yang mulai kesulitan masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Kami sampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Pemkot Kotamobagu terlebih khusus kepada ibu wali kota dan pak wakil wali kota yang terus memberikan perhatiannya kepada kami dimasa-masa kami sedang kesulitan masalah ekonomi akibat adanya wabah ini, yang berimbas pada pekerjaan kami. Alhamdulillah setelah dimasak bantuan ini layak dikonsumsi,” kata Papa Bayu sapaan akrabnya yang berprofesi sebagai pemain orgen dalam hajatan, Minggu (14/6/2020).

Hal senada dikatakan Ronal Mokoginta, warga Kecamatan Kotamobagu Utara. Menurutnya, setelah diterimanya bantuan ini kemarin malam, ia langsung meminta istrinya untuk dimasak. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Setelah diterima, saya langsung meminta istri saya untuk memasaknya dan Alhamdulillah bantuan ini baik semua. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu atas perhatiannya kepada kami,” ujar Ronal.

Sementara itu, Camat Kecamatan Kotamobagu Utara, Andi Mokoginta memastikan semua bantuan untuk warga Kecamatan Kotamobagu Utara yang diberikan baik semua dan layak dikonsumi. “Saya juga turun langsung memastiakan bantuan tersebut sebelum disalurkan kembali diperiksa, dan semuanya saya pastikan baik,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kotamobagu, Sarida Mokoginta mengungkapkan, ada sebanyak 3.500 warga di desa/kelurahan yang ada di empat kecamatan di Kota Kotamobagu yang mendapatkan bantuan ini. “Dari empat kecamatan, tinggal menyisahkan Kecamatan Kotamobagu Barat, yang Insya Allah akan disalurkan pada Senin 15 Juni 2020 besok,” terangnya. **

 

Beras Bantuan Dua Warga Poyowa Besar Diganti

0

TNews, KOTAMOBAGU – Masih adanya warga penerima yang mengeluhkan bantuan beras yang diterima karena tidak layak konsumsi sebagaimana pemberitaan di salah satu stasiun TV, langsung direspon Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kotamobagu.

Menurut Kepala Dinsos Kotamobagu, Sarida Mokoginta, dua warga Desa Poyowa Besar 1 yang mengeluhkan beras yang diterimanya telah ditindaklanjuti Dinsos selaku instansi teknis yang mengawasi penyaluran bantuan bersama pihak penyedia dengan mengganti beras yang dikeluhkan. “Setelah berkoordinasi dengan perangkat desa, kami sebagai instansi teknis yang mengawasi penyaluran bersama penyedia langsung mengganti beras dari kedua warga Poyowa Besar I tersebut,” ucap Sarida.

Dalam data yang diterima dari pihak desa terkait laporan masyarakat yang mengeluhkan beras yang diterima, nama kedua warga Poyowa Besar tersebut tidak tercantum dalam laporan. “Sejak laporan keluhan beras ini kami terima pada Kamis lalu, Dinsos bersama penyedia langsung turun lapangan berkoordinasi dengan camat dan sangadi untuk melakukan pendataan dan meminta agar pihak desa segera menyampaikan laporan ke Dinsos untuk penggantian beras. Hingga hari Minggu tadi, nama kedua warga tersebut tidak ada dalam data laporan yang dikirimkan pihak desa, sehingga belum dilakukan penggantian,” ucapnya.

Padahal menurut Sarida, sejak awal pihaknya telah meminta agar para kepala desa yang warganya berkeberatan atas beras bantuan yang disalurkan dan berkeinginan untuk mengganti berasnya agar segera dilaporkan ke pihak Dinsos untuk dilakukan penggantian. “Sejak awal memang itu yang kami lakukan. Kami meminta pihak desa agar segera mendata dan melaporkan ke kami jika ada warga penerima yang akan mengganti beras mereka, karena pihak penyedia akan mengganti beras tersebut,” ungkap Sarida.

Lebih lanjut menurut Sarida, apabila masih ada laporan dari aparat desa dan kelurahan terkait keluhan masyarakat terhadap beras bantuan yang telah disalurkan, Dinsos telah meminta pihak penyedia untuk melakukan penggantian. “Hingga hari ini, kami masih tetap menunggu laporan dari pihak desa jika masih ada warga penerima bantuan yang mengeluh atas beras yang diterimanya. Jika masih ada kami akan meminta pihak penyedia untuk menggantinya,” pungkas Sarida. **

Taman Wisata JH Kembali Dibuka, Camat Ampana Ingatkan Pengunjung Soal Protokol Kesehatan

0
Komdisi taman JH ampana tetap dalam pemgawasan petugas
Komdisi taman JH ampana tetap dalam pemgawasan petugas

TNews, AMPANA – Dampak dari penyebaran wabah  Corona Virus Desease (C19) membuat sejumlah fasilitas wisata di sejumlah tempat di tutup. Seperti di wisata taman JH Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una Una.

Namun dengan diberlakukannya New Normal, Touna merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi yang masih pada zona Hijau, hingganya fasilitas wisata sejak tanggal 5 Juni 2020 kembali di buka.

Dibukanya wisata Taman JH Ampana tetap pada standar Protokol C19 yang berlaku dimana pedagang dan pengunjung harus  pakai masker, Cuci tangan dan Jaga jarak. “Semua pedagang dan pembeli wajib gunakan Masker,” tegas Camat Ampana Kota Syaiful Mohammad.

Camat ampana kota bersama para petugas

Lanjut Syaiful, bagi pengunjung masuk lokasi wisata wajib cuci tangan dipintu masuk,Semua kedai wajib menyiapkn tong tempat cuci tangan. Meja dan kursi di kurangi untuk menghindari kerumunan. “Sedapat mungkin habis beli dpat di bawa pulang. Keluar dri tmpat wisata kuliner wajib cuci tangn lagi dpintu keluar,” tegasnya.

Ia juga mengimbau Pengunjung untuk bergantian masuk bila kondisi dalam lokasi lagi padat. “Kita juga terus melakukan pengawasan dimana ada sejumlah  anggota Sat Pol PP yang melakukan pengawasan,” jelasnya.

Kecamatan melibatkan Forum koordinasi Pimpinan Kecamatan yaitu, Kapolsek dan Danramil. Serta satpol PP. “Ada jga petugas kesehatn dari Puskesmas ampana barat,” tambahnya Syaiful.

Dengan dibukanya wisata Kuliner JH Ampana diharapkan penjual dan pembeli mematuhi anjuran tentang Protokol kesehatan agar wisata kuliner bisa menjadi percontohan dalam pemberlakuan New normal di  Ampana kota khususnya dan Touna umumnya. Agar roda ekonomi masyarakat dapat berjalan seperti semula.

 

Dales Lantapon

BERITA TERBARU